Aktivitas Runa saat Winter Holiday

Di Belanda liburan natal dan tahun baru memang dibablasin sekalian sama liburan sekolah anak. Aura liburan dan natal bahkan sudah terasa dari awal bulan Desember. Banyak acara dinner, acara buka kado, sinterklas datang dll. Tapi kita mah adem ayem aja sih ga banyak acara. Kebanyakan acara natal di sini juga bukan sebagai perayaan keagamaan, tapi lebih ke kultural aja. Kasarnya mah orang Belanda maunya rame-ramean ngerayain pestanya tapi pas ibadah ke gerejanya mah ga ikutan, hehe.

Nah, berhubung ayahnya Runa ga libur banyak pas natal sampai tahun baru, ya kita pun jadinya di rumah aja deh. Malah Si Ayah ngambil cutinya seminggu sebelum natal, kita sempet road trip ke Belgia aja 5 hari. Setelahnya liburannya sepi sepi aja. Runa juga sekolahnya libur sampai tanggal 9 Januari. Begitu juga dengan kelas judo-nya Runa. Jadinya kita banyak menghabiskan waktu di rumah. Apalagi cuaca ni dingin-dingin berangin. Kadang cerah tapi ga berarti kita bisa keluar rumah dengan nyaman.

Nah saya jadi mikir agak kreatif untuk menyusun kegiatan Runa biar ga bosen dan ga monoton. Saya bukan ibu-ibu bertangan kreatif yang bikinan art craft atau gambarnya bagus. Saya juga ga punya ide-ide lucu buat bikin mainan Runa. Ya udah saya nanya ke kakak saya yang anak seni rupa untuk saran-saran. Dia ngasih saran ada beberapa kegiatan yang bisa dicontoh di Youtube atau Instagram. Untunglah di dekat Rumah ada toko Action yang menjual segala rupa peperintilan. Jadi saya ga usah susah-susah nyari bahan bermain dan kegiatan art craft. 

Ini dia beberapa kegiatan Runa selama liburan. Saya catet siapa tahu nanti bisa dipraktekan oleh emak-emak lain atau juga buat nyimpen ide untuk adik Runa kelak (eaaaa) Continue reading

Advertisements

Our Time (Bunda Me time, Runa juga Me time)

Adalah hari Senin, di mana masih hari sambungan dari weekend bagi saya dan Runa. Saya ga ngampus, Runa juga ga sekolah *Maap ya Ayah, pas Ayah berangkat kerja kita masih ngulet-ngulet di kasur wkwk*. Senin adalah hari kerja yang bikin malas kerja. Tidak untuk saya karena saya gak ngampus di hari Senin. Di Belanda juga Senin masih hari pemalasan lho, soalnya beberapa toko di dekat rumah saya maupun di centrum baru buka jam 1 siang *penjaganya pada bangun siang kali ya*, dan tutupnya tetep jam 5 atau jam 6 sore. Enak banget yak jam kerja di hari Senin pendek gitu.

Tadinya saya dan Runa ga punya rencana apa-apa di hari senin ini, yaa.. paling belanja ke winkel, ngasih makan bebek, terus leha-leha di rumah. Kemudian melihat matahari bersinar cerah saya jadi tergoda untuk mengajak Runa main di speeltuin (taman bermain), sekalian saja ke speeltuin yang rada jauh sambil nyepeda. Eh tapi saya baru ingat, sepeda saya kan kemarin di tinggal di rumahnya Mbak Icha, sehabis pengajian anak. Memang kemarin saya dan Runa berangkat naik sepeda, tapi pas pulang ayahnya jemput naik mobil, jadi deh sepeda dititipkan di halamannya Mbak Icha saja. Continue reading

“Runa Bisa Sendiri!”

“Engga Bun, Runa bisa sendiri.”

“Runa ajaaa, Bun”

Akhir-akhir ini kalimat seperti di atas dan sejenisnya sering keluar dari mulut Runa. Misalnya saat Runa mau dipakaikan baju, mau dibantuin pakai sepatu, atau mengambil barang. Anak seusia Runa (3 tahun) memang sedang dalam tahap eksplorasi, semua ingin dicobanya sendiri. Ditambah lagi mereka sering melihat orang lain atau orang tuanya melakukan hal tersebut, merekapun jadi ingin menirunya. Anak itu kan peniru yang ulung.

bcbae6834a23dd52f4a9c37afb82c9d1

Tapi tahapan “melakukan segala sesuatu sendiri” ini ternyata tricky juga. Di satu sisi saya senang karena Runa sudah mulai mandiri dan menguji kemampuan dirinya. Di satu sisi saya harus sabar dan telaten juga menghadapinya.  Continue reading

Kerjaan Runa #13: Mengupas Telur Rebus

Ini salah satu kegiatan andalan untuk Runa kalau bundanya lagi masak, hehe.. Sekalian Runa jadi bisa bantuin kerjaan bunda di dapur. Kalau saya lagi mau bikin masakan yang mengandung telur rebus di dalamnya sudah pasti jobdesk Runa adalah mengupas si telur rebus itu.

Runa pertama kali diajakin ngupas telur sama Bude Nunung. Meski telur yang dikupas bentuknya jadi ga mulus karena bocel-bocel sana sini, tapi gak papa deh yang penting tidak mengubah rasa telur rebusnya kan? Awalnya kalau telur sudah dikupas, Runa seneng makanin telurnya, tapi lama-lama dia gak doyan, bosen kali. Jadilah cuma doyan ngupasnya aja.

Kalau udah dikasi 4-5 biji telur, Runa jadi anteng deh sendirian. Bundanya bisa nyiap-nyiapin bumbu buat masakannya. Masakan  ala saya yang biasanya pake telur rebus itu soto, gulai, balado, dan semur. Seneng deh ada yang bantuin di dapur, sampe gede ya Nak bantuin bunda hehe..

Runa Mengupas Telur

Runa Mengupas Telur

Runa Tidur Sendiri!

Next project setelah Runa lulus toliet training adalah: tidur sendiri!

Ternyata banyak juga ya tahapan anak untuk jadi mandiri: makan sendiri, mandi sendiri, pakai baju sendiri, ke toilet sendiri, tidur sendiri, belajar sendiri, sampaaaai bisa mandiri. Tugas orang tua ya mengantarkan anak ke tahapan-tahapan tersebut.

Seneng rasanya bisa menikmati perjalanan kemandirian anak, menjadi saksi tumbuh kembangnya, menjadi penopang untuknya memenuhi kebutuhannya, sampai saatnya dia dewasa kelak.

Elooohh.. ngomong opo sih kowe son? Cuma mo cerita tentang anak tidur sendiri sok-sok mellow-drama

Hoke.. jadi singkatnya setelah Runa beres toilet training, saya dan suami mulai mengajak Runa ke tahapan bobo sendiri. Sebenarnya wacana ini sudah muncul sejak Runa berusia 2.5 tahun (kalo ga salah), sejak sayapun mulai menggalakkan program toilet training. Kami bahkan sudah menyediakan tempat tidur khusus untuk Runa, di samping tempat tidur kami, tempat tidur single bad biasa. Ya seperti tempat tidur untuk orang dewasa pada umumnya, Runa pun jadi ga tertarik. Akhirnya Runa masih tetep tidur bareng kami, satu tempat tidur. Continue reading

Buiten Spelen (Welcome Spring, part 2)

Sepertinya hawa-hawa spring sudah datang. Matahari terbit lebih cepat dari biasanya, ga kayak waktu winter ditungguin sampe jam 9 masih aja gelap. Suhu juga rada menghangat, meski kalau keluar rumah masih harus pake jaket tebel dan perlengkapan lengkap. Langit pun didominasi oleh  warna biru dan cerahnya matahari.. ga mendung mengundang lagi. Kuncup-kuncup bunga udah mulai kelihatan muncul malu-malu di rerumputan.

Berasa ada kehidupan dan semangat baru.

Hari Senin, hari saya dan Runa di rumah.. Cuaca bagus, kerjaan ga ada (ada tapi dilupa-lupain), lagi ga sibuk juga.

“Run, kita main ke speeltuin yuuk?” (speeltuin: playground)

“HAYUUU” sambut Runa

Maklum sejak winter kita jarang maen di luar. Setiap ngelewatin speeltuin yang menggoda, Runa pasti pengen main di sana. Tapi saya dan suami selalu beralasan: nanti ya Run, kalo udah ga dingin, udah ga hujan, kalau cuaca bagus Continue reading

Imajinasi Anak Kecil

Pernah gak ngerasa kalau imajinasi anak itu luasss banget gak terbatas? Kalau belum mengalami sama anak sendiri, paling ga dulu waktu kita kecil pernah dong kita punya imajinasi yang orisinil, bebas, lepas, ga merasa takut, dan yang penting kita suka?

Saya perhatikan Runa juga seperti anak kecil lainnya yang suka berkhayal dan berimajinasi ketika bermain. Contohnya ketika dia bermain dengan boneka-bonekanya dia akan bercakap-cakap sesukanya, kadang dengan bahasa Indonesia, kadang dengan bahasa Belanda, kadang bahasa campuran Indo-Belanda-sebagian lagi ngasal. Atau ketika Runa bermain dengan Lego-nya, Runa akan membangun sendiri rumah untuk orang-orangannya. “Ini Papanya, ini mamanya, ini anaknya“, begitu kata Runa. Masing-masing orangya dibikinin pesawat sama Runa, bahkan ada si beruang peliharan keluarga lego itu juga punya pesawat sendiri.

Kadang Runa juga suka mengarang-ngarang lagu sendiri dan berdendang sesuka dia, dengan nada buatan dia sendiri. “Kitaa.. mensahalanya.. kita bermaiin.. bersama-samaa.. kitaa..” Apa deh lanjutannya gak jelas. Begitu juga kalau menggambar, Runa akan menggambar sesukanya. Saya ikutan menggambar juga sih sama Runa, tapi saya gak mencontohkan Runa harus gambar apa (alaaah bilang aja emang ga bisa gambar). Biasanya Runa cuma corat-coret ala benang kusut yang kemudian gambar tersebut dia namakan ‘celaka yang lari‘. Maksudnya apaa Run? saya tanya. Ya itu, celaka yang lari ini sama ada dinosaurusnya.  Saya cuma ngangguk-ngangguk aja. Continue reading