The Cheerleader Effect


“The cheerleader effect is when a group of women seems hot, but only as a group. Just like with the cheerleaders. They seem hot, but take each one of them individually? Sled dogs.”

Di salah satu episode How I Met Your Mother pada season 4 judulnya Jeremy’s Socks, Barney Stinson mengemukakan salah satu teorinya mengenai the cheerleader effect.  Intinya ketika ada sekumpulan cecewe hang out bersama, akan terbentuk persepsi dari orang yang melihatnya bahwa mereka adalah kumpulan cewe yang cantik bin keren, padahal kalau diperhatikan secara seksama, mereka ga se-hot itu kok, malah cenderung ugly (itu yang digambarkan di filmnya ya)

Dari pernyataan Barney tersebut, saya jadi kepikiran sesuatu.

Yang saya pernah temukan dan rasakan (mungkin kamu juga pernah mengalaminya) adalah reverse effect-nya.

Ingatan saya terlempar di zaman saya masih berseragam putih abu. Jadi ketika itu ada sekumpulan cecewe yang emm.. emm.. apa yaa.. gitu deh, hebohnya seheboh badai typhon, riweuhnya seriweuh emak-emak arisan, rempongnya serempong Syahrini *eloooh?*. The point is, pas ada mereka kumpul-kumpul, suasana  kelas/kantin/spot-spot lainnya di sekolah jadi berisiiiiikk banget, bener-bener kaya ada cheerleader lagi nyorakin tim basket/bola nya, ngelengking-lengking teriakannya.

No offense ya, if it is just me who feel annoyed bcos of them, so the mistake is in me, but not only me but also everyone else (ya except them of course) feel disturbed, even boys. Their scream and voice is very gengges (baca: ganggu) you know. I swear at the moment it was really gengges when they all around.

Nah tapi.. kalau mereka diuraikan satu-persatu, ditapiskan, dikeringkan, dan ditiriskan, sejujurnya mereka adalah individu yang menyenangkan. Mereka ga se-gengges itu ko, mereka manis-manis, manja-manji ala ceribele, dan yang paling penting ga annoying. Noted: itu pas mereka sendiri-sendiri ya.

Efek annoying itu baru terasa ketika mereka bersama-sama lagi, sekonyong-konyong gerombolan cheerleader itu muncul. Entah saya yang sinis atau memang saya ga setenar (baca: seberisik) mereka, tapi disukai atau tidak, they ever existed.

So, fenomena mana yang pernah kamu rasakan? The cheerleader effect ala Barney, ato reverse effectnya?

No hard feeling ya, ini postingan random yang ga penting-penting amat

Cheers..  

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s