Monik lagi S2 di Belanda? Boleh Nanya-nanya ga?


Boleh bangeeeet.

Ini bukannya saya sok-sokan eksis ada yang nanya-nanya segala. Tapi memang beberapa orang teman nanya ke saya, bagaimana saya akhirnya bisa S2? beasiswanya apa? persiapannya apa? dan lain-lain. Saya seneng kok kalau bisa ikut bantu jawab pertanyaan temen-temen yang penasaran gimana caranya S2 di luar negeri dengan beasiswa. Saya juga soalnya dulu suka nanya-nanya, dan saya bersyukur kalau tiap saya nanya, orang merespon dengan hangat dan sabar. Jadiiii.. yaa apa salahnya saya rangkum jawaban saya di sini. Nanti kalo ada yang nanya, saya bisa langsung share link, dan kalo ada yang bingung bisa nanya lagi.

Monik sekarang S2, kok bisa??

Hahaha.. heran gitu ya? Kayak kok aku ga meyakinkan buat bisa lanjut S2 *becandaaa*. Iya, Alhamdulillah, Monik S2, bisa.. dengan pertolongan Allah, hehe..

Monik S2 jurusan apa, di mana?

Monik ambil jurusan farmasi juga, tepatnya MSc. Medical Pharmaceutical Science, di University of Groningen (Rijkuniversitet Groningen/RuG), Belanda. Nih kalau mau tau apa aja fakultas dan jurusan yang tersedia di RuG http://www.rug.nl/masters/by-faculty

Gimana bisa nemu jurusan dan universitas yang cocok sama kita?

Kalau untuk master, mau ga mau kita emang harus banyak cari informasi sendiri, bisa lewat education fair, googling, dan liat web universitasnya. Emang butuh effort untuk memilah-milah mana universitas mana yang jurusannya ada dan sesuai dengan minat dan background kita. Lalu juga memilah-milah negara mana yang kira-kira cocok untuk kita. Filter sebanyak-banyaknya opsi yang diinginkan, jangan cuma mentok sama satu pilihan aja. Saya pilih Belanda dan RuG sebenarnya karena beberapa faktor:

  1. Faktor jaman baheula pisan, dulu pas mantan pacar masih kuliah di sini, saya kan udah berencana mau nyusul, tapi dulu memang belum rezeki. Panjanglah kalo mo cerita ini mah, lain kali aja ya.
  2. Website beberapa universitas di Belanda yang saya datangi user friendly dan informatif, jadi saya cukup yakin saya mau ambil kuliah di sini.
  3. Ga perlu lagi belajar bahasa setempat, di Belanda banyak banget kelas internasionalnya, gak kayak Jerman dan Perancis banyak univ-nya yang mengharuskan kita udah punya sertifikat bahasa setempat.
  4. di RuG ga ada biaya pendaftaran/biaya aplikasi, it’s free.. mangkanya ga ada salahnya coba. Ini perlu diperhatikan juga. Saya sempet apply ke Twente dan VU amsterdam (dulu) karena applicationnya free, tapi Utrecth dan VU sekarang harus bayar sekitar 100euro, kan lumayan juga buat modal mah. Kalau gak salah, peraturannya juga kayanya beda-beda. Ada yang jika diterima atau gak, uang tetep untuk mereka, ga akan kembali. Ada juga yang kalo kita udah diterima dan jadi enrol uang dikembalikan, kalau ga jadi enrol uangnya hangus. Cek aja di tiap website-nya
  5. Belanda (katanya) lebih homey dibandingkan dengan negara lain, khususnya Groningen. Groningen ini kayak kota Pelajar, multikultur, kita gak berasa sendiri deh sebagai perantau di sini. Fasilitas makanan halal dan makanan Asianya sangat terjangkau. Fasilitas untuk beribadah untuk muslim juga di sini baik. Biaya hidup cukup murah dibandingkan dengan kota lain di Belanda. Komunitas orang Indonesianya banyak, eh penting lho punya komunitas sebangsa di negara orang, bukan berarti kita tertutup dan ga gaoel sama orang asing. But sometimes speaking in your own Bahasa with someone you familiar with is kind a relieve feeling 😛

Jadi ya selain pilih jurusan yang diinginkan, perlu milih juga dong mau di kota mana dan negara mana. Itu membantu banget untuk survive dalam menjalani hidup (kuliah). Misal nih, pengen ambil S2 Public Health, katanya di Ouagadougou paling bagus. Tapi lihat juga Ouagadougou itu di mana, gimana living cost-nya, gimana lingkunganya, gimana kulturnya, kira-kira bakal betah ga di sana. (Hayoo emang Ouagadougou itu di belah mana dunia cobaa?)

LoA itu apa ya?

Letter of Acceptance. Semacam surat yang menyatakan kalau kita sudah lulus kualifikasi universitas dan bisa melakukan enrollment untuk kuliah di sana. Kalau LoA sudah ditangan, berarti tinggal cari biaya untuk bayar tuition fee-nya. Bisa pake biaya pribadi (ehem.. kalo kuat), di RuG untuk tahun ini tuition fee-nya 13.600 euro/tahun. Silahkan konversi sendiri ke rupiah, “0” nya banyak da. Atau bisa juga pake beasiswa, lebih bagus lagi cari beasiswa yang ga cuma nge-cover tuition fee tapi juga living allowance (biaya hidup) selama anda kuliah.

Apa aja persyaratan kuliah di luar negeri?

Ini akan tergantung dari universitas yang bersangkutan, karena ga semua univ punya persyaratan yang sama. Tapi di sini saya jabarkan yang umumnya diminta dari universitas:

  1. TOEFL/IELTS. Ada univ yang minta TOEFL iBT (Internet Based test) atau TOEFL PBT (Paper Based Test), ada juga yang minta IELTS. Setahu saya sekarang di Belanda cuma berlaku TOEFL iBT dan IELTS. Score yang diminta pun berbeda-beda per fakultas. Kalau Science, Teknik, dan Farmasi seperti saya, masih diminta 6.5, kalau Law dan bisnis kayanya harus 7 deh, bahkan 7.5. Kalau TOEFL iBT saya kurang paham.
  2. Recommendation Letter. Surat rekomendasi dari dosen atau atasan. Biasanya diminta 2 surat. Yah, ini mah kumaha kamu bisa minta ke orang yang kira-kira mau ngasih dan mendukung niatan s2 kamu. Misalnya dosen pemimbing waktu skripsi, dosen wali, dekan, atau kaprodi.
  3. Motivation letter. Beberapa menyebutnya Study Objective atau Statement of Purpose. Semacam surat yang kita buat sendiri yang biasanya berisi: latar belakang singkat pendidikan kita, riset yang pernah kita lakukan sebelumnya, motivasi kenapa mau melanjutkan S2 di universitas dan negara ybs, tujuan kita mengambil S2, hubungan latar belakang pendidikan/pekerjaan dengan ilmu S2 yang akan diambil nanti, manfaat kuliah S2 untuk hidup ke depannya, rencana setelah lulus, dll. Intinya seberapa niat dan meyakinkannya anda untuk lanjut kuliah.
  4. Research/Thesis Plan. Ga semua univ/fakultas minta sih, akan lebih bagus jika kita memang udah punya planning nanti mau thesis seperti apa, walau kadang (katanya) nanti pas research/thesis ga akan sama dengan rencana awal kita.
  5. Ijazah dan Transkrip. Of course yg English version ya..
  6. CV. Beberapa univ ada yang minta CV singkat kita
  7. Passport. Tentunya harus udah punya passport
  8. Pasfoto. Tergantung dari universitasnya
  9. dll

Gimana cara daftar universitasnya dong?

Ini juga macem-macem. Ada yang aplikasinya secara online, ada yang offline (maksudnya kirim hardcopy dokumen), ada yang prosesnya butuh dua-duanya, dan ada juga yang seleksinya bertahap, misal seleksi dokumen secara online dulu, baru interview, dst. Kalau RuG, aplikasinya online, lalu jika sudah oke di sana, diminta mengirimkan hardcopy dokumen seperti ijazah dan transkrip English yang dilegalisasi.

Beasiswanya apa?

Saya beasiswanya LPDP. Untuk semua persyaratan dan proses pendaftarannya bisa dilihat di  webnya http://www.lpdp.depkeu.go.id/ Semua orang bisa apply LPDP kok, asal melengkapi persyaratannya. Selain LPDP ada juga beasiswa yang bisa diapply (untuk di Belanda), seperti Stuned, Orange Tulip Scholarship (OTS), Netherlands Fellowship Programme (NFP), Erasmus Mundus, Beasiswa Depkominfo, DIKTI, Spirit, dll.. Lihat juga apakah kamu eligible untuk beasiswa tersebut. Bisa lihat lengkapnya di web Nuffic Neso Indonesia http://www.nesoindonesia.or.id/beasiswa atau http://www.nuffic.nl/en/scholarships. Atau kalau mau search ga cuma Belanda ada bisa cari di http://www.scholarshipportal.eu/

Jadi apply universitas dulu atau apply beasiswanya dulu?

Kalau menurut saya, lakukan saja bersamaan, atau lakukan saja mana yang lebih memungkinkan untuk dilakukan duluan. Terlalu banyak mikir mau ngerjain yang mana dulu nanti malah ga jadi-jadi. Memang ada beberapa beasiswa yang mengharuskan kita untuk sudah punya LoA terlebih dahulu. Kalau kasusnya seperti ini ya mau gak mau apply dulu ke universitas. Sambil menunggu jawaban, sambil mempersiapkan dokumen untuk aplikasi beasiswa. Untuk LPDP sampai sekarang yang saya tahu, tidak wajib untuk punya LoA, jadi bisa APPLY! Hanya memang lebih baik jika kita sudah punya targetan mau ke universitas mana, punya LoA bukan berarti memastikan kamu bisa dapet LPDP, tetapi (mungkin) bisa meningkatkan nilai tambah kamu di mata interviewer, dan tentunya menambah percaya diri juga saat ditanya oleh interviewer mau melanjutkan sekolah di mana, kapan, sudah dapat LoA belum?

Okeh deh.. segini dulu yang bisa saya rangkum. Kalau ada yang kurang saya tambahin lagi kemudian. Semoga bisa membantu ya fellas…

Nah, bukan berarti udah bisa sekolah di luar negeri trus artinya perjalanan dari cita-cita saya selesai gitu aja, ini justru baru mulai meeen.. masih banyak yang harus saya jalani. Mangkanya doain saya bisa selamat sampai lulus nanti, aamiin..

Advertisements

3 thoughts on “Monik lagi S2 di Belanda? Boleh Nanya-nanya ga?

  1. Pingback: Tentang Seleksi Beasiswa LPDP | time capsule

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s