Balada Armada


“Mau dibawa kemanaa… hubungan kitaa…”

Memang lagu dari Armada band ini populer seiring dengan fakta yang terjadi di kalangan muda-mudi saat ini. Dengan pintar Armada bisa mengemas pengalaman banyak orang ini dalam bentuk lagu yang nyentil tapi juga easy listening (menurut dakuu yaa..)

Well, actually I won’t have a glimpse about this post, If…  I don’t through this experience (not mine, but my friend’s)

Menarik, karena beberapa hari sebelum saya ditelepon dan dicurhati sahabat saya, saya sempat menonton Bapak Mario Teguh melancarkan serangan motivasinya dalam perjuangan cinta.

Ketika itu ada seorang pemuda bertanya: “Pak Mario, saya menyukai seorang wanita. Tetapi saya ragu untuk menyatakan cinta pada dia, karena saya belum punya apa-apa. Saya sedang berusaha untuk sukses agar bisa dipandang olehnya dan keluarganya bahwa saya pantas. Apa saya harus menunggu sampai saya berhasil atau menyatakannya dari sekarang?

Pak Mario: “Tanya pada wanita, butuh kepastian atau keberhasilan?”

Wanita-wanita di studio Metro: mesem-mesem

Pak Mario: “Baik, bagaimana jika kamu sudah berhasil, lalu kamu datang pada wanita pujaanmu, tetapi dia sudah mendapat kepastian dari orang lain?”

Pria-pria di studio Metro: ngangguk-ngangguk, iya jugaa yaa..

Kamera ikut naik turun karena si kameramen ikut ngangguk-ngangguk

Pak Mario: “Cinta dapat membuat seseorang untuk memantaskan diri sebagai pasangan untuk cintanya. Semuanya akan beriringan”

~begitulah kira-kira cuplikan tanya-jawab Pak Mario dengan pemuda tersebut, harap maklum bahasa saya tidak secerdas Pak Mario~

Pria banyak berkata, It’s really hard to undersand what woman wants.. But simple, woman needs a certainty.. Sebaliknya, kadang-kadang pikiran pria yang malah sulit dimengerti. Banyak keinginan tapi kadang realisasinya ga sejalan, mau ini itu tapi ga bertindak. (no offense, you can strike me back, boys). Nah masih mending jika pikiran pria-pria ini sama dengan pemuda yang mengajukan pertanyaan pada Pak Mario. Dia punya itikad baik, tapi merasa belum pantas untuk melangsungkan itikad baik tsb pada wanitanya, setidaknya niat baiknya ada (lagipula dia tidak menggantung hubungan juga sih, orang belum nyatain).

Berbeda dengan kasus teman yang mencurhati saya ini. Si lelaki memang sepertinya penganut paham Armada yang serba ga jelas. Ngakunya masih pacar, tapi berlaku bak single man. Hubungan dilanjutkan terus, tapi ketika ditanya kepastian eh malah ngambek. Bilangnya mau serius, tapi beralasan ‘serba belum’ jadi ga berani maju (belum kerja-lah, belum lulus-lah, belum punya rumah, belum punya mobil, belum punya modal, belum punya kolam renang, belum punya helikopter, belum punyaaa.. ), padahal sebenernya belum punya keberanian untuk memutuskan.

Berani memutuskan kalau sebenarnya dia yakin atau tidak dengan cintanya ini. Kalau dia yakin, toh dia akan perjuangkan bagaimanapun caranya, jungkir balik sambil split pun dia lakukan. Kalau dia tidak yakin (in the rough word: udah ga suka)  dia akan mengundurnya, mengundurnya terus dengan apapun alasannya.. sampai di suatu titik wanitanya yang akan menyerah dan meninggalkannya. Dari sisi pria mungkin dia terlihat gentle: ‘ga ada di kamus gue mutusin cewe duluan’. Tapi dari sisi wanita dia terlihat plin to the plan. Entah apa yang ada di pikiran pria ini ketika dia meng’Armada’ ga jelas ini, komunikasi pun berjalan flat, tidak ada motivasi darinya untuk mempertahankan wanitanya.

Saya jadi ga tega untuk bilang ke sahabat saya itu: “Get a grip woman, take it or leave it!”

Kalau sudah melihat gejala-gejala seperti itu, ga usah ambil pusing. Tegarkan diri, dan kalau memang dia tidak pantas untuk ada, ya tinggalkan segera, jangan buang waktu berhargamu untuk menunggunya. Di saat kita gundah menantinya, di sisi lain mungkin dia malah GA sepeka itu. Leave him, woman. He even doesn’t deserve you. Pasti, pasti ada yang lebih baik untukmu.

So sekali lagi, kalau denger lagu “mau dibawa kemanaaa…  hubungan kitaa…” ga usah merasa pilu karena jawabannya ada di lirik selanjutnya “ku tak akan terus jalani, tanpa ada ikatan pasti, antara kau dan aku…”

Dan salah seorang sahabat saya mengingatkan sekali lagi mengenai syukur.

“Alhamdulillah yaa.. monik ga perlu berlayar bersama ‘Armada’ ” (jangan bayangkan kata alhamdulillah-nya dengan tone Syahrini)

Well,, then the words bring the flashback to me.. Yap, memang saya beruntung, memiliki seorang pria yang secara gentle dan berani memutuskan untuk memulai hidupnya bersama saya, tanpa saya pernah berkonflik seperti itu. Sebesar itulah energi yang dimiliki oleh cinta sehingga bisa menggerakan seseorang untuk menerjang tantangan di depannya dan akhirnya mendapatkannya. dan sebesar itupula energi yang dimiliki cinta sehingga bisa membuat seorang wanita menunggu lelakinya.

Tapi sekali lagi bu, perlu dicermati.. Apakah sabarmu itu ada di jalan yang benar? As for me, I’m in the right track of patient.. Alhamdulillah SBY (Sesuatu Banget Ya)..

See you soon ladies…

Advertisements

12 thoughts on “Balada Armada

  1. Alhamdulillah yaa… aku juga bertemu dengan pangeran pemberani-ku, sesuatu banget yaa… *syahrini mode 😀
    insyaallah syujun ntar lahir di Ngawi mon, kapan engkau kan menyusul? seru tauk, yuuuk.. :p
    *blog walking kadang adalah pertanda ada postingan baru, so I reply here, hehe

    • waah mau di ngawi lahirannya? fafa di jkt kan skrg?
      iya deh sing lancar ya smuanyaa..
      doakan saja menyusul di saat yg tepat fa.. hehhe..

  2. Been there. 🙂

    Girls do need certainty, BUT boys do need too.

    Boy – as for me – always wonder, whether the girl is really someone for him. He’ll make some silly, ridiculous, uncommon, and somewhat personal test to get the answer. Stepping stones of love, if I may say, hahaha.

    Those stepping stones are like a questionnaire; if ‘yes’ you got points, if ‘no’ you got zero; and so on. Then, he’ll calculate all the points, and there will some minimum amounts to decide whether he’ll fight or flight.

    We will do fight; in proper time, after we got proper reactions and reasons. That’s all.

    • you can’t calculate a love thing.. love isn’t math. it’s natural thing that u can feel.. you just have to be sure in yourself, you’ll get what you deserve.. hehehe.. but it’s up to you anyway. since you’re one of my best friend, I just wanna see you happy with your right choice soon :p

      jo, btw kemana blogmuu??

      • still looong way to go, mon. Thanks anyway. 😀

        pindah ke alamat lama mon, http:// bawonot.blogspot.com. Biar serba bawonot dan gampang inget, hehe.

    • kamel: kamel pasti dapet lelaki yg luar biasa untuk mendampingi kamel, i believe that
      om: eheheeee…
      jolie: ada gula ada semut ya jo? heu.. kamu nantangin salmen maksudnya ya joool? ahahaha

  3. kalau saya sih mikirnya yang namanya relationship itu terpengaruh dari kedua pihak, ga cuma salah satu saja. jadi rasanya kurang adil, dalam kasus ini, kalau hanya mengharapkan si pria tinggal bersikap ‘yakin’, lalu selesailah semua masalah, dan mereka berdua hidup bahagia selamanya atas dasar cinta (ya kira-kira begitu, haha).

    memang kadang-kadang ada pria yang dasarnya plin-plan dan tidak punya pendirian. tapi yang saya tau, dan saya rasakan juga, pria itu makhluk yang -secara umum- sulit mengungkapkan apa permasalahan yang sebenernya ia alami, dan lebih memilih menyelesaikannya sendirian. mungkin dari luar terlihat ia plin-plan, tapi mungkin sebenarnya dia menyimpan permasalahannya sendiri yang menyebabkan dia tidak bisa ‘yakin’ dalam mengambil keputusan (yang bagi pihak wanita) terlihat mudah saja: hanya butuh keberanian kok!

    (ya, contoh kasusnya sudah diberikan di awal tulisan blog ini bukan?)

    tapi memang sih, pria sebagai leader, apalagi nantinya bakal jadi leader dalam rumah tangga, dituntut harus bersikap pro aktif dan berani mengambil keputusan. jadi kalau terlalu lama “digantung”, ya tabok aja wakakak 😀

    hehe, sebenernya kalau hubungannya sehat, semuanya bisa didiskusikan baik-baik kok biar semuanya sama-sama senang..

    • @salmen: peace yoo salmenn..
      @way: hahaha,, iya daku memang butuh juga pandangan pria way, seperti pendapatmu di atas 😀 intinya hubungan yang sehat diusahakan dari 2 belah pihaklah yaa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s