Tanya Jurusan (Schooltalk PPI Belanda) – FARMASI


Beberapa hari yang lalu, saya diajak temen untuk ikut ngisi Schooltalk bersama PPI Belanda. Jadi PPI Belanda memfasilitasi mahsiswa Indonesia yang ingin bertanya lebih lanjut mengenai jurusan di univ Belanda. Hampir semua jurusan ada.. Saya dan teman saya di Utrecht akan sharing mengenai perkuliahan S2 Farmasi.

Formatnya berupa live chat di whatsapp. Peserta mendaftar dulu lewat panitia PPI Belanda, pertanyaan dikumpulkan. Kemudian kami menyiapkan dulu jawabannya beberapa hari sebelum live chat. Setelah sesi penjabaran tanya jawab, peserta boleh melemparkan pertanyaan kembali tetapi melalui moderator.

Berikut pertanyaan dan jawaban yang sudah dirangkum oleh Widya dan Cita dari Drug Innovation-Pharmaceutical Sciences, Utrecht University, saya dan Laras (dari jurusan yg sama dengan saya, tapi memilih free track dengan research di dept berbeda). Semoga yang kemarin ga sempat ikutan acara ini bisa tetep terinfokan.

 Sesi Pertama.

Pertanyaan:

1. Apa jurusan master yang Anda ambil? Bagaimana sistem perkuliahannya?

Cita&Widya (Utrecht University) — CW

Jurusan master yang saya ambil adalah Drug Innovation (Pharmaceutical Sciences) di Utrecht University. Jurusan ini merupakan Research-Based Programme dengan bobot 120 ECTS.

Selama program, mahasiswa diharuskan melakukan 2 kali penelitian pada salah satu research group/divisi yang ada di UIPS (Utrecht Institute of Pharmaceutical Sciences).

Research group/divisi yang bisa dipilih untuk melakukan riset pada program Drug Innovation:

  1. Biomolecular mass spectrometry & proteomics
  2. Medicinal chemistry & chemical biology
  3. Pharmaceutics / Biopharmacy
  4. Pharmacology
  5. Pharmacoepidemiology & Clinical Pharmacology

Untuk melihat gambaran riset pada tiap grup riset, bisa dibuka link berikut ini: http://www.uu.nl/en/research/utrecht-institute-for-pharmaceutical-sciences-uips/research/research-groups

Selain riset, mahasiswa juga harus menyelesaikan mata kuliah wajib dan mata kuliah pilihan sesuai minat mahasiswa. Master thesis harus dibuat dalam bentuk literature review. Untuk lebih lengkap mengenai overview program silakan dibuka http://studyguidelifesciences.nl/ Pilih  program:  Drug Innovation

Monik&Laras (University of Groningen) — ML

Jurusan yang saya ambil adalah MSc Medical Pharmaceutical Sciences (MPS)

Masa studi 2 tahun. Jadi dalam 2 th students diminta untuk menyelesaikan 120 ECTS (kalo di kita mah SKS-lah). 1 ECTS setara dengan 28 hours per credit unit. 120 ECTS itu terdiri dari: 30 ECTS research 1, 40 ECTS research 2, 5 ECTS essay, 5 ECTS colloqium, dan 60 ECTS course. Rata-rata course-nya 5 ECTS.

  • Schedule standarnya seperti ini: Tahun ajaran dibuka setiap Sept. Jadi kira-kira tahun pertama dari bulan Sept-Des kita ambil course2. Kemudian dari Januari-Juni kita research. Lalu awal tahun kedua ambil course lagi (sesuai ECTS yang masih diperlukan dan sesuai track yag kita pilih), lalu lanjut research lagi. Researchnya dilakukan 2 kali, tapi research kedua lebih panjang waktunya dari research 1. Catatan untuk proyek research yang pertama, durasinya bisa diperpanjang hingga 40 ECTS, sehingga 2 kali research total 80 ECTS dan kita hanya perlu mengambil 50 ECTS course. Total 120 ECTS adalah jumlah SKS minimal, jika memungkinkan dan ingin mengambil lebih, silakan.
  • Essay dan Colloqium bisa dilakukan setelah research 1 atau 2. Nah, topik untuk research 1 dan 2, essay, serta colloqium harus berbeda. Jadi kita ambil penelitian dan studi di departemen yang berbeda-beda, tapi.. tergantung dengan track yang kita pilih
  • Apa itu track? Track itu spesialisasi yang akan kita ambil, bisa cek di sini http://www.rug.nl/masters/medical-pharmaceutical-sciences/programme
  • Jadi yang pertama ada science, business and policy track, mata kuliahnya ada yang nyangkut tentang perbisnisan, saya ga terlalu tahu banyak sih tentang yang ini. Tapi yang saya dengar, perkuliahannya banyak kunjungan ke badan-badan pemerintah juga industry dan magang selama beberapa waktu di institusi non-akademis seperti badan POM Belanda atau Uni Eropa, atau industri obat dan makanan. Proyek risetnya juga hanya sekali dan proyek riset kedua diganti oleh magang.
  • Yang kedua toxicology and drug disposition. Track ini berfokus pada toksikologi obat dan farmasetiknya.
  • Yang ketiga adalah pharmacoepidemiology (ini track yang saya ambil). Track ini mencakup farmakoterapi, farmakovigilans, dan epidemilogy database research
  • Atau bisa juga mengambil free track. Jadi kita bebas mau menentukan research kita akan di departmen mana, ini terutama menarik untuk yang mau spesialisasi di bidang yang tidak ada track default dari universitas, sehingga kita seolah-olah membangun track pengalaman sendiri.
  • Untuk 3 track di atas (selain free track), ada beberapa mata kuliah yang wajib kita ambil, dan research kita juga harus di departemen yang berhubungan, kalau free track bebaaas.. Enaknya di sini tu, kita jadi mandiri, mau menentukan langkah kita seperti apa.. Jadi kita harus pinter-pinter mengatur jadwal sendiri dan menentukan course apa saja yang akan kita ambil.

2. Mata kuliah yang terdapat pada program ini dan menarik bagi Anda?

CW

Mata kuliah wajib pada program ini hanya 2, yaitu: “Drug Development & Regulation” dan “Drug Discovery”. Untuk mata kuliah pilihan, mahasiswa dipersilakan memilih mata kuliah yang sesuai dengan minat dan topik penelitiannya. Beberapa mata kuliah pilihan pada program ini:

  1. Nanomedicine
  2. Biomolecular mass spectrometry
  3. Advanced organic synthesis
  4. Biotech product
  5. Bioanalysis
  6. Immunopharmacology
  7. Pharmacoepidemiology
  8. Pharmaceutical Policy Analysis, dsb

Karena saya melakukan riset di divisi Pharmacoepidemiology & Clinical Pharmacology, mata kuliah yang saya ambil adalah yang cukup berhubungan dengan topik tersebut, diantaranya: Clinical Trials & Drug Risk Assessment, Epidemiology, Statistics, Advanced Pharmacology

ML

  • Mata kuliah (course) yang wajib diambil untuk semua track adalah Drug Development (yg diambil di awal perkuliahan). Untuk track toxicology, pharmacoepidemiology, dan science, business and policy track ada mata kuliah yang wajib untuk diambil sesuai track. Kecuali untuk free track bebas memmilih mata kuliah apa saja.
  • Mata kuliah wajib untuk pharmacoepidemiology track: Basics in Medicine, Medical Statistics, Pharmacoepidemiology , Pharmaco-epidemiology in Practice, Advanced Topics in Pharmacoepidemiology
  • Mata kuliah wajib untuk toxicology track: Advanced pharmacokinetics, Molecular Toxicology
  • Mata kuliah wajib untuk business and policy track: Science and business, Science and policy, Internship business and policy
  • Course lengkapnya bisa dicek di link berikut ini http://www.rug.nl/ocasys/rug/vak/showpos?opleiding=4550

3. Apa saja pilihan topik penelitian / proyek di program studi tersebut? Apa kira-kira rencana penelitian / projek Anda (jika sudah ada)?CW

Research group/divisi yang bisa dipilih untuk melakukan riset pada program Drug Innovation:

  • Biomolecular mass spectrometry & proteomics
  • Medicinal chemistry & chemical biology
  • Pharmaceutics / Biopharmacy
  • Pharmacology
  • Pharmacoepidemiology & Clinical Pharmacology

Untuk melihat gambaran riset pada tiap grup riset, bisa dibuka link berikut ini: http://www.uu.nl/en/research/utrecht-institute-for-pharmaceutical-sciences-uips/research/research-groups. Saya sendiri melakukan riset di divisi Pharmacoepidemiology & Clinical Pharmacology, mengenai metodologi uji klinik

Monik

Research yang bisa dipilih di MPS:

  • Analytical Biochemistry
  • Drug Design
  • Molecular Pharmacology
  • Pharmaceutical Analysis
  • Pharmaceutical Biology
  • Pharmaceutical Gene Modulation
  • Pharmaceutical Technology and Biopharmacy
  • Pharmacoepidemiology and Pharmacoeconomics
  • Pharmacokinetics, Toxicology and Targeting
  • Pharmacotherapy and Pharmaceutical Care

Bisa cek satu persatu di sini: http://www.rug.nl/research/fmns/group/pharmacy-oriented

  • Research 1 saya di dept Pharmacotherapy and Pharmaceutical Care. Dengan penelitian: Drug Interaction in Pregnancy: The Role of Placental Transporter Proteins in Fetal Drug Exposure
  • Colloqium project saya di dept Pharmacoeconomics. Dengan judul Cost effectiveness of HPV vaccines in ASEAN: A Systematic Review
  • Essay Project saya, saya kerjakan di Dept Epidemiology, Dept yang terintegrasi dengan UMCG (RS-nya). Dengan penelitian: Impact of Targeted Therapies on Survival in Human Epidermal Growth Factor 2 (HER2) Positive Metastatic Breast Cancer Patients
  • Research 2 saya di dept Pharmacoepidemiology (masih berlangsung). Dengan penelitian: TRENDS IN PRESCRIPTION DRUG USE AMONG ADULTS IN NETHERLANDS

Laras:

Research 1 saya di unit Structural Biology, departemen Drug Design dengan judul penelitian Crystallization of Hemagglutinin Receptor Binding Domain to Determine the Binding Mode of a Novel Inhibitor. Research 2 saya di unit Nanomedicine, departemen • Pharmacokinetics, Toxicology and Targeting (masih berlangsung) dengan judul Intracellular Uptake and Final Fate of Nanoparticles in Cells.

4. Apa program studi S1 Anda? Apakah relevan dengan jurusan S2 yang Anda ambil? Program studi apa saja yang relevan untuk studi S2 Anda?

CW

Program studi S1: Farmasi dengan skripsi/peminatan di area farmasi klinik + Profesi Apoteker.

Ya, jurusan ini cukup sesuai dengan background akademik saya, terutama karena saya mengambil riset di divisi pharmacoepidemiology & clinical pharmacology.

Monik

Program studi S1: Farmasi Klinik dan Komunitas. + Profesi Apoteker (Pelayanan Farmasi)

Jurusan ini sesuai dengam background akademik saya, terutama saat saya mengambil track pharmacoepidemiology.

Background bachelor yang berlatar belakang farmasi sangat terbuka chance-nya untuk apply MPS. Tapi ternyata ga cuma farmasi, related research fields yang berhubungan dengan molecular and cellular biology, kimia organik, biokmia, juga bisa kok.

Laras

Program studi S1 saya Farmasi Klinik dan Komunitas + profesi apoteker di pelayanan farmasi. Tugas akhir S1 saya di laboratorium Bahan Alam dan Analisis Farmakokimia untuk meneliti efek berbagai ekstrak bahan alam terhadap pembentukan asam urat (menggunakan enzim Xanthine Oxidase). Meskipun program studi S1 saya terkesan tidak relevan dengan bidang penelitian S2 saya (Structural Biology dan Nanomedicines), namun menurut saya sebetulnya bidang Farmasi Klinik sangat luas. Misal bidang Farmakologi yang identik dengan Farmasi Klinis, yang melihat efek obat dalam tubuh. Di Groningen, mempelajari efek obat dalam tubuh tidak hanya melihat data pasien saja, melainkan bisa sangat detil mempelajari efek obat dalam skala organ, jaringan, bahkan sel dari si pasien (seperti penelitian saya melihat efek nanopartikel dalam sel manusia). Selain itu disini bidang ilmu tidak terlalu terkotak-kotak, semua bidang bisa saja saling dikaitkan untuk suatu topik tertentu, misal pencarian vaksin influenza baru. Dari pengalaman riset pertama saya, saya terlibat pengembangan vaksin influenza baru di departemen Drug Design, seseorang berlatar belakang kimia bisa bekerjasama dengan fisikawan atau bioteknolog, bahkan database programmer. Karena memang sudah disadari pengembangan obat adalah suatu proses panjang yang membutuhkan banyak metode yang dikuasai oleh orang-orang dengan berbagai latar belakang.

5. Bagaimana cara mendaftar ke program studi Anda? Apa saja requirementsnya? 

CW

Cara mendaftar untuk program ini adalah melalui kampus, bukan melalui profesor.Caranya dengan submit dokumen yang disyaratkan secara online, lalu kirim copy dokumen langsung ke Belanda, dan kadang diperlukan wawancara langsung via Skype, kemudian LoA keluar. Dokumen yg dibutuhkan diantaranya IELTS minimal 6.5, ijazah, transkrip, surat rekomendasi, dsb.

Untuk persyaratan lengkapnya, bisa dilihat di: http://www.uu.nl/masters/en/drug-innovation/admission-and-application/non-eu/ndu#quicklinks

Kandidat dengan background non-farmasi bisa diterima di program ini asal menyelesaikan pre-master programme selama kira2 6 bulan.

ML

Nih langsung intip ini aja yaah http://www.rug.nl/masters/medical-pharmaceutical-sciences/admission-and-application. Apply S2 di RuG menurut saya ga terlalu rumit, websitenya user friendly, semua prosedurnya bisa kita ikuin asal dibaca we pelan-pelan dan dihayati.

Stepnya:

  • Bikin akun di Studielink (https://app.studielink.nl/front-office/?brinCode=21PC) à
  • Upload dokumen2 yg dibutuhkan via OAS (Online Admission System) RuG, saat ini lagi belum bisa dibuka linknya. Nanti saat pendaftaran mahasiswa baru dibuka kayaknya baru bisa diakses
  • Bayar admission fee 75 euro
  • Tunggu balasan sekitar 3-6 minggu
  • Balasan bias berupa: conditionally admitted, unconditionally admitted (2 ini yg disebut letter of acceptance), atau unadmitted (saya lupa pastinya apa)
  • Kalau sudah diterima, kirim2 dokumen yang diperlukan via surat. Nanti akan diberitahukan dokumen apa saja yang perlu dikirim
  • Setiap update akan dberitahukan via email atau melalui studielink

Syarat pendaftaran (bias cek lengkap di webnya). Ini yang saya masih ingat:

  • Ijazah, transkrip (dalam Bahasa Inggris)
  • IELTS 6.5 (band 6), atau TOEFL IBT (aduh lupa tepatnya, maaf)
  • Surat Rekomendasi (2)
  • CV
  • Paspor

6. Pilihan beasiswa apa saja yang ditawarkan? Apakah Anda menggunakan beasiswa? Jika ya, beasiswa apa yang Anda ambil dan bagaimana cara apply-nya? 

CW 

Ya, saya menggunakan beasiswa LPDP. http://www.beasiswa.lpdp.kemenkeu.go.id/

Cara apply: buat akun di website lpdp, submit persyaratan2 yang dibutuhkan, ikuti wawancara, LGD (leaderless group discussion),  dan on the spot essay writing. Ada beasiswa yang ditawarkan kampus, yaitu Utrecht excellence scholarship untuk kandidat yang memiliki record academic outstanding saat bachelor.

Persyaratan Utrecht excellence scholarship http://www.uu.nl/masters/en/general-information/international-students/financial-matters/grants-and-scholarships/utrecht-excellence-scholarships

ML

Beasiswa LPDP. Cara apply: idem dengan di atas.

Beasiswa lain setahu saya: Stuned, NFP, Orange Tulip Scholarship (ditawarkan oleh Nuffic Neso) atau bisa cek: http://www.rug.nl/education/international-students/financial-matters/grant-finder

7. Apakah ada jurusan yang sama dengan Anda di universitas lain di Belanda? Bagaimana komparasinya?

CW

Ada, di Groningen. Lalu di vrije universiteit amstrdam, nama program: programnya Drug Discovery & Safety (medicinal chemistry) http://www.vu.nl/en/programmes/international-masters/programmes/c-d/drug-discovery-and-safety/. Lalu BioPharmaceutical Sciences di leiden university: https://studiegids.leidenuniv.nl/en/studies/show/4143/bio-pharmaceutical_sciences_systems_pharmacology

8. Apa saja prospek kerja yang relevan dengan program studi Anda? Apa rencana Anda setelah lulus?

CW

Prospek:

  • peneliti, baik di lingkungan akademis maupun di pharma industry
  • badan regulatory

Rencana saya setelah lulus, melanjutkan PhD di bidang yang sama.

ML

Prospek kerja yang relevan: Bisa tergantung track yg diambil tadu.

  1. Researcher (lanjut PhD)
  2. Akademisi
  3. General hospitals
  4. Pharmaceutical, chemical, biomedical industries and food industries
  5. Governmental and semi-governmental institutions such as the Medicines Evaluation Board or the Ministry of Health and Welfare (kalau di Indonesia seperti badan POM atau Kemenkes)
  6. Societal and patient organization

Rencana setelah lulus: melanjutkan PhD di bidang yang sama

9. Bagaimana ilmu Anda bisa bermanfaat di Indonesia?

CW

Karena riset saya berkaitan dengan metode uji klinik, diharapkan ilmu itu berguna untuk pengembangan obat di Indonesia.

Monik

Bidang epidemiologi dan farmakoepidemiologi  sedang berkembang di Indonesia, diharapkan penelitian di bidang tsb bisa semakin maju di Indo, dan bermanfaat utk dunia kesehatan masyarakat.

10. Untuk jurusan Drug Innovation di Utrecht, apakah memungkinkan untuk research nanomedicine/nanobioteknologi?

CW

Ya, sangat memungkinkan untuk jurusan Drug Innovation. Teman-teman bisa mengambil riset di divisi Pharmaceutics/Biopharmacy di UIPS, dengan riset bidang Nanoparticle engineering for targeted drug delivery.

Beberapa teman ada yang mengambil riset tersebut. Selain itu, bisa dilengkapi dengan mengambil matakuliah pilihan Nanomedicine. Lebih lengkapnya silakan buka http://www.uu.nl/en/research/pharmaceutics

11. Apakah perbedaan jurusan medical pharmaceutical drug innovation dengan medical pharmaceutical science

ML

Teman saya kebetulan pernah langsung bertanya pada Academic Advisor for Life Sciences programs (termasuk MPS) melalui email mengenai perbedaan MPS dan MPDI. (Sebelum kemudian dia memutuskan untuk memilih yang mana)

Berikut jawabannya:

  • MPDI memiliki seleksi dan prosedur penerimaan yang lebih ketat daripada MPS. Mereka juga melihat transkrip.
  • MPS di bawah fakultas MIPA (atau sains), MPDI di bawah fakultas kedokteran
  • Course dan research untuk MPDI sudah lebih strict, fixed program. Kalau MPS masih bisa memilih track sesuai keinginan kita.
  • Ada seleksi lebih lanjut untuk mendapat beasiswa program MPDI, MPS tidak ada program beasiswa.

Untuk konsul mengenai program bisa kontak melalui email Academic Advisor for Life Sciences: W.N. (Wouter) van Egmond, University of Groningen, Faculty of Mathematics and Natural Sciences. Education Support Centre

Mo-Th-Fr: Room 5161.0043, Bernoulliborg. Nijenborgh 9, 9747 AG, Groningen. T: +31 50 363 9770. Tu and We: Room 3213.0015, UMCG, Antonius Deusinglaan 1, 9713 AV, Groningen. T: +31 50 363 8547. E: w.n.van.egmond@rug.nl. http://www.rug.nl/staff/w.n.van.egmond. Appointments: https://wvanegmond.youcanbook.me

12. Di Utrecht maupun di Groningen, adakah jurusan yang sesuai untuk farmasi analisis?

CW

Kalau di Utrecht, analisis farmasinya lebih ke arah analisis protein untuk identifikasi protein yang involved di pathogenesis penyakit. Jurusannya sama di drug innovation, tapi risetnya bisa ke divisi biomolecular mass spectrometry & proteomics. Untuk melihat riset yang lebih lengkapnya silakan buka http://www.uu.nl/en/research/biomolecular-mass-spectrometry-and-proteomics

ML

Di Groningen, analisis farmasi ada di grup Analytical Biochemistry. Disini sama seperti di Utrecht, fokusnya penemuan biomarker baru (biasanya protein) untuk diagnosis penyakit maupun molekul biologis yang terlibat dalam pathogenesis penyakit. Namun, metode-metode yang umumnya banyak dipakai di farmasi analisis seperti analisis instrument spektrometri dan kromatografi banyak dijumpai juga di grup-grup lain seperti Drug Design, Pharmaceutical Analysis, dll. Semua grup ini tergabung dalam unit riset besar Medicinal Chemistry and Bioanalysis.

13. Di Utrecht maupun di Groningen, adakah jurusan yang sesuai untuk farmasi klinik dan farmakoekonomi?

CW

Di Utrecht, program yang fokus ke clinical pharmacy adalah Master of Pharmacy. Program ini merupakan syarat untuk menjadi pharmacist (setara program studi profesi apoteker kalau di Indonesia), dengan durasi 3 tahun. Di program Msc Farmasi ini, terdapat program internship di hospital dan community pharmacy.

Namun, perkuliahannya menggunakan Bahasa Belanda. Untuk mahasiswa internasional yang tertarik di bidang farmasi klinis & farmakoekonomi, bisa mengambil jurusan Drug Innovation dengan mengambil riset di divisi pharmacoepidemiology & clinical pharmacology. Di divisi tersebut terdapat kesempatan riset di bidang clinical pharmacology & farmakoekonomi.

ML

Di Groningen, jawabannya idem dengan Utrecht (Untuk S1-Master Pharmacy), perkuliahan dalam Bahasa Belanda. Untuk S2 mahasiswa Internasional, di MPS bisa ambil track pharmacoepidemiology atau free track kemudian mengambil research di dept pharmacoeconomy (contoh: saya bisa ambil colloquium project di sini) atau di dept Pharmacotherapy and Pharmaceutical Care (saya ambil research 1 di sini)

14. Di Utrecht maupun di Groningen, apakah tersedia program s1 farmasi internasional yang menawarkan beasiswa?

CW

Program Bachelor of Pharmacy di Utrecht University semuanya berbahasa Belanda. Program Bachelor of Pharmacy di RUG  semuanya berbahasa belanda, beasiswa kebanyakan utk mahasiswa lokal sini

ML

Sama untuk di RuG

15. Baik di Utrecht ataupun di Groningen, apakah ada jurusan yang fokus pada teknologi herbal dan controlled drug release?

CW

Herbal: sepertinya tidak ada

Controlled drug release: ada, di jurusan drug innovation dengan major di divisi Pharmaceutics

ML

Herbal ada di Groningen, namun mungkin tidak seperti penelitian bahan alam di Indonesia (ekstraksi dll). Di Groningen ada grup Pharmaceutical Biology (kalau di Indonesia ekivalen sama Bioteknologi) yang menyintesis senyawa terapetik dari tumbuhan di bakteri. Jadi metodenya kira-kira seperti ini: gen yang memproduksi senyawa biologis yang memiliki efek terapetik dari tumbuhan ditransfer ke bakteri atau ragi, sehingga bakteri atau ragi tersebut dapat memproduksi senyawa yang sama dalam jumlah terkontrol dan mudah dimurnikan (tidak seperti metode ekstraksi yang sulit untuk mendapatkan senyawa murni).

Controlled drug release ada di Pharmaceutical Technology and Biopharmacy, fokus utama grup ini adalah pengembangan dry powder inhaler untuk vaksin flu, namun penelitian tentang bentuk sediaan lain juga banyak.

16. Biaya perkuliahan?

CW

Di Utrecht sekitar 19.000 euro untuk yang non-EU per tahun. Atau sekitar 300 juta rupiah/tahun.

ML

Groningen: sekitar 13.000  euro setahun

17. Berapa living cost di belanda dan termasuk apa saja?

ALL

Minimal 800 euro per bulan (sewa kamar, makan, transportasi, dsb)

18. Apakah harus lancar berbahasa Belanda, dan apakah mudah menemukan makanan halal?

ALL

Tidak harus, semua orang di Belanda umumnya mahir berbahasa Inggris. Semua perkuliahan juga dengan Bahasa Inggris. Menemukan makanan halal Insya Allah mudah. Di tiap kota ada gerai yang menjual daging halal.

19 Perbedaan sistem pendidikan farmasi di Indonesia dan Belanda

ALL

Di Belanda, untuk menjadi pharmacist, harus menempuh:

  • Bachelor of Pharmacy (3 tahun)
  • Master of pharmacy (3 tahun) (gelar:M.Sc, sudah bisa menjadi registered pharmacist untuk bekerja di community pharmacy/apotek)
  • Tapi untuk menjadi hospital clinical pharmacist harus menempuh pendidikan lanjutan setelah master of pharmacy selama 4 tahun training (gelar:PharmD)

20. Baik di Utrecht maupun di Groningen, bidang penelitian apa yang sedang hangat / menarik baik di bidang pharmaceutical sciences mapun di bidang clinical pharmacology?

CW

Bidang pharmaceutical sciences: nanoparticle for targeted drug delivery

Bidang clinical pharmacology: pharmacogenetics

ML

Bidang pharmaceutical sciences: nanoparticle for targeted drug delivery, sintesis biological substances seperti enzim dan berbagai protein (terutama yang menjadi target obat atau enzim-enzim yang dipakai sebagai katalis industri obat), formulasi powder untuk inhalasi (obat penyakit respirasi dan vaksin flu), sintesis senyawa yang dihasilkan oleh bahan alam menggunakan metode bioteknologi

Bidang clinical pharmacology: pharmacogenetics, liver diseases, respiratory diseases, efek nanopartikel pada sistem biologis manusia.

21. Apa pesan Anda untuk peserta diskusi?

CW: Man jadda wa jadda

ML: Do your best, and let Allah takes the rest

— Sekian rangkuman dari saya, Semoga bermanfaat

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s