Love.., Motherhood

My Name is MOM….

Mau sharing status yang dicopas dari grup ah..

My Name is MOM….

The telephone’s ringing, the TV is blaring.Sister is crying’ cause Brother’s not sharing. There’s a spill on the carpet that no one will claim.
There’s no time for sitting when Mommy’s your name….

The laundry is folded but not put away.The dishes you just washed are from yesterday. Without any warning your relatives came and see all the mess, They may think you careless in taking care your kids n house..and there’s no getting caught up when Mommy’s your name….

You drive to the market, you drive to the school. ……You drive to the cleaners, you drive the carpool…..You drive yourself crazy, it’s really a shame…
There’s no time for resting when Mommy’s your name….

To your bedroom you sneak to find peace for a minute, but your minute is over before you begin it. Your little one finds you and thinks it’s a game.
There’s no time for hiding when Mommy’s your name….

At night as you kneel to thank to Allah Azza wa jalla for everything and forgive all mistakes you have done… Suddenly An angels creeps in and says, “Mommy, I love you.”

You may not know glory or fortune or fame, but you are lucky when mommy is ur name!!!

Advertisements
Cerita Runa, Info for Motion, Just Learning, Lifestyle, Love.., Motherhood

MPASI Runa (2) – Fakta

Nah nah nah.. Jadwal MPASI yang saya jembreng sebelumnya akhirnya ga sesuai sama sekali. Ada beberapa sih yang masih sesuai menu, tapi pokoknya berubah deh smuanya.. Beberapa hal yang berubah antara lain:

  1. Runa memulai MPASI gak pas 6m TENG, tapi 3 hari lebih cepat dari jadwalnya. Kenapa? Bukannya ga sabaran sih. Jadi kan sebelumnya kita sempet main-main ke Bandung dan nginep selama 3 hari. Pulang dari Bandung, eh Runa kumat lagi kebiasaan lamanya mogok mimik sama bundanya, lebih milih jari. Aku kaaan ceuuudiiiihhh.. Terus, takutnya nih, Runa rewel karena lapar, ya udah saya cobain MPASI aja, sapatau dengan dijejelin makanan baru dia jadi lebih mau mimik *entah teori dari mana*, lagipula saya juga ngasihnya cuma 3-5 sendok makan bayi doang. Ah gapapa dah cuma beda 3 hari inilah, ga usah saklek amat
  2. Ga strict aturan 3-4 hari tunggu untuk reaksi alergi. Ah yaudah deh.. bisi Runa bosen makan itu selama 4 hari, terabas aja deh ganti menu. Terus nyampurin beberapa bahan sayuran di buburnya, heuheu..
  3. Penahapannya ga sesuai jadwal. Di rencana awal saya ngasih MPASI hanya pagi saja, dan 2 minggu setelahnya baru dikasih pagi dan sore. Faktanya, sejak awal MPASI saya ngasih Runa 2x makan pagi-sore. Alasannya.. karena Runa makan paginya dikiiiit, ga salah dong ditambah porsinya pas sore.
  4. Akhirnya ngasih juga biskuit bayi instan karena satu dan lain hal, huehue..

Boleh dilihat nih jadwal real MPASI Runa:

mpasi Runa real

dan cuma kecatet sampai tangga; 11 Agustus, hehe.. Ya sudahlah,, emang ribet sih.. tapi Alhamdulillah Runa makannya lancar, walaupun kadang dia rada susah makannya. Sejauh ini menu favorit Runa adalah pure kentang + brokoli, variasinya kadang ditambah kaldu, kadang ditambah wortel.. Nanti deh resepnya saya share, cetek sih sebenernya mah.

Melalui MPASI dan perjalanan makan Runa selama ini saya belajar bahwa:

kadang kita tidak bisa strict to the rules. Aturan mungkin bisa kita pegang untuk panduan, tapi ada kalanya kita harus fleksibel demi menyesuaikan kebutuhan anak dan kondisi yang ada. Kadang kita gak bisa memaksakan kehendak dari aturan yang kita pegang. Ada lingkungan sekitar kita yang ikut berperan dalam berjalannya proses tersebut, ada mama yang selalu “setia” memberi kritikan dan saran, ada tante-tante, tetangga. Pengalaman empiris mereka tidak dapat kita tolak begitu sahaja, heuhue.. Walaupun kita tahu itu tidak sama dengan “paham” yang kita pegang, ya berusahalah nrimo dan sebisa mungkin menyesuaikanlah.. tapi dengan catatan tidak keluar jalur banget.

Beginilah pengalaman MPASi Runa sebulan pertama. Susah-susah gampang.

Life is Beautiful, Love..

What Will Be, Will be..

When I was just a little girl
I asked my mother what will I be
Will I be pretty
Will I be rich
Here’s what she said to me

Que sera sera
Whatever will be will be
The future’s not ours to see
Que sera sera

When I was just a little boy
I asked my mother what will I be
Will I be handsome
Will I be rich
Here’s what she said to me

Que sera sera
Whatever will be will be
The future’s not ours to see
Que sera sera

What will be, will be
Que sera sera…

Suatu kali saya ga sengaja nonton suatu video di youtube. Video itu berupa iklan dari sebuah perusahaan asuransi di Thailand (kayanya sih Thailand ya dilihat dari tulisan di akhir Iklan itu, rada mirip aksara jowo sbnrnya sih, krn pengisi suaranya ga medhok saya simpulkan iklan itu memang bukan dr tanah jawa.)

Iklan itu bermula biasa aja, ada sekumpulan anak yang sedang berpentas menyanyikan lagu di atas. Mereka disaksikan oleh ibu-ibu mereka. Di tengah-tengah lagu baru tampak bahwa mereka bukanlah anak-anak biasa. Mereka anak ‘luar biasa’ yang memiliki sedikit kekurangan. Continue reading “What Will Be, Will be..”

Love.., Motherhood

Repost – About IRT – dari Ust. Felix Siauw

1. saya masih ingat beberapa tahun lalu sebelum Muslim | papi sempat menasihati saya perihal “Ibu Rumah Tangga”

2. “lix, selama papimu masih bisa mencukupi keluarga, mamimu tugasnya di rumah” | tegas papi berpendapat soal IRT

3. padahal saat itu isu feminisme sedang santer | wacana wanita karir sedang panas-panasnya | arus genderisme mewabah

4. tapi papi tenang aja lalu menyampaikan | bahwa dia ingin yang terbaik bagi anak-anaknya | dan itu berarti perhatian full dari ibu mereka

5. hidup kala itu tidak mudah, dan akal lebih mudah seandainya mami bekerja | tapi papi sudah mengambil pilihan, dan itulah yang ia jalani

6. karena semua manusia punya pilihan | apa yang didapat dan apa yang dikorbankan | semua selalu tentang pilihan

7. sebelum Muslim pun saya tumbuh dengan memahami | lelaki dan wanita tidaklah sama | mereka punya kelebihan di bidang masing-masing

8. posisi ibu dalam dunia anak itu tidak tergantikan | perhatian seorang ibu pada anaknya takkan terbeli sebanyak apapun harta

9. dan posisi ibu itu tidak bisa diulang kembali | karena umur anak takkan bisa diputar lagi

10. maka ketika memilih calon ibu dari anak-anak kami syaratkan | “maukah engkau menjadi fulltime-mother bagi anak-anak?”

11. “saya nggak mau ketika anak dewasa lalu bermaksiat, kita menyesal ‘mengapa dulu tidak habiskan lebih banyak waktu bersamanya?!'”

12. itu pemahaman sebelum Muslim | saat sudah mengenal Islam | kami memahami betul Islam paling memuliakan wanita

13. feminisme menjadikan materi sebagai standar sukses | wajar bila mereka merasa dunia tidak adil | karena materi jadi penanda sukses

14. feminisme menganggap waniat modern harus lebih mirip lelaki | bahwa bila wanita tidak bekerja maka wanita akan direndahkan

15. feminisme sukses mendidik wanita melihat kesuksesan sebagai | punya penghasilan tinggi, gelar seabrek, mobil mewah, buka aurat dll

16. wajar hasilnya di negara-negara asal feminisme | wanita jadi lebih malas berkeluarga apalagi memiliki anak | kerja lebih asyik

17. menurut pandangan feminis | IRT itu perendahan martabat perempuan, tidak modern, perbudakan terhadap wanita

18. wajar di negara-negara yang vokal feminisme | perceraian pun memuncak | karena tidak ada satu pemimpin dalam keluarga

19. US misalnya yang jadi kampiun feminisme | angka perceraian mencapai 50% per 2012 sila rujuk http://t.co/OUvEkdUY8L

20. “nearly 80% cited financial problems as the leading cause of the marital demise” (Carr, 2003, p.10) | http://t.co/zQFsyYQuqe

21. feminisme mangaburkan fungsi ayah dan ibu dalam rumah tangga | hanya semata-mata demi mendapat lebih banyak materi

22. akhirnya meningkatlah angka single parents http://t.co/k9eNybXtq7 | dan jelas broken home http://t.co/yUvU499gT9 http://t.co/qAjjFfHBQJ

23. banyak juga studi-studi yang menperingatkan | sangat sulit untuk memadukan ibu dan karir sekaligus | http://t.co/mu5t6N2u3m

24. sebagai tambahan, US yang melahirkan gerakan feminisme saja | sudah banyak bermunculan gerakan anti-feminisme sebagai gantinya

25. di US, sudah banyak wanita sadar bahwa feminisme mengorbankan keluarga | mereka ingin kembali menjalankan peran ibu rumah tangga

26. karena seberapa banyak waktu pun yang didedikasikan untuk mendidik anak | tiada pernah akan ada waktu yang cukup untuknya

27. “saya ibu sekaligus karyawan, anak saya baik-baik saja” | di-sambi aja sudah baik, apalagi bila fulltime-mother? tentu sangat baik ๐Ÿ˜€

28. lalu pertanyaan prinsipil | “apakah Islam melarang wanita bekerja?” | “apakah wanita tidak boleh berpendidikan tinggi?”

29. dalam Islam hukum wanita bekerja itu mubah (boleh) | sedangkan menjadi “ibu dan pengelola rumah tangga” itu kewajiban

30. jadi sah-sah saja wanita memilih bekerja | namun beres juga kewajibannya | tentu bila dia lebih memilih yang wajib, itu yang utama

31. hidup memang perkara pilihan | dan Islam memerintahkan untuk memaksimalkan waktu ibu untuk anak-anaknya | urusan uang biar ayahnya

32. bagaimana dengan wanita yang ditinggal suami apapun alasannya | maka bekerja menafkahi anak tentu amal pahala besar baginya ๐Ÿ™‚

33. maka karir terbaik wanita | adalah menjadi ibu sepenuhnya

34. tentang pendidikan? | tidak bosan-bosan saya sampaikan | bahwa seorang ibu HARUS terdidik sempurna, tinggi dan luasnya

35. bahkan wanita Muslimah WAJIB lebih terdidik daripada lelaki | karena ialah madrasatul ula (pendidikan pertama dan utama) anak-anaknya

36. maka jangan tanya “untuk apa pendidikan tinggi bila hanya jadi IRT?” | jadi IRT justru perlu pendidikan tinggi

37. karena di tangan kaum ibu generasi Muslim berada | bukan di tangan ayah generasi Muslim dibentuk

38. banyak wanita yang sebetulnya bisa menggapai dunia lebih dari lelaki | tapi mereka mengorbankan segalanya demi anaknya | MULIA

39. dari ibunda MULIA semisal itulah | menjadilah Imam Syafi’i, Imam Malik bin Anas, Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad

40. rata-rata ulama besar menghabiskan masa kecil dalam yatim | ibu merekalah yang mendidik dan mendaras Al-Qur’an setiap waktu

41. sembah sujud kami pada Allah yang selalu menjaga dunia dengan para ibunda MULIA | yang mau mengorbankan semua buat kami anak-anaknya

42. hormat khidmat kami padamu wahai ibu | yang gadaikan semua waktu tanpa sesal dan keluh | membina kami jadi yang terbaik dalam agama

43. pada para bunda MULIA doa kami | “Wahai Tuhanku, kasihilah keduanya, sebagaimana keduanya TELAH MENDIDIK AKU WAKTU KECIL” (QS 17:24)

44. kembali lagi semua masalah pilihan | part-time mother or full-time mother? | you decide ๐Ÿ˜€

Cerita Runa, Info for Motion, Life is Beautiful, Love.., Only a Story

Normal vs Caesar

Kalau ada yang berpikir bahwa melahirkan secara caesar (sc) tu gak sakit that’s wrong. Kalau ada yang berpikir bahwa melahirkan sc itu tidak gentle, tidak seutuh dan tidak sesempurna seperti melahirkan normal.. Well ceuk sahaaa?

Habis saya suka gerah dengan pendapat bahwakalau melahirkan sc itu dianggap tidak sakit, tidak alami, tidak “ibu sempurna”, dan menganggap remeh ibu-ibu yang berakhir di meja operasi.

This is my story. I’ve been through the normal process (the first plan), but the it ended on surgery table. How come? Sini saya ceritain. Skalian sharing..

Buat ibu-ibu yang sedang hamil dan akan melahirkan diambil hikmahnya aja yaa.. Jadi selama hamil, alhamdulillah saya ga ada keluhan serius, bahkan pas hamil muda saya terbang ke Hongkong dan pas hamil tua saya terbang ke Bali. That was fine.. Sampailah pada deket-deket hari H. Saya rencana lahiran di RS Hermina Pasteur. Continue reading “Normal vs Caesar”

Info for Motion, Journey, Life is Beautiful, Love.., Travelling time!

The Peak I’m in Love

Ok, this time, I’llย  continue my post before about Exploring Hongkong, So, the most popular site in Hongkong is The Peak. The peak is the highest point on Hongkong Island. What makes this place is special is the view. From where you stand, you can see skyscrapers,ย  Victoria Harbour, also all the way to the green hills of the New Territories. The view is gorgeous whether is day or night. Unfortunately, I just visited The Peak in the afternoon. I hope I can go back there in to feel the night sensation of The Peak.

Hongkong Skycrapers

There’s a big love-spot there, where you can write your love message, and hang up there.

The Peak

ย The Peak I Love You

The Peak HongkongI wrote that, haha..

The Peak HongkongThe Peak I’m in love

So, if you go to Hongkong, whether you’re bring your love or not, just try to visit The Peak. For the one who bring the date, you’ll share your moment there and feel more in love with your partner. But for the single one, don’t worry you will just love The Peak. Because the moment is The Peak I Love You.

See ya..

Lifestyle, Love.., Motherhood

Role model: Papa

Papa.

Ga banyak kata dan cerita tentang sosok seorang papa, sama seperti orangnya, yang juga ga banyak berkata-kata. Bahkan untuk orang yang ga kenal papa, orang berasumsi kalo papa orang yang galak dan dingin. (Mungkin dari situ ya sifat pendiam saya mengalir –what monik pendiam? Ahahaha).

Papa seperti layaknya sosok bapak-bapak kebanyakan: tenang, diam, lebih banyak bekerja daripada bicara. Kalau digambarkan dalam cerita, papa pas seperti ayahnya si Ikal dalam Laskar Pelangi. Dia kecewa atau dia senang, kelihatannya sama. Sama-sama tetap sayang sama anak-anaknya.

Papa adalah penyeimbang mama dalam segala hal. Mama blak-blakan, papa memendam. Mama banyak cerita, papa mendengarkan. Mama banyak mengomeli anak-anaknya supaya nurut, papa cukup diam sudah bisa membuat kami terdiam. Mama berhemat, papa suka ngasih uang jajan lebih (hahaha). Dan masih banyak lagi.

Kadang-kadang saya juga bingung, kenapa papa saya unik begini.. rasanya pengen punya hubungan ayah-anak yang romantis, seperti di pelem-pelem barat itu looh.. hubungan ayah-anak perempuannya itu kan katanya sangat spesial. Seorang ayah yang ingin selalu melindungi putrinya. Tapi memang, mungkin pendekatan hubungan antara saya dan papa berbeda dengan yang saya lihat di film-film tersebut. Namanya juga sifat orang beda-beda ya.

Papa memang jarang (ato ga pernah ya? err..) bilang ‘i love you’ sama anak-anaknya, juga ga mengungkapkan lewat pelukan dan ciuman kebapakan, juga bukan tempat curhat yang baik. Mungkin kasih sayangnya memang tidak disalurkannya melalui hal-hal menye kaya gitu..

Tapi selalu ada hal-hal yang membuat saya yakin walaupun papa bukan tipe romantic father, but he truly loves me.

Ada 1 hal yang unik

Dari sejak saya SD sampai kuliah, kalau berangkat pagi saya selalu diantar papa. Pulang pun kalau sore/malam dijemput papa. Setiap saya semobil dengan papa, saya PASTI SELALU TIDUR di mobil, mau pagi, sore, malem, mau duduk di sebelah papa atau di bangku belakang, pasti saya ketiduran. Yah, mungkin suasana mobil yang sepi, seperti biasa si papa ga banyak ngomong, paling cuma nanya: “gimana ujiannya tadi?” atau karena suara radio elshinta yang isinya berita bikin daku ngantuk, heuheu.. Saya tidur dari awal naik mobil sampai nyampe tujuan. Tapii.. walaupun saya tertidur, di sebelah papa, papa engga pernah sekalipun membangunkan saya atau protes berasa dianggep sopir gitu, ditinggal tidur. Si papa pasti membiarkan saya yang masih ngantuk karena berangkat pagi, atau udah cape karena pulang malem. Padahal papa kan juga cape, terus saya tidur, papa nyetir? Memang anak tida tau diuntung, hahaha.. He never wakes me up, until we arrive to the destination.

Itu aja udah cukup bagi saya untuk menandakan bahwa papa sayang anaknya.

Sifat lain papa yang saya suka adalah. Papa itu orangnya bersih dan apik. Walaupun laki-laki papa ga pernah gengsi buat nyuci piring, nyuci baju, nyapu, ngepel, bahkan masak. Papa melakukan contohnya dengan tindakan, bukan dengan kata-kata (dan itulah sebaik-baiknya teladan). Sifat perfeksionisnya dalam bebersih ini yang nurun ke saya, alhamdulillah karena liat papa pembersih jadi alam bawah sadar saya pun mengikuti polanya.

Nah, sekarang saya punya anak perempuan yang cantik.. I wondering, how my husband will be a father for my daughter? I bet they will be have a special-unique relationship too ๐Ÿ™‚

Good luck ayah, for becoming her superdaddy..

โ€œA father has to be a provider, a teacher, a role model, but most importantly, a distant authority figure who can never be pleased. Otherwise, how will children ever understand the concept of God?โ€
โ€• Stephen Colbert

image