Catatan Hati

Buat Apa Kita Khawatir?


Namanya manusia ya, pikirannya galau wae. Khawatir aja. Gimana kalau gini, gimana kalau gitu. Kalau nanti gagal, kalau nanti susah, kalau hasilnya jelek, kalau tak sesuai harapan, kalau ada kesulitan, dan kalau kalau kalauuu terus.

Untung Allah Maha Baik ya, biarpun manusianya kayak saya yang rese’, banyak ngeluh dan khawatiran, tapi Allah gak pernah moody dan capek dengerin makhlukNya. Allah gak pernah bilang, pikir ndiri. Pasti Allah akan tetap membimbing kita. Masalahnya ini saya si makhluk bebal ini, sabar gak sih untuk meraih bimbingan Allah.

Allah itu punya sistem yang canggih. Lebih canggih daripada sistem tercanggih di dunia ini. Lebih canggih daripada SolarCity and Tesla Energy rancangan Elon Musk. Lebih super canggih daripada artificial intelligence yang sekarang dielu-elukan. Lebih super advanced daripada speech and handwriting recognition, virtual reality and 3D visualization, smart cards, real-time collaboration, enhanced user authentication, data mining, etc, etc.….. Sedangkan masih ada eror ditemukan di sistem canggih tersebut

Sistem Allah yang dijelaskan juga di surat Al-Mulk. Coba lihat memangnya ada yang kurang, ada yang cacat dari semua yang Allah ciptakan, Allah jadikan, Allah gariskan? Enggak adaaaa…

Mahasuci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun. Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat?  Kemudian ulangi pandangan(mu) sekali lagi (dan) sekali lagi, niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu tanpa menemukan cacat dan ia (pandanganmu) dalam keadaan letih. (Al Mulk 1-4)

Sedang ketika kita jalan-jalan ke smart city seperti Tokyo saja merasa tenang karena sistem di kota tersebut bagus, mengapa kita khawatir ketika berjalan di bumi Allah? Maka jangan khawatir jika kita kehilangan sesuatu di bumi Allah. Allah tahu

Gak usah panikan ketika ada masalah. Misal gagal ini, ditolak itu. Selama bukan Allah yang menolak kita, ya aman. Selama Allah yang bukan kita kecewakan, ya aman. Sebab di sisi Allah-lah lebih baik.

Kenapa kita putus asa minta ampun pada Allah, padahal Allah tidak pernah putus asa mengampuni kita? Padahal Allah tahu lho manusa ini akan terus melakukan kesalahan lagi. Kita, manusia, tugasnya berdoa. Teruslah berhusnuzan pada Allah…… Minta pada Allah, berdoa, berdoa. Kata Ust. Adi Hidayat juga, walaupun solusi itu belum datang, tapi minimal ketika berdoa hati ini menjadi tenang. Berdoa itu adalah jalan mendapatkan jawaban, meski masalahnya belum langsung selesai, tetapi kita bahagia sebab yakin Allah yang akan menyelesaikannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s