About Married Woman


Selalu aja ada yang bilang:
“Kamu mah enak Mon udah nikah, ga usah cape-cape cari kerja lagi, ada suami.”
“Ga usah mikirin apa-apa Mon, kan semua udah ditanggung suami.”
“Kenapa harus lanjut S2 lagi? Santai ajalah, kan udah berkeluarga.”
Dan komentar sejenisnya.

Entah kenapa paradigma seperti itu yang mencuat di sekitar saya.  Menikah = Settle down = No need effort to pursue something.
Jadi karena sudah menjadi istri orang jadi saya ga usah susah-susah cari kerja dimana, berkarir gimana, atau melanjutkan pendidikan lagi, gitu?

Saya (saat ini) malah berpikir sebaliknya. Bukannya tidak bersyukur dan tidak merasa puas dengan keadaan “settle down”. Tapi sebagai seorang individu saya juga memiliki keinginan untuk berkembang *bunga kali berkembang*, ingin berkarya di “dunia luar”, ingin merasakan jerih payah sendiri dalam berupaya. Intinya aktualisasi diri, hal itu tidak terganti dengan materi. Terlebih lagi (beruntungnya saya) suami memberi kebebasan untuk bekerja atau sekolah lagi, ia malah mendukung saya untuk “bergerak”. Dia tahu kali ya saya biasa sibuk *ejiyee, males banget biasa sibuk, berasa orang penting*.

Menikah bukan berarti membuat saya merasa nyante dan ongkang-ongkang kaki di rumah nunggu suami pulang kerja. Iya, memang suami dan keluarga adalah zona nyaman saya. But in order to move forward, sometimes, you have to leave your comfort zone.

Kenapa saya bold-underline kata “sometimes”. Karena saya menyadari bahwa memang tidak selalu saya harus meninggalkan zona nyaman itu, tidak selalu saya akan berkeliaran di luar rumah untuk mengejar cita-cita. Fitrahnya istri dan wanita memang di rumah mengurus rumah tangga dan keluarga, itu ibadah yang besar bagi wanita. I realize it. So, pada akhirnya walaupun saya mempunyai aktivitas di luar rumah, kewajiban utama saya adalah mengayomi zona nyaman saya, yaitu keluarga.

Yah apapun profesinya seorang married woman, tentu tidak lupa kewajibannya sebagai ibu rumah tangga 🙂

Kata suami saya: I trust you, I support you, I know you can manage your time. As I know, the more busy a person, the more productive she/he is. And you’re gonna make it. I want our children learn a lot from their mother.

We’ll see 2-3 tahun lagi saya masih keliaran ga ya? haha..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s