Pharmacisthings, Serba-serbi Haji

Obat Penunda Haid selama Haji, Perlukah?


Salah satu concern bagi wanita (usia produktif) yang akan melaksanakan ibadah haji adalah datangnya menstruasi. Inginnya dalam rangkaian ibadah haji itu bisa full bersih tanpa “diganggu” si merah. Namanya juga udah datang ke rumah Allah dan ke kota Nabi, kan ingin bisa beribadah di sana terus-terusan. Kalau lagi mens, gak bisa beribadah dong? gak bisa tawaf, dan gak bisa ke masjid? Lalu akhirnya demi bisa menyapu bersih semua ibadah selama di tanah suci, banyak wanita yang mengambil jalan tengah untuk mengonsumsi obat penunda haid.

Nah, sebelum membahas mengenai obat penunda haid, kita harus tahu dulu nih, seberapa penting obat ini dikonsumsi selama haji. Karena tidak sebenarnya wanita tetap bisa beribadah di tanah suci ataupun melakukan beberapa ritual haji meskipun sedang haid.

  1. Wanita yang sedang haid tidak dilarang melakukan kegiatan manasik haji, seperti wukuf di Arafah, mabit di Mudzalifah, dan melontar jumrah. Yang tidak diperbolehkan hanya melakukan tawaf di Baitullah.
  2. Dari segi hukum syar’i wanita yang sedang haid itu dilarang salat, puasa, dan tawaf. Tetapi tetap bisa berdoa di masjid, mengunjungi Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Kalau saya sih asalkan bisa memastikan tidak ada darah haid yang berceceran, tidak mengapa kita memasuki masjid. Lagipula di zaman sekarang, pembalut sudah sedemikian ada dibuat untuk mencegah darah bisa tembus.
  3. Meski tidak bisa salat di masjid, tetapi kita masih bisa melakukan kegiatan ibadah lainnya, seperti membaca dan mentadaburi Al Qur’an (bukan mushaf ya, artinya Al-Qur’an yang disertai terjemahan masih boleh dipegang dan dibaca), berdoa, berzikir, dan lain-lain.

Jadi jelas ya batasannya. Jadi sebenarnya ketika kita mens, kita masih bisa kok melakukan semua kegiatan manasik haji. Nanti untuk tawaf ifadah bisa diakhirkan setelah mensnya selesai.

Tapi tetap nih, kok rasanya ganjel beribadah tapi sambil mens. Inginnya suci terus biar bisa pol ibadahnya. Akhirnya obat penunda haid pun dipakai. Salah satu obat penunda haid yang sering digunakan adalah Primolut N. Yuk kenalan sedikit dengan obat ini.

Primolut N tergolong obat hormonal (orang sering bilangnya obat KB) yang merupakan turunan dari progesteron sintetik. Obat ini bekerja menunda menstruasi dengan cara menguatkan dinding rahim sehingga mencegah luruhnya dinding rahim yang menebal. Primolut biasa diresepkan untuk mengobati/menangani: 1. Siklus mens yang tidak teratur, 2. Gejala PMS dan ketika mens, meliputi nyeri perut/kram atau darah mens yang banyak, 3. Endometriosis, yait penebalan jaringan dinding rahim (endometrium) yang abnormal sehingga dapat mengakibatkan iritasi dan radang di jaringan sekitarnya. Biasanya gejala yang timbul adalah nyeri yang hebat, terutama ketika mens.

Penampakan Primolut N. Sumber gambar dari sini

Kenapa Primolut N bisa mencegah datangnya haid?

Masih pada hapal siklus haid ga yang sering diulang-ulang di pelajaran biologi? Dan sering muncul di pertanyaan SPMB? Saya sih suka lupa haha.. Tapi buat yang masih inget mungkin bisa terbayang cara kerja primolut secara umum. Hormon dalam tubuh kita bekerja secara seimbang, akan ada fase saat ia diproduksi banyak dan sedikit. Hormon progesteron mulai diproduksi setelah masa ovulasi (masa subur). Hormon ini akan berada di tingkat paling tinggi untuk menebalkan kembali dinding rahim (sebelum menstruasi terjadi). Ketika kadar progesteron menurun, maka lapisan dinding rahim luruh dan menyebabkan menstruasi.

Primolut kan berisi hormon progesteron. Jadi ia akan bekerja sebagai progesteron (buatan). Fungsinya ya menjaga kadar progesteron tidak menurun, meski fase mens sudah akan datang. Jika kadar progesteron tetap tinggi, maka dinding rahim tidak akan meluruh dan mens tidak terjadi.

Bagaimana cara pakainya ketika digunakan untuk menunda haid?

Dalam mengonsumsi obat ini hendaknya harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Tetapi pengalaman saya dari hasil googling, tanya pada teman dokter, konsultasi dengan dokter, dan tanya pengalaman teman yang pernah pakai, semua jawaban bervariasi, heuheu.

Saya simpulkan saja nih ya dari hasil-hasil googling dan pengalaman serta dari logika cara kerja Primolut dalam menunda haid. Untuk menunda haid, sebaiknya Primolut mulai diminum satu minggu hingga tiga hari sebelum hari perkiraan menstruasi (dengan catatan siklus mensnya teratur ya) dengan dosis 2-3 pil sehari. Baiknya Primolut selalu diminum di jadwal yang sama setiap harinya. Kenapa harus diminum sebelum haid? ya tentu untuk menjaga kadar progesteron tetap tinggi dan dinding rahim tidak keburu luruh duluan.

Adakah efek sampingnya?

Namanya obat, zat kimia, tentu ada efek yang akan diberikan pada tubuh. Baik efek yang dikehendaki maupun sebaliknya. Beberapa efek samping yang sering dilaporkan: sulit tidur (insomnia), rambut rontok, gatal atau ruam, berat badan meningkat, pusing, rasa tidak nyaman pada payudara, kembung, sakit kepala, dan mual.

Perlu diingat respon tubuh tiap orang dalam mencerna obat akan berbeda-beda. Misalnya ada orang yang lebih sensitif dan merasa mual ketika mengonsumsi obat ini, ada yang tidak.

Penggunaan Primolut harus lebih ekstra  hati-hati pada kondisi berikut: epilepsi, asma, tromboemboli (pembekuan darah di pembuluh darah), riwayat migrain, hipertensi, diabetes, gagal jantung, riwayat depresi, penurunan fungsi ginjal dan hati.

Tentu saja ada kondisi tertentu yang lebih baik obat ini tidak dikonsumsi: sedang hamil atau diduga hamil, menyusui, memiliki riwayat penyumbatan pembuluh darah, memiliki riwayat migrain parah, memiliki riwayat sakit liver, memiliki riwayat tumor/kanker, dan memiliki masalah pendarahan vagina.

Tentunya obat ini juga baiknya tidak dikonsumsi terus-menerus, apalagi sebulan full (misalnya) ketika berada di tanah suci. berkonsultasilah pada dokter mengenai siklus mens Anda dan jadwal mengonsumsi obat ini. Cocokkan kalender siklus haid Anda dengan jadwal ketika di tanah suci. Misalnya jadwal mens Anda diperkirakan ketika Anda di Madinah dulu selama seminggu sebelum ibadah wajib haji, ya sudah tidak apa-apa, biarkan saja mensnya selesai dulu, malah Anda mungkin tidak perlu minum obatnya. Atau ternyata jadwal mens Anda kira-kira di Mekah, Anda bisa meminumnya dari sejak di Madinah (sebelum ke Mekah). Eh iya jadwal di tanah suci juga beda-beda ya, ada yang ke Mekah dulu ada yang ke Madinah dulu.

Primolut ini efektif dalam menunda haid hanya selama 14 hari. Kalau bisa ya jangan lebih dari 14 hari itu. Kemungkinan terjadi efek samping akan lebih besar. Salah satunya jika Primolut dikonsumsi terlalu lama bisa menyebabkan perdarahan menstruasi yang berlebihan.

Di mana bisa memperoleh Primolut N?

Obat ini bisa diperoleh dengan resep dokter. Tetapi kadang-kadang ada juga apotek yang mau ngasih kalau kita minta, heuheu.. gak bagus sih. Saya pernah beli di Indonesia, ada apoteker/asistennya nanya dulu: “Sudah biasa pakai?”, kalau kita bilang iya, ada kemungkinan ia akan memberikannya. Mungkin maksudnya kita sudah bisa beli obat tersebut sebagai KB, jadi dirasa kita sudah tahu cara menggunakannya. Ada juga yang langsung memberi tanpa bertanya apa-apa. Namun, ada juga apoteker/asisten yang strict, gak mau ngasih tanpa resep dokter. Itu baru yang bener, hehe.

Kalau di Belanda, saya rasa tentu gak bisa asal beli di apotek. Tetap harus ke dokter dulu dan minta resep. Katanya sih dokter di sini sudah pada paham kegunaan Primolut untuk haji.

Pengalaman saya menggunakan Primolut N ketika haji

Tahun 2016 itu, siklus mens saya cukup teratur. Dengan durasi yang panjang dan kuantitas yang banyak. Hal ini dipengaruhi karena IUD yang saya gunakan. Saya sudah menandai tanggal kira-kira saya mens adalah ketika mulai prosesi haji. Di Madinah kami menghabiskan waktu sekitar 5 hari kalau tidak salah. Jadi untuk amannya saya mulai minum Primolut pas banget ketika kami baru berangkat dari Belanda menuju Jeddah. Saya minum dua pil sehari, pagi dan malam hari. Alhamdulillah tidak ada efek samping berarti yang terasa. Ketika mulai prosesi haji, saya mulai merasa ada flek-flek (kayak awalan mau mens gitu), takut mens keluar di saat-saat genting (di Mina, Arafah atau Muzdalifah) akhirnya saya menambah dosis Primolut menjadi tiga kali sehari. Meskipun sebenarnya gak papa sih kalau mens keluar pada saat-saat itu, toh masih bisa beribadah. Cuma saya takut gak fokus aja, pas mens kan cenderung ribet harus ganti pembalut dst, padahal situasi di sana tidak bisa diprediksi.

Kemudian, ketika kami sudah lempar jumrah aqobah (lempar jumrah yang hanya sekali dan pertama kali), kami memutuskan untuk langsung lanjut tawaf ifadah. Tujuannya untuk menyegerakan kewajiban (agar kewajiban ihram segera gugur). Selain itu, saya juga takut keburu mens. Nanti kalau sudah mens, gak bisa tawaf (kan haram). Jadilah, meski lelah luar biasa hari itu, setelah dari muzdalifah dan lempar jumrah aqabah, saya dan suami memutuskan untuk menyelesaikan yang rukun haji ini. Alhamdulillah lega rasanya, walaupun badan pegal semua.

Saya juga bisa berhenti minum primolut, agar mens saya bisa datang. Benar saja, hanya sehari setelah berhenti minum, mens saya muncul. Tapi semua rukun haji sudah dilaksanakan, tinggal tawaf wada saja yang saya harus dalam keadaan suci. Masih ada waktu seminggu lebih untuk menunggu mens saya selesai dan saya berharap ketika kami sudah mau pamit dan melakukan tawaf wada, saya sudah suci. Qadarullah hal tersebut terlaksana juga.

Semoga informasi singkat ini bisa bermanfaat untuk para wanita yang akan melaksanakan haji dan umrah, aamiin.

Sumber:

https://www.drugs.com/uk/primolut-n-leaflet.html

https://www.medicines.org.uk/emc/product/1135/smpc

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s