Trash = Relieved

Berfokus pada Hal Positif


Sudah lama banget saya gak nulis, jadi mungkin neuron-neuron otak saya dalam menulis bekerja lebih lambat dan gak sistematis.

Sebenarnya saya sediiihh banget udah lama ga cerita di blog. Saya merasa menulis tetap menjadi terapi saya yang utama, selain curhat sama Allah, baca surat cinta Allah, dan yang setelahnya curhat sama suami. Menulis itu bisa mengurai emosi saya, sehingga saya gak terlalu labil dan eksplosif kalau menghadapi masalah.

Terapi saya yang lain tentunya baca. (Jangan bilang baca paper ke saya ya, saya sudah mabok paper). Bacaan yang jadi terapi saya ya.. blog, wattpad, novel dan non fiksi ringan. Saya rindu banget nulis di blog. Rasa rindu saya nulis di blog terobati dengan baca postingan-postingan timeline wordpress saya. Ada cerita dari Mbak Dewi yang selalu seru dan bikin saya ngakak, curcol sederhana mengenai drama korea. Ada cerita sehari-hari dari Ceu Yunyun yang kocak, hanya sesimpel mengenai perjalanan dari Jetinenjer ke Bandung tapi bikin saya happy. Ada Mbak Imel yang selalu update resep dan cerita hariannya di kantor maupun di rumah, sederhana tapi bermakna. Dan terbaru yang baru join wp Teh Ghina yang selalu menyelipkan manfaat di setiap tulisannya. Saya ingin nulis lagi seperti mereka. Menulis yang LUBER, langsung umum bebas dan rahasia (berasa pemilu haha). Langsung karena gak pake mikir banyak tapi ngalir aja. Umum soalnya ye ini kan platform umum. Bebas.. ya lepas gitu ga terhimpit beban. Dan tentunya rahasia, soalnya yang baca postingan saya itu memang orang tertentu aja yang mau baca. Teman di lingkungan sehari-hari, keluarga, follower IG atau temen di FB bahkan sedikiiit yang baca juga.

Akhirnya pagi ini, sebelum saya berkutat dengan tugas saya di kampus, saya menyempatkan dirilah bersihin sarang laba-laba yang udah mulai bersarang di pojok blog saya. Sambil sedikit mau mengadu pada Mamaah Dedeeh, “Curhat dooonngg” hahaha.. *Kangen juga saya sama tontonan tiap subuh itu, dah lama banget ga ngikutin.

Beberapa bulan ini saya merasakan banyak sekali himpitan di pundak dan dada saya. Sampai saya susah bernapas rasanya. Lalu saya kemudian sadar.

Di beberapa akun sosmed selebgram, social influencer, atau apalah namanya. Saya sering membaca caption mereka yang kurang lebih isinya seperti ini:

Be grateful and stay positive.

Just ignore the negativity around me.”

“Gue sih ga peduli omongan dan komentar jelek dari orang lain, fokus aja sama hal positif yang ada.”

Keep the positive energy inside, and throw away the discouraging things.

Haters mah cuekin aja”

And so on.. Well, since I am only rakyat jelata, awalnya saya gak begitu ngerti kenapa mereka sering banget curcol tentang “hal positif” dan “hal negatif” yang melingkupi mereka. Tapi ternyata saya bisa mengerti juga di kemudian hari, alasan mereka bilang gitu. Eh bukan karena saya tiba-tiba jadi seleb ya terus jadi ngerti posisi mereka. Tapi mau kamu seleb atau bukan, rakyat jelata atau kaum kerajaan, dalam kehidupan ini pasti kamu akan menemukan hal-hal positif dan negatif di sekeliling kamu, adanya orang nyinyir dan orang suportif, adanya orang yang menyakiti kamu dan orang yang lembut hatinya padamu. Tapi karena mereka orang terkenal, tentu porsi “ada yang nyinyir dan komen negatif” lebih jelas dan sering terjadi pada mereka.

Himpitan di pundak dan dada yang saya rasakan itu tentunya adalah akumulasi dari hal-hal negatif yang ada di sekitar saya. Tapi kemudian … Setelah saya pikir-pikir, ada berapa banyak sih hal negatif yang mampir pada saya? Bisa dihitung dengan jari mungkin: Sebutlah supervisor dan bos yang seperti jelmaan JP. Coen (yang ga kenal JP. Coen buka lagi buku sejarahnya ye), atau teman yang suka memberikan komentar negatif tanpa mikir dulu dan mengerti kondisi, orang judes yang ditemui di jalan, kolega yang ngenyek banget, atau lainnya.

Lalu berapa banyak sih hal positif yang saya dapatkan? Wah malah gak bisa dihitung dengan jari. Oke ada supervisor atau bos yang berdarah penjajah, tapi saya punya banyak kemudahan, suami yang soleh dan suportif, anak-anak yang sehat dan gak banyak rewel sama bundanya. Oke ada teman yang mulutnya perlu sekolah lagi, tapi itu cuma satu di antara sahabat-sahabat saya yang baik: Ada yang menampung curhatan saya ketika saya stres dan pusing dengan kerjaan kampus, ada yang tanpa saya minta bantuan selalu menawarkan bantuan, ada yang selalu menyemangati saya untuk tetap ngaji dan menambah hapalan, Masya Allah.

Kata-kata mereka tertata dan membuat hangat dada saya: “Ambil positifnya saja”, “Yang sabar ya Mbak Monik, Insya Allah semuanya bernilai ibadah.”, “Semangat, Mbak!” dan lainnya, walau hanya sesimpel kata-kata itu.

Iya ada kolega yang ngenyek banget, tapi itu cuma satu di antara kolega-kolega lain yang warm-hearted dan suka menolong. Iya ada juga orang judes yang saya temui di jalan, bahkan mungkin memandang aneh jilbab dan gamis saya, tapi lebih banyak lagi orang ramah yang saya jumpai. Ada kasir toko, dia muslimah, yang tahu saya berjilbab, menyapa saya dengan: “Assalamu’alaikum”, instead of “Goede Morgen” atau “Hoi”. Ada orang yang tidak saya kenal di jalan, tapi mereka tahu saya muslim, mereka lalu memberikan salam. Ada orang-orang Belanda yang ramahnya juga ngalahin pelayan Pizza Hut Indonesia.

lntinya, kenapa hati saya harus susah dengan hal negatif yang cuma sedikit? Mungkin saya terlalu fokus pada hal-hal negatif tersebut sehingga lupa bahwa lebih buanyaaakk lagi hal baik dan luar biasa yang Allah berikan untuk saya. Allah Maha Adil, tanpa kita minta, Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita. Sometimes pain is not about you, but it’s about something better that you did not know. Indah kan?

Why don’t we just spread the positivism and say good bye to the negativism around us?” –> Udah kayak caption-caption social influencer belom? Haha.

Advertisements

14 thoughts on “Berfokus pada Hal Positif”

    1. Mbaaak.. iya, ku tu pengen banget konsisten nulis kaya Mbak Imel, nulis apa aj gitu. Kalo dah nulis tu (meski isinya ngalor ngidul dan ga penting) rasanya kok plong dan menambah kewarasan ya, hihi. Mangkanya aku juga lebih suka baca tulisan yang bertema keseharian, ringan, tapi malah kadang kerasa manfaatnya. Daripada tulisan yg opininya tajem2 gitu, kan suka puyeng

      1. Waduh jadi melayang dipuji begini. Gak konsisten banget2 sih aku mbak. Sebisanya dan sesempatnya juga, apalagi aku ga punya laptop pribadi, jadi semuanya dikerjakan di sela-sela jam kantor. Huhuhuhu sedih ya?

      2. Ga sedih dong mbaak.. produktif malahan. Aku juga dulu nyempet2in gitu mbak, ngeblog di sela2 ngerjain tugas kampus, rasanya bikin lebih semangat. Cuma ini skrg lg susah curi2 waktunyaa hikshiks…

  1. Akhirnya uni monik posting tulisan baru, eh namaku disebut pula. sebagai newbie mh apalah aku ini masih acak2an uni. 😁 Hayuklah sama2 ditata lagi hatinya. Dari sekian banyak kebaikan disekeliling kita, yg jelek2mh mh cuma secuil, nyempil aja, jadi mending ndak usah diliat aja. Hehehe

    1. Newbie di wordpress tapi di platform lain mah udah malang melintang dong Tehh.. Iya niih, bener, pengennya tu jadi orang yang hatinya putih bersih, ga gampang tersinggung dan baperan, ya Allah.. pngn mencontoh akhlak mulia Rasulullah dan para sahabat. Tapi ieu manusia yak,, sok aya waee sisi gelapnya (saya sih itu mah). Mangkanya doakan aku ya Nyaii,,,

      1. Justru karena manusia tempatnya salah dan khilaf, kita tdk bisa semena2 menganggap mereka kok jahat buruk bgt dan kita lebih benar drpd mereka. Atau mgkn sebaliknya malah #eaaaaSokBijak

  2. stuju sih, dengan menulis razanya lebih bebas aja berekspresi, ga usah dipikir apa kata netijen mah yg oenting niat kita psitif insyaallah baik

    btw masih kuliah yah sy liat di atas tulisannya?

    1. Setuju Mas Asyraf, haha… iya netijen mah cuma tau luarnya aja ya Mas, Insya Allah kita mah positif aja, smg jg diberikan berkah selalu sama Gusti Allah. Masih Mas, lanjut kuliah lagi saya..
      Gimana Mas kegiatan travelingnya? lanjut terus ini?

  3. Alhamdulillah, yeaay ada tulisan lagi dari teteh. Sudah ditungguin loh dari aku si pembaca setia πŸ˜‰

    Tos dulu teh, bos nna juga gitu da. tapi bener kata teteh, kalau fokusnya disitu bikin nyesek, mending mikirin dan ngerjain yang lain πŸ™‚ Tetap semangat ya teh, semoga lancar selalu semua urusannya πŸ™‚

    Salam,
    Amalina

    1. Ibuuu Nnaaa… wah ini mah ibu binangkit segala bisa. Iya Nnaa.. saling mendoakan yeuh, smg kita bisa selamat sampai tujuan (ga cuma tujuan dunia, tp juga tujuan akhirat ya) aamiin aamiin. Semangat nulis2 lagiiihh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s