Apoteker Bercerita


Suatu kali teman saya yang dosen di farmasi me-mention saya di fesbuk. Mahasiswanya ada yang bikin status seperti ini (maaf ya Dek saya upload di sini statusnya, tenang kan nama disamarkan, hehe). Antara pengen ngakak dan juga seneng masih ada yang baca blog kami di apotekerbercerita. Ngakak karena saya disebut-sebut sebagai ‘lulusan FKK di masa lalu’, berasa saya berasal dari zaman batu saking tuanya, haha.. padahal saya masih seangkatan pula sama temen saya yang dosen muda itu. Saya angkatan pertama FKK, tahun 2006.. jarak ke angkatan FKK paling muda sekarang 2014, cuma juga 8 tahun *cumaa Moon.. cumaa.. itu kalo anak udah SD kelas dua*. Seneng karena ternyata dari tulisan saya bisa ternyata mengena untuk si anak FKK tersebut, dia bisa merasakan apa yang saya tulis berarti. (oiya saya nyebut ‘saya’ doang tanpa Tim Apotekerbercerita lainnya karena saya satu-satunya FKK di dalam tim, lainnya anak STF, dan Sang Ilustrator tentu, hehe).

"Lulusan FKK di masa lalu..."

“Lulusan FKK di masa lalu…”

Dari status itu, saya jadi blog-walking ke blog kami Blog Apoteker Bercerita yang sudah berdebu dan tak terurus (postingan terakhir Oktober 2013) . Sekarang perasaan saya jadi merasa sedih sekaligus takjub. Sedih karena mimpi-mimpi kami dulu ternyata berhenti di tengah jalan. Takjub karena.. sempet yaa kami bisa ngerjain yang kayak ginian di sela-sela perkuliahan apoteker yang.. emm gitu deh. Bisa yaa kami bagi tugas dan mempublish artikel secara reguler sehari sekali selama beberapa bulan (sebelum terpotong sibuk ujian). Bisa serius banget ngerjain proyek ini! Bahkan kami sampai punya ilustrator impor dari SR untuk diajak bergabung, saya selalu ngefans sama ilustrasi bikinan Way. Dulu tu kami punya rapat rutin, ngebagi bahan tulisan dan jobdesk sebagai writer, editor, interviewer, secara bergantian. Ini adalah salah satu kerjaan yang saya rasa gak menganggu sama sekali aktivitas saya sebagai mahasiswa apoteker, istri (ehmm.. baru nikah), dan anak (ehmm.. masih nebeng rumah ortu).

Dan jangan salah, blog ini udah ada punya pembacanya sendiri lho, dilihat dari jumlah pengunjungnya aja udah lebih banyak daripada blog eyke sendiri, padahal blog ini udah dari kapan tahun berdirinya, sementara blog apotekerbercerita baru 5 tahunan. Kalau dilanjutkan lagi pasti ini bakal jadi blog favorit deh *sok pede*. Tentnya dengan konten yang dijaga kualitasnya.

(calon) Apoteker Bercerita Team --> karena waktu itu kami belum lulus apoteker

(calon) Apoteker Bercerita Team –> karena waktu itu kami belum lulus apoteker. Terbentuk di awal tahun 2011

Ide dari si Apotekerbercerita ini simple sebenarnya. Kami cuma ingin menyampaikan secara sederhana siapa sih apoteker? apa sih yang dipelajari di dunia farmasi? dan tentunya menyampaikan informasi dunia kesehatan dan farmasi dengan bahasa yang mudah dimengerti, bahkan oleh orang awam. Karena banyak lho orang yang gak tahu apa sih kerjanya apoteker? dan banyak juga orang yang mencari informasi mengenai obat melalui internet, jadilah beberapa artikel mengulas hal simpel tentang obat atau penanganan pada penyakit. Contohnya: kenapa kalau demam harus kompres air hangatpenggunaan obat maag, sampai mengulas obat sejuta umat, parasetamol.

Tulisan saya sendiri sebenernya ga bagus-bagus amat, suwer.. Tapi saya merasa saya melalui proses penulisan artikel di Apotekerbercerita saya belajar banyak:

  1. Saya harus mencari ide tentang tulisan apa yang pas ditampilkan di blog, isu apa yang lagi hangat, informasi apa yang orang banyak nyari.
  2. Saya harus nyari referensi yang lengkap dan benar untuk tulisan saya.
  3. Saya harus menyusun kembali informasi dari si referensi tersebut menjadi bahan tulisan yang informatif tapi bahasanya gak njelimet, tau sendiri bahasa kedokteran dan farmasi kadang bikin kita jadi males lanjutin baca.
  4. Saya juga belajar jadi editor untuk tulisan rekan saya sendiri.

Lucunya,  saya pernah menulis tentang epidemiologi, padahal dulu ya gak tertarik amat sama matkulnya, dosennya juga gak terlalu mengena ngajarnya. Tapi gak disangga sekarang saya nyemplung di dunia epidemiologi yang lebih spesifik ke farmasi, farmakoepidemiologi, jodoh pasti bertemu…

Jujur saya kangen. Saya kangen nulis kayak gituan lagi. Saya pengen nulis tentang kefarmasian lagi, bukan cuma curhatan atau cerita pengalaman pribadi doang ini blog. Salah satu blog panutan dalam kefarmasian yang informasinya sedep dan lengkap itu blognya Bu Zullies Ikawati , dosen Farmasi Klinik UGM. Saya dulu bercita-cita punya blog yang kayak gitu. Apa daya blog saya ngelantur kayak gini. Saya juga ngelihat ada blog temen saya anak tambang, sekarang dia lagi S3. Tulisannya seputar pertambangan, seputar hal yang berbau-bau keilmuannya, bisa yaa konsisten kayak gitu. Saya jadi merasa jadi seorang farmasis yang gak konsisten.. ente sebenernya serius ga sih di mau jadi seorang farmasis klinik sejati? Yang dulu sangat menggebu-gebu tertanam kepala.

Doakan saya ya pembaca, semoga saya bisa berada dalam jalan terang, kembali menulis yang bermanfaat seputar dunia farmasi, khususnya farmasi klinik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s