Do I really want this?


Dua kali ngelamar kerja, dua kali dipanggil ke jakarta, dua kali interview… dua perusahaan yang sangat berbeda. –padahal masih terikat kontrak pendidikan apoteker-

The question is? Do I really want this….?

Or i just want to prove that I can do things?

Or i just wanna fly away from my life now..?

 

Apoteker.. bukan, bukannya aku ga suka sama dunia farmasi, bukan juga aku sama sekali ga mau berada di dunia farmasi, tp masalahnya dunia farmasi seperti apa yang pengen aku jalani?

  • kerja di industri farmasi? Emm… probably not, dengan ilmu keindustrian dan analisis farmasi yang cekak, kayanya males.. bisa sih sebenernya kalo belajar, and i’m sure i can do that (harus yakin ga boleh kalah sama sodara seperguruan dong). Tapi kayanya bukan kehidupan seperti itu yg aku inginin, pengennya yg mengklinik dan mengkomunitas gitu
  • Oke, kalo mau mengklinik dan komunitas ya kerja di RS doong,, itu udah paling pol. Tetapi tetapi, emmm… dengan pengalaman men-TA di RSHS (yang sgitu rumitnya) kayanya ga berminat, lebih lebih lagi, alasan utamanya adalah, aku orangnya penakut, takut liat darah, takut liat org sakit, takut liat org menderita, ga tegaan, mana bisa aku nanti disuruh berpikir jernih dan jadi decision maker yang tepat cepat kalo pas liat keadaan gawat darurat akunya malah gemeteran trus malah ikut pingsan?? Blm siap mental kayanya…
  • Nah kalo gitu buka apotek aja? –kalo kerja apotek doang tanpa have my own apotek mah ga asik, ga berjiwa nnti apoteknya- mauuunya gituuu honey, tapi the modal? Kalo kata pak leo, dosen manajemen farmasi, buka apotek tu ga susah, modal 200 juta jg bisa.. lha iya paaakk 2 juta aja aku ga pnya apalagi 200 jeti? Buseet…

 

Masih bingung kan… di umur 23 ini daku masih bingung aja. Aisyah umur 9 tahun udah jadi ummu muslimah, hwaaaa.. >____<  oke, that’s different case. Contoh baik, terlalu baik. Jauhh…

 

Intinya i still can not decide what my life is..

Yang aku pengen itu..

1.      Kuliah di luar negeri.. asalnya aku kalo memang mau scholarship kuliah di luar negeri harus punya background yang sama dengan yang diapply, kalo ga mana mau org ngasi beasiswanya, ga terjamin-lah.. tapi emm,, ternyata setelah aku interview diperusahaan kedua ini (yang memang ‘passion’ aku). Kuliah, course, pelatihan di luar negeri bisa aja, asal punya background dari perusahaan yg ngasi rekomendasi. Waww,, asik juga bisa course jurnalistik di luar negeri.. ga harus farmasi juga ternyata.. kalo di farmasi, maunya public health siihhh… yg cukup ‘aku’ banget. No farmasetik, no analisis, no farmakokimia. Paling ga farmakologi-farmakoterapi aku masih suka lah..

2.      Kuliah sampai S3. Apakah ini harus di dunia farmasi juga? Bukannya aku haus gelar, tapi aku berprinsip ingin ingin membanggakan org tua. Yang bisa liat anaknya sukses sekolah sampai tinggi, paling ga harus lebih dari papa-lah (papa S2, aku harus S3, kalo bs ampe profesor, haha.. amiin)

3.      Jadi pengajar. Awalnya pengen jadi dosen, mangkanya kuliah sampe S3, soalnya aku orangnya seneng berinteraksi sama orang, seneng berbagi, seneng bersosialisasi, seneng dapet hal2 baru kalo ketemu murid, seneng meng-update ilmu..

4.      Jadi penulis. Itu cita2 dari dulu, keinginan masa kecil, yang tumbuh2 terus sampai dewasa, tapi terus aku kesampingkan. Kayanya hidup aku habis untuk dunia farmasi (lagi2, bukannya aku ga suka dengan dunia farmasi). Kefarmasian ini sangat menyita hidup (halah..). sori aku membuat alasan lagi, padahal mah emang aku suka menunda2 smua tulisan aku. Knp aku suka nulis? Knp ya… beribu2 orang juga suka nulis ko, aku cuma salah 1 di dalamnya. Tapi balik lagi ke alasan awal, aku suka berbagi, suka bersosialisasi, inilah cara berinteraksi melalui dunia lain, yang tidak tergapai dengan fisik, sentuhan, kayanya ada suatu dinding elegan yang dipunyai seorang penulis (apa pula itu dinding elegan? Bayangin sendirilah..)

5.      Kerja di dunia jurnalistik/broadcasting. Itu juga cita2 masa lalu. Pengen cuap2, cuap2 melalui tulisan ato melalui omongan. Tertarik jadi penyiar radio,, hihihi… lebih seneng penyiar radio sih daripada penyiar tv,, soalnya kalo penyiar tv fisiknya kliatan, nanti aku ketauan cantiknya deh ,hahaha..(silakan muntah). Trus kalo di jurnalistik –mgkn ini sedikit kemakan film2 barat- kesibukan, ke-hectic-an yang ada pas kerja itu sangat sangat menarik (menurut aku ya), apalagi aku kan orangnya riweuhan tu, jadi suka aja kerja dengan intensitas kesibukan kaya gitu (blom nyoba aja, tar kalo udah nyobain beneran, mampus lu). But this is back to my main passion.. seneng bersosialisasi. Itu aja…

 

Well that’s all..

Dan lamaran pertamaku di perusahaan pertama yang manggil aku kayanya udah ditolak (alhamdulillah, emang itu jalannya, emang aku gamau kerja di bagian Quality, yang sangat manufaktur farmasi)

 

Dan sekarang,, lamaran pertamaku di perusahaan kedua yang manggil aku sepertinya akan pupus sudah…

“kalau serius di bidang ini, coba lagi tahun depan, setelah pendidikanmu selesai, Nak”

 

Harus selesai apoteker tahun depan!!

Amiin

 

Yang sedang berpikir keras menentukan arahan hidupnya,

Monik..

 

Advertisements

3 thoughts on “Do I really want this?

  1. Halo,

    Salam kenal. Kami menemukan blog kamu ini, setelah menelusuri tautan, dari salah seorang sahabat blogger. Kebetulan, kami memang ingin menyapa mahasiswa dan alumni ITB, yang biasa berbagi rasa dan ilmu di media daring ( blog) maya.

    Kami dari masukitb.com, ingin mengajak blogger yang sedang atau pernah menjadi warga Kampus Ganesha, untuk membagi pengalamannya, bisa berupa artikel teks, foto, bahkan video, seputar kehidupannya, selama belajar di Kampus Ganesha.

    Masukitb.com adalah tampilan kehidupan Kampus Ganesha ITB, wadah bertanya, berdiskusi, dan berinteraksi, antara para mahasiswa atau alumni ITB, dengan para pelajar SMU dari seluruh Indonesia, yang berminat menjadi bagian dari komunitas ITB. Kami memahami, bahwa banyak sekali yang berminat menjadi warga kampus Ganesha, dan semoga media maya ini, bisa mengurangi kasus salah jurusan, serta membuat siswa SMU lebih mempersiapkan diri, dengan segala dinamika pembelajaran, di Kampus Ganesha.

    Terima kasih banyak, atas kesediaan Kamu untuk berbagi dengan para pelajar SMU se-Indonesia, semoga kebaikannya bisa bermanfaat untuk semua.

    Divisi Teknologi Informasi
    Layanan Produksi Multimedia (LPM USDI)
    Jl. Ganesha No. 10, TVST Building
    Bandung 40132, Indonesia
    Phone : +62 22 4254012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s