Being Indonesian in the Netherlands

Di Balik Perang Ukraina Rusia


“Bun, boleh gak Runa minta 2 euro untuk nyumbang ke sekolah untuk bantuan ke Ukraina?” Tanya Runa minggu lalu.

“Oiya minggu sebelumnya kan Runa udah kasih 5 euro ya? Juga Runa sama Lola udah ngumpulin botol-botol bekas untuk ditukarkan dengan uang ke supermarket.”

Sejak serangan Rusia ke Ukraina 24 Februari lalu, Belanda memang banyak menggalang dana bantuan untuk para refugee Ukraina, melalui organisasi sosial Giro555. Penggalangan ini juga ditampung oleh sekolah. Kayak ada semacam ‘kencleng’ gitu di tiap kelas. Luar biasa memang, fund raising ini mencapai 100 juta euro dalam dua pekan saja. Mereka juga bisa menukarkan botol-botol plastik bekas minuman ke supermarket untuk ditukarkan dengan sejumlah uang.

“Iya, Runa udah nyumbang, tapi teman-teman yang lain banyak yang masih nyumbang. Lola juga ngasih 20 euro dari orang tuanya.”

Sebentar, sebentar. Harus diluruskan dulu ni.

“Bagus banget Runa punya niat untuk sedekah karena peduli sama korban perang, tapi … harus ingat. Pertama, niat Runa sedekah harus tulus, bukan karena gak enak sama orang lain, juga bukan karena melihat orang lain nyumbang juga.”

“Kedua … bukannya Ayah Bunda gak mau ikutan sedekah di sekolah. Tapi keluarga kita juga punya prioritas untuk nyalurin sedekah kita ke mana.”

Sampai sini udah mulai serius nih. Suami mengambil alih untuk ngobrol sama Runa. 

“Runa ingat gak perang yang ada di Palestina, juga di Syiria? Runa tahu gak udah berapa lama perang di Palestina? Sudah hampir 70 tahun, tapi dunia gak seheboh saat Rusia menyerang Ukraina yang baru seminggu saja, seluruh dunia sudah mengecam.” 

Suami yang lebih paham geopolitik ya cerita, banyak refugee dari Palestina, Syiria, yang juga perlu dibantu, terlebih karena mereka saudara kita. Tapi dunia seakan tutup mata. Kalau bukan kita yang bantu, siapa lagi? 

Mungkin karena kita tinggal di Eropa, jadi kita pun merasa lebih dekat untuk membantu Ukraina. Apalagi pemberitaan media-media mengenai hal tsb. Jeugdjournaal, chanel berita anak yang sering Runa tonton juga sering memuat liputan tsb. Tentunya berita mengenai serangan Z*onis ke Palestina sangat minim diberitakan media barat. Kalaupun ada beritanya, entah pelintiran apa yang mereka buat. 

Dari titik ini malah membuat kami sadar. Mungkin kami harus lebih banyak melibatkan anak-anak mengenai kegitan charity/sedekah keluarga kita. Kepada siapa kita bersedekah, untuk apa, konteksnya apa. Jadi anak-anak lebih ngeh, oh ada saudara kita juga yang harus dibantu. Lalu, sebagai orang tua kita juga harus mampu menjadi media yang memberikan informasi dan berita objektif dan benar supaya anak-anak gak mendengar dari dunia yang kadang tak bisa dipercaya. 

Yah, sedihnya tinggal di Eropa tuh gitu (curcol gakpapa yaa). Saya merasa harus lebih punya banyak ilmu, lebih kritis menyikapi hal-hal, isu-isu, harus banyak ngobrol sama anak-anak. Padahal ya Allah, cetek bener ini ilmuku tuh, huhuhu. Cuma bisa menitipkan anak-anak pada pengasuhan terbaik Allah aja, semoga Allah yang bimbing mereka di jalan Allah, aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s