Lingkungan Positif


Minggu lalu sebelum berangkat sekolah tiba tiba Runa bilang sama Ayahnya, “Yah, Runa mau ke sekolah pake kerudung”. Terus Ayahnya tanya balik pada Runa,”Wah Alhamdulillah, kenapa Runa kok tiba tiba pengen pake kerudung ke ke sekolah?” Maklum kan di sini jarang banget lihat anak kecil pakai kerudung. Ada beberapa, anak yang sudah cukup besar yang suka kami lihat di lingkungan rumah kami yang pakai kerudung. Biasanya orang Maroko, Turki, Somalia, atau Arab.

Tinggal di sini ya tentu kita gak bisa mengandalkan guru atau sekolahnya yang memberikan encouragment untuk pake kerudung (memangnya sekolah Islam di Indonesia?). Seperti saya dulu, sekolah saya sekolah Islam, anak-anak perempuan tiap hari jumat harus pakai baju muslim dan yang laki-laki pakai kerudung. Malah bagusnya lagi sekarang di Bandung malah sekolah negeri juga ada yang memberlakukan aturan untuk memakai baju muslim/muslimah di hari tertentu.

Saya dan suami sepakat untuk tidak buru-buru mengondisikan Runa untuk mulai pakai kerudung, dengan harapan pengertian dan keinginan menggunakan kerudung itu akan hadir dari Runa sendiri seirama dengan perkembangan umur Runa. Tentu dengan input-input yang kuat dari ayah bundanya. Runa juga sering melihat kawan-kawan kami (di Belanda) yang dari Indonesia mayoritas berjilbab. Jadi dia gak merasa itu aneh.

Jawaban Runa ketika ditanya alasan pakai kerudungnya, “Iya pengen sama kayak Aqila!” Kebetulan anaknya Mas Ris dan Mbak Afifah (tetangga kami) satu kelas dengan Runa. Dan semenjak pertama kali masuk sekolah, sudah pakai kerudung. Mereka memang dulu di Jember sudah biasa ke sekolah pakai kerudung. Begitu ke sini, kebiasaan itu berlanjut saja. Saya salut sih sama Mas Ris dan Mbak Afifah, mereka gak merasa kikuk untuk tetap mebiasakan kedua anaknya yang seumur Runa untuk pakai kerudung. Mereka terbilang cukup baru hijrah ke Groningen. Dan mereka yaa.. tetap melanjutkan kebiasaan itu pada anak-anaknya. Tanpa banyak mikir: aduh nanti gimana kalau dianggap aneh, kok kecil-kecil udah pakai kerudung segala. Itu sih sebenarnya pikiran saya, haha.. Kurang iman kayaknya.

Berkaca dari teladan yang diberikan Mas Ris dan Mbak Afifah, saya sangat merasa bahwa lingkungan yang positif itu salah satu nikmat yang sering kita lupa. Sering kali kita take it for granted. Bersyukur tetangga-tetangga kami di Groningen khususnya di Kajuit sangat terkondisi. Dari mulai ada pengajian tahfidz bareng sampe GGS  bukan Ganteng-Ganteng Serigala yak, haha.. tapi ganteng-ganteng subuhan😎 ke masjid. Kami menjalaninya bersama, saling menguatkan. Terkadang saya merasa ada rasa malas, tapi selalu ada yang mengingatkan. Kadang saya merasa jenuh, tapi mereka semua tetap bersemangat. Sehingga tawasoubil haq dan tawasoubil sabr-nya selalu terjaga. Itulah yang membuat saya merasa sedikit berat kalau nanti harus pindah rumah ke lingkungan lain, atau kalau suatu hari nanti pulang for good ke Indonesia.

Insya Allah saya merasa tingkatan “tetanggaan” ini sudah sampai pada Itsar (mendahulukan orang lain). Kami sangat berterima kasih karena sampai saat ini banyak sekali dibantu sama tetangga yang soleh dan solehah. Terutama menjelang dan pasca kelahiran Adik Senja (nanti ada ceritanya lagi deh yang lebih lengkap). Hanya Allah SWT yang bisa membalas semua kebaikan teman-teman semua. Seperti doa yang selalu kita candakan di akhir majlis “Semoga kita bisa tetanggan nanti di Jannah Al-Firdaus”, aamiin.

–tulisan ini awalnya adalah status Pak Suami di facebook, tapi saya ingin menyimpan di blog, soalnya bagus, haha.. Jadi tulisan ini saya poles sedikit. Terima kasih Pak Suami 🙂

Runa sebelum berangkat ke sekolah

 

Advertisements

4 thoughts on “Lingkungan Positif

  1. Fully inspired Mrs. Fajar..hehe…smg Nayla jg bs nyusul kk Runa pake hijab sedari kecil…terus produktif menulis nik..
    Tp ada 1 koreksi nih di tulisan monik…yg pake krudung perempuan y bkn laki2..hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s