Perbandingan


Paling kesel ga sih kalau dibanding-bandingkan dengan orang lain?
Misalnya:
“Kok kamu ga sabar sih kayak si A?”
“Coba lihat tuh si B, jadi anak nurut sama orang tuanya”
“Tuuh kan.. Dia aja bisa kayak gitu, kok kamu gak?”
dan sebagainya..

Saya juga sebenernya ga suka sih kalau dibanding-bandingin. Emangnya kaya beli gadget, dari mulai harga, spesifikasi, OS, semua diperhitungkan. Bagaimanapun, setiap individu itu emang beda, ga bisa juga dibandingin apple to apple-nya, jelas variabelnya ga akan sama.

Dulu pun waktu masih kecil, hal yang paling saya sebel adalah ketika orang tua saya membandingkan saya dengan anak lain. Yah, namanya orang tua, wajar gitu ya pengen anaknya bisa bikin bangga dengan cara ‘menyemangatinya’ kalau dia bisa seperti anak lain itu. Tapi, negatifnya hal itu membuat saya jadi rendah diri. Bukannya malah merasa harus mencontoh si “pembanding yang lebih baik”, saya malah gondok dan merasa kalau saya memang tidak bisa seperti itu.

Saya kadang-kadang jadi ikut membandingkan, kok saya ga bisa seperti itu, kok saya segini aja. Dan itu dampaknya jelek terhadap pengembangan karakter diri *jeileeh.. kayak yang ngerti aja apaan tu pengembangan karakter*

Sampai saat inipun saya tetep ga suka diperbandingkan dengan orang lain. Pernah juga sih saya ikut berkata-kata membandingkan mama dengan ibu teman saya yang lain (ingin ngebales ceritanya): “kok mama gak kaya mama si A yang blablabla”. Dan setelah mengatakannya pun rasanya ga enak. Rasanya seperti kata-kata yang menyakiti. Pernah juga saya bilang ke ‘mantan pacar’ saya waktu masih dalam masa-masa sebelum nikah: “Coba kamu kayak si X tuh yang gini gitu, blabla” eh terus dia malah balikin bandingin saya dengan orang lain pula, terus jadi ngambek-ngambekan deh.

Intinya siapapun dikau, jangan pernah deh coba-coba membandingkan orang-orang terdekatmu dengan orang lain yang (kelihatannya) lebih baik dari mereka. Apalagi sampai dikeluarin dalam bentuk kata-kata yang nyelekit. Ga enak beneran lho rasanya didenger, bisa bikin sakit hati kalau salah bicara.

Anyway, bener ga sih yang saya omongin? Iya kan, iya kan? Siapapun pasti ga suka dibanding-bandingkan. Karena hidup ini bukan kompetisi yang harus dibandingkan siapa pemenangnya, bukan juga ajang pembelian gadget dengan kompetensi terbaik yang dibeli.

Satu hal yang saya ingat terus. Semoga saya bisa menahan diri juga untuk tidak membanding-bandingkan anak saya kelak dengan teman-teman sebayanya. Saya ingin dia tumbuh menjadi anak yang percaya diri dengan kemampuan yang dimilikinya *mikir kejauhan tapi gapapalah yaa.. Namanya juga belajar*

“Everybody is unique, on his/her own way”

Advertisements

2 thoughts on “Perbandingan

  1. “Everybody is unique, on his/her own way”

    Dalam populasi H.sapiens, selalu ada perilaku (behavior) unik, dan irisan kesamaan, irisan kesamaan ini yang akan membentuk nilai, atau dibentuk dari nilai generasi yang hidup sebelumnya. Budaya manusia dibangun dari induksi kontak antar personal.

    Pelajari memetika, jika ingin mempraktekkan irisan kesamaan nilai, dalam kepentingan terkait transaksi ekonomi, politik, atau militer. Sangat berguna 🙂

    Mampir ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s