“Bad Experience” Akademis


Dapet himbauan dari admin LPDP NL untuk mengisi kuesioner mengenai Bad Experience di bidang akedemis yang dialami Awardee selama studi.

Halo teman-teman, kami coba mengumpulkan pengalaman-pengalaman buruk dari teman-teman awardee di Belanda. Sederhana sekali tujuannya. Kami ingin generasi selanjutnya belajar dari pengalaman kita. Misalnya, gagal exam, revisi proposal, rejection paper, dll. Kita coba memberi gambaran bahwa ke Belanda itu bukan hanya jalan-jalan dan foto-foto, tapi perjuangan dibalik itu dijelaskan. Mari berpartisipasi. Semoga bermanfaat terutama untuk awardee generasi selanjutnya. Salam, *LPDP NL*

Saya ikut ngisi juga dong, secara pernah mengalami GAK LULUS MATA KULIAH haha.. Sebenernya waktu S1 saya gak pernah gak lulus ujian, ujian jelek sih pernah, tapi belum pernah mengalami pressure yang seperti ini selama kuliah S1. Oiya kecuali pressure ujian apoteker ITB yah, itu mah gak ada duanya. Ujian terberat selain ujian melahirkan *lebaay maninngg*. Baca curhatan ujian saya di sini. *Panjang bok, tapi itu tulisan dibundel sekalian sama soal dan jawaban saya untuk diwariskan ke generasi berikutnya, semoga bermanfaat*

Yasud, sekalian saya tulis di sini saja yaa..

Jika Anda pernah tidak lulus mata kuliah, mengapa? 

Saya pernah tidak lulus mata kuliah Medical Statistics. Course ini yang paling susah dari seluruh course yang saya ikuti. Course-nya terdiri dari materi di kelas dan praktikum SPSS. Kuliahnya cukup padat. Penilaian dari ujiannya cukup ketat juga.

Bagaimana Anda bangkit dari kegagalan tersebut, ada tips khusus?

Ujian berikutnya berjarak sekitar 5-6 bulan. Sekitar sebulan sebelum ujian saya sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Belajar lagi dari awal, dari buku, latihan soal, googling sendiri secara mendetail untuk hal-hal yang memang kurang paham, sampai saya juga belajar dari Youtube untuk soal/penjelasan materi statistik. Pokoknya semua saya gali, sampai ke definisi yang saya tidak mengertipun saya cari. Yang penting saya paham apa maksud pengertian ini, rumus itu, istilah ini dan itu, semua. Baiknya dosen di matkul ini juga memberikan feedback pada hasil ujian. Beliau memberi tahu di mana kesalahan saya. Selain itu beliau juga selalu terbuka jika mahasiswa mau bertanya apapun terkait course. Sebelum ujian beliau memberikan kuliah ekstra khusus untuk kami (yang tidak lulus) agar bisa bertanya dan membahas apa yang tidak kami mengerti. Saya sempat stres dan takut bagaimana kalau tidak lulus lagi. Masa harus ngulang ujian 6 bulan lagi??!

Saya tidak ngoyo, saya cukup sadar diri kok, target saya ya yang penting lulus aja. Tapi saya pikir saya sudah berusaha cukup keras sebelum ujian, dibandingkan dengan ujian pertama. Ketika ujian saya merasa lebih rileks dan bisa menjawab semua soal walaupun tidak tahu benar atau tidak, tetapi setidaknya saya paham apa maksud soal dan paham bagaimana menjawabnya. Berbeda dengan ujian sebelumnya, ada soal yang bahkan saya tidak mengerti harus pakai rumus apa untuk menjawabnya. Alhasil saya berhasil lulus! Saya puas sekali, meskipun nilainya tidak WOW banget, tapi saya benar-benar bersyukur dan merasakan kerja keras saya terbayar. Ketika bertemu dengan Dosen pengajar tersebut bahkan dia menyalami saya dan mengucapkan, Congratulation, You did great! Seperti ada kupu-kupu yang terbang dari perut ke dada saya, saking senangnya, haha, Alhamdulillah.

Apa tips untuk awardee generasi selanjutnya yang akan studi di universitas Anda?

Jangan takut bertanya, jangan takut merasa bodoh. Bodoh itu adalah ketika kita merasa tidak berani bertanya untuk hal yang tidak kita mengerti. There’s no stupid question. Ketika memang tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dari bertanya, mulailah mengurai pertanyaan tersebut sedikit-sedikit, dari buku ataupun googling. Googling itu gak salah kok, Kita bisa mendapat jawaban apa saja dari googling, tinggal kita menyaring saja, mana yang sesuai dengan konteks yang kita pelajari. Manisnya perjuangan itu terasa bukan dari hasil yang kita dapat tapi ketika kita menengok ke belakang dan merasakan kerja keras kita  sebelumnya ternyata berbuah manis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s