Cerita Runa, Cerita Runa dan Senja, Cerita Senja

Pelajaran dari Sekolah


Menginjak usia 4 tahun, Senja sudah mulai masuk grup 1 basisschool (setara TK A). Jadi di sini waktu pertama masuk sekolah itu ditentukan dari H+1 dari hari lahir si anak.

Anyway saya mau cerita lain sebenarnya, soalnya bertepatan dengan Senja masuk sekolah, pas juga dengan adanya oudergespreek (parents meeting dengan gurunya Runa). 

Biasanya di pertemuan itu, guru akan menjelaskan perkembangan si anak di kelas, pelajaran yang diterima apa aja, interaksi di kelas, gak cuma hard skill, tapi juga soft skill. Tapi di pertemuan kali ini, agak berbeda. Jadi sebaliknya, guru yang akan balik bertanya pada si anak. Kamu suka pelajaran apa di sekolah? Apa yang susah, apa yang gampang? Apa yang menurut kamu perlu lebih dipelajari? Bagaimana perasaanmu selama belajar dan bermain di sekolah? dll.

Hanya ada satu pertanyaan menarik, yang mungkin jarang atau gak pernah ditanyakan  guru ke muridnya? At least saya gak pernah ditanya seperti itu.

“Apa di luar sekolah kamu suka bermain bersama dengan teman-teman kamu (di rumahmu, di rumah temanmu, atau playdate di mana)?”, “Dengan siapa saja kamu bermain?”

Saya tangkap bahwa mereka merasa kehidupan sosial dalam berkawan itu juga sangat penting. Memastikan bahwa si anak punya banyak teman, bisa bergaul dengan baik, dan bisa membawa diri. Sekolah bukan cuma tempat untuk menimba ilmu, tetapi juga untuk sebanyak-banyaknya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s