Terlalu Terbiasa, Perfeksionis, atau OCD ??


Saya baru mulai menggandrungi serial The Big Bang Theory (TBBT), konsep ceritanya sama seperti serial How I Met Your Mother. Komedi situasi tentang persahabatan 5 orang pemuda-pemudi. Tapi di-TBBT ini genggongnya lebih ke geek and nerd, scientist/engineer, pokone ilmuwan yang kerjanya di universitas.

Kalo udah nonton TBBT, kalian pasti gemes banget deh sama tokoh Sheldon di serial ini. Si cowo cungkring yang jeniuuss, tapi resehnyaa minta ampuun. Sheldon ini punya kebiasaan-kebiasaan yang ga bisa diganggu-gugat, seperti spot duduknya di ruang tengah harus di situ (ga boleh ada yang dudukin), menu makan pagi-siang-malam harus tertentu, kebiasaan terjadwalnya yang ga bisa terganggu gugat, bahkan mau ganti dompet aja susah, harus persis sama kaya yg dulu dia punya (jumlah tempat untuk nyimpen kartu-kartunya harus sama). Pokonya ga fleksibel banget deh sama perubahan. Setres juga ngeliatnya. Mungkin itu yang kita bilang perfeksionis

Kemudian saya menyadari, kadang saya juga memiliki sisi inflexible seperti Sheldon ini, saya males kalau ga motokopi di tempat biasanya, saya merasa terganggu dengan jadwal rutinitas saya yang tiba-tiba terganggu sesuatu yang mendadak ga jelas, saya ingin selalu membersihkan spot kotor di rumah saya karena terbiasa bersih, dan saya sangat apet sama hp saya sampe ga mau ganti hp baru (alaahh, bilang aja emang ga ada anggaran buat ganti hp,haha).

Pembelaan saya: Sebenernya saya bukan orang yang perfeksionis banget kalo ngerjain sesuatu, saya tipe “yang penting selesai dengan benar”, saya hanya terlalu terbiasa.

Tapi kemudian saya menyadari kalau saya ga terlalu rileks dalam menghadapi dunia ini, load kerja di otak saya jadi berat dan saya bisa sesak nafas. Bahkan belakangan ini saya menyadari (mungkin) saya memiliki sedikit gejala OCD ringan. Hal ini baru saya sadari ketika saya ujian apoteker dan dapet soal Fluvoksamin Maleat, obat antidepresan, antiobsesional. Mau ga mau saya mempelajari patologi penyakit dan kasus-kasusnya, ternyata memang menarik, hehe.. Bahkan saya iseng googling, ada beberapa public figure yang OCD juga, kalau ga salah David Beckham, Daniel Radcliffe, Leo Di Caprio, Donald Trump, Cameron Diaz, dll.

Eh, btw dari tadi saya ngomong OCD, ngeh ga sih OCD apa?

Sekilas ya: OCD (obsessive compulsive disorder): Obsesi adalah pikiran, imajinasi,atau dorongan yang terus-menerus dan tidak dapat dikontrol. Sementara itu, kompulsi merupakan kondisi saat seseorang melakukan aksi secara terus-menerus atau berulang, yang kerap sesuai “peraturan” yang mereka yakini. (cek aja lengkapnya di Di Piro tentang patofisiologi, gejala dan tandanya). OCD ini sebenernya karena adanya ketidakseimbangan neurotransmitter di otak, khususnya serotonin.

Contohnya tu ya, orang OCD biasanya suka berulang-ulang ngecek apakah pintu sudah dikunci atau belum, kompor atau setrika udah dimatiin atau belum, atau kebiasaan cuci tangan dan mandi berulang-ulang karena menurut sugesti dia tangannya belum bersih, kebiasaan mengulang-ulang kata di kepalanya, mengingat seusatu yang dia lupa, sampai harus menemukan jawabannya, atau ada juga OCD yang fokusnya mengatur segala sesuatu agar tepat pada tempatnya. Mereka bisa stress atau panik apabila benda-benda tersebut dipindahkan, dipegang, atau ditata dengan orang lain (dalam hal ini mirip ama kasus Sheldon, hehe).

Untuk kasus saya, saya lebih sering ragu apakah saya sudah mengunci pintu rumah atau belum, sudah matiin setrika dan lampu atau belum, sudah bawa dompet di tas apa belum. Kadang saya sengaja balik lagi ke rumah ngecek pintu, dan saya selalu mengubek-ubek tas saya berulang kali memastikan dompet dan hp saya ada. Cape sih kadang-kadang.

I won’t this sugestion killing me! Maybe I have to relax for a while, take a deep breath, close my eyes and pray, do yoga, have a massage and creambath *lhoo ko jadi pengennyaa*. Hidup harusnya dibawa santai, Monik. Saya ga OCD atau perfeksionis, hanya terlalu terbiasa saja.

Me, just relax.

Me. just take it easy

How about you? maybe you have any some similar case?

Advertisements

2 thoughts on “Terlalu Terbiasa, Perfeksionis, atau OCD ??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s