Catatan Ramadhan 1436: Menjadi Jiwa yang Pemaaf


Alhamdulillah ini adalah Ramadhan pertama saya di Belanda, pertama jauh dari keluarga besar, pertama puasa 19 jam di summer, pertama ga makan masakan khas mama. Antara rada sedih dan excited. Sedih karena ga bisa kumpul sama mama, papa, kakak, adek, ibu, bapak, dan tante-om semua, terutama nanti kalau lebaran (karena ga ada rencana pulang kampung juga sih pas lebaran), sedih karena ga bisa nyicipin makanan pembuka khas Indonesia (kok malah makanannn). Excited juga merasakan tantangan shaum di negara yang mayoritas non-muslim dan tantangan puasa yang leeeubih puanjangggg. Katanya sih selama 35 tahun di Belanda, summer ini adalah yang terpanjang, yang mana juga membuat maghrib datang lebih lambat, huhuks.. Saat orang-orang bule sini udah mulai bergelimpangan di taman-taman kota pakai bikini en makan eskrim, kita pengen ngadem aje di rumah sambil selimutan, haha.

Ini berarti Ramadhan ke 27 saya, alhamdulillah masih dipertemukan dengan bulan suci ini. Tentunya Ramadhan ini akan digunakan sebaik-baiknya sebagai media untuk introspeksi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Introspeksi akan menjadi panjang mengingat dosa-dosa yang lalu.  Salah satu catatan penting bagi saya adalah saya ingin jadi orang yang lapang dada, berjiwa pemaaf, tidak mengingat-ingat kesalahan orang lain atau kejadian tidak mengenakan yang pernah menimpa saya. Tapi memang dasar manusia, yang jelek-jelek suka keinget tapi yang bagus-bagus sering dilupakan. Saya pernah bete sama si X, saya pernah ga suka sama yang Y perbuat pada saya, dan sebagainya. Tapi ya sudahlah.. saya ingin menghapus semua yang jelek-jelek dari memori saya, ingin menyiram asam sitrat pada kerak-kerak kebusukan di jiwa saya. Memaafkan pun akan menjadi lebih sulit daripada meminta maaf. Oiya satu lagi dengan jiwa pemaaf tentu akan membuat pikiran menjadi lebih husnuzon (berbaik sangka) pada sesama.

Ga usah pedulikan apa yang orang lakukan pada kamu, tapi perhatikan saja apa yang akan kamu lakukan padanya, berbuat baik saja, ga akan rugi. –> Kenyataannya akan jauh lebih sulit. Tapi kalau hati lapang, semua pasti akan mudah *lalu manggut-manggut sendiri*

Allah saja yang Maha Segala-gala sangat pemaaf pada hamba-Nya. Sabda Rasulullah: “Andai dosamu sebesar gunung, lalu engkau bertaubat sungguh-sungguh, maka Allah Maha Pengampun dan Penyayang”.

To this end, kami sekeluarga memohon maaf atas segala ksalahan yg sengaja dan tidak disengaja, kesalahan lisan dan tulisan, kesalahan langsung maupun tidak langsung. Semoga dimaafkan oleh kalian semua yang merasa pernah dirugikan oleh saya. Semoga ramadhan ini membuat kita menjadi bersih suci kembali, diampuni segala dosa-dosa, diterima smua amal ibadah, aamiin aamiin..

Runa RamadhanKerjaan Runa menjelang Ramadhan: supaya lebih berasa Ramadhan-nya

Selamat menjalankan ibadah puasa 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s