review buku

Berkah Madinah Penggerak Sejarah – Review Buku


Berkah Madinah Penggerak Sejarah – @edgarhamas

Mungkin sebagian dari kita sudah familiar dengan kebesaran kota Madinah, kota pertama Rasulullah meletakkan pemerintahan dan dakwah Islam yang menyeluruh. Di sana terletak Masjid Nabawi dikelilingi dengan payung-payungnya yang indah. Tetapi belum tentu semua tahu berkah luar biasa di kota ini. Penulis menjabarkannya dengan ringan, namun menyentuh. Mengenai makam Baqi, makam Rasulullah SAW, gelar Al Munawwarah untuk Madinah, hikmah Madinah sebagai tempat hijrah Nabi SAW, kisah Uhud, Raudhah, Qiblatain, juga ada pengalaman menarik penulis ketika bersekolah di sana.

Setelah membaca buku ini, saya jadi semakin semangat untuk membawa kedua puteri saya mengunjungi Madinah (dan Mekah), semoga ada rezeki, aamiin. Bahkan terpikir, apa masih bisa ya ngambil sekolah di Madinah? (mengingat ilmu saya yang cetek, gak punya basic, mau belajar apa?) Atau anak-anak nanti mungkin? 🤲🏻

Madinah begitu … Masya Allah, ada kekuatan ilmu, penebal iman, dan buluh rindu pada Rasulullah SAW. Saking ingin terus mengingat Madinah, kami menyematkan ‘Medina’ di akhir nama anak kedua kami.

Kalau kita ditanya kota mana yang paling indah di muka bumi? Mungkin terbayang mewahnya London, bergengsinya New York, klasiknya Roma, majunya Dubai, dan lainnya. Tapi Madinah itu spesial, ia “murni”. Dahulu kota-kota megah pun sudah ada, para sahabat yang tinggal di Jazirah Arab yang notabene gersang tidak ada apa-apa tentu juga kagum akan Konstantinopel, Alexandria, atau Memphis. Namun Rasulullah mendidik sahabatnya untuk tidak silau dengan dunia, porsi sejati yang proporsional, dunia di genggaman tangan, dan akhirat di hati (hal. 52). Masjid Nabawi pun tidak seindah sekarang. Fondasinya dibangun malah hanya sehari jadi. Tapi siapa sangka dari Masjid Nabawi ini lahir pusat peradaban Islam terkuat? Yang kelak menundukkan Romawi dan Persia.

Penulis mendeskripsikan “murni” untuk Madinah. Betul memang tidak ada gemerlap dan polesan kemewahan berlebih di dalamnya. Tetapi esensinya Madinah adalah kesederhanaan, bahwa hakikat hidup manusia itu memurnikan-Nya tanpa tapi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s