Hubungan antara Menyetir dan Emosi


Mengendarai mobil itu tak ubahnya sama seperti mengendalikan emosi dengan kopling, gas, dan rem (Monika, 2011)

Mobil diciptakan sedemikian rupa mulai dari abad ke-18 hingga sekarang modelnya makin bervariasi. Saya bukan penggemar mobil, hanya sedikit dari pengguna mobil di dunia (itupun bukan mobil sendiri, masih mobil orangtua, hehe)

Bisa menyetir mobil dan punya SIM A adalah salah satu resolusi saya di tahun 2009/2010. Alhamdulillah sudah bisa tercapai dengan perjuangan (saya ga nembak SIM lho, harus sampai 6 bulan bikin SIMnya, haha *bangga*)

Pengalaman menyetir saya tidak terlalu luas, tidak seperti si Kakak yang sudah bisa mengendarai mobil sejak SMA. Sampai sekarang ini saya selalu menjadi supir cadangan dalam keluarga, posisi pertama masih dipegang papa (Alhamdulillah beliau masih kuat nyetir Jakarta-Bandung PP), selanjutnya kalau papa capek, masih ada pilihan Mama atau Kakak, saya?? hehehe.. nanti dulu dehh.. Mungkin kalau adik saya sudah benar-benar lancar, posisi selanjutnya akan dipegang dia. Belum lagi kalau ada suami, yaa.. tentuya dia yang nyupir. Intinya saya hanya menyetir kalau:

1. Mobil dipake sendiri oleh saya

2. Saya sedang berdua dengan kakak, dan si kakak sangat super capek dan ga mood nyetir, hehe

3. Saya dengan suami, dan si suami habis futsalan (sebelumnya selama hampir 3 bulan ga futsal) sehingga habis futsalan ngos-ngosan ga kuat nginjek kopling 😛

Saya termasuk tipe supir dengan karakter tidak jelas. Bisa sabaaaarrr seperti papa dan bisa esmosian seperti mama dan kakak. Saya bisa mengendarai dengan santai dan memberi jalan untuk mobil yang mau motong, mau belok, ataupun mau nyelip, saya juga bisa mengerem dari jauh untuk memberi jalan orang untuk nyebrang. Tapi kadang saya suka geuleuh (apalagi kalo udah sama mobil B) yang suka ga manner kalo lagi berkunjung ke Bandung, bahh.. Jadi saya juga dengan bandelnya suka ngambil jalan dia, ga ngasi jalan untuk nyusul, bahkan menyusul balik mobil yang sebelumnya menyelip seakan-akan lagi lomba balap (Yang suka lomba balap itu si kakak sebenernya).

Tanpa disadari semuanya hanya permainan kopling, rem, dan gas. Semakin emosi, gas akan semakin kencang ditekan, kopling pun tidak diindahkan. Namun kemudian saya menyadari bahwa semuanya ga ada gunanya. Jalan toh jalan bersama, buat apa membalap teu puguh, heuheu.. Kita bisa menekan rasa ingin membalap itu dengan mengatur kopling dan menginjak rem, ga susah, asal kepala tetap dingin..

Sama halnya dengan pengontrolan emosi. KIta bisa menginjak gas untuk membebaskan sebebas-bebasnya emosi kita, tapi tentunya risiko yang akan kita dapatkan dari penginjakan gas itu juga besar, kecepatan yang tinggi bisa rawan kecelakaan, luapan emosi yang besar pun akan rawan akan konflik. Di lain sisi, kita bisa meredam ego untuk menekan gas dan memacu mobil lain dengan mengatur kecepatan dengan kopling dan menginjak rem.. Silahkan bu,pak.. jalan duluan.. toh jalan ini juga ga akan lari kemana-mana. Toh saya dan anda tujuannya berbeda, buat apa pacepet-cepet.

Oya, salah satu penghuni jalan yang cocok untuk latihan kesabaran pleuuss cardio sport adalah MOTOR! Motor itu layaknya kucing yang berasa kalo lagi di jalanan bak punya 9 nyawa, sesukanya aja di jalan. Motor juga layaknya jigong yang seenaknya nyelip-nyelip di antara sempilan gigi yang sempit, sesukana berbalet ria di antara kemacetan dan mobil, nyelip-nyelip juga ada tata-kramanya, hehe..

Belum lagi angkot.. Angkot oh angkot.. ga usahlah dibahas, berhadapan sama emosinya supir angkot bakal lebih ngeri lagi, mending yang sabar aja yang ngalah.

Mungkin menyetir kita bisa belajar mengendalikan emosi, hehe.. yang masih sulit juga saya lakukan. Well, ga usah dianggap, saya cuma sekedar menuangkan sedikit pikiran dari otak saya yang lagi rumit.  Yah, saya mau belajar juga ga grasak-grusuk dalam menyetir, sabar…

Advertisements

One thought on “Hubungan antara Menyetir dan Emosi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s