Life is Beautiful, Mumbling, Trash = Relieved

The Age of Galau

Entah mengapa saat-saat kaya gini tuh rasanya.. emmm.. apa yaa.. agak gamang gitu.

Lulus kuliah udah. Lulus apoteker udah. Kerja udah. Nikah udah (alhamdulillah). Punya anak belom, ehehe.. S2, masih dalam angan.

Daaaan.. serangkaian tahapan lainnya, dengan berbagai planning lainnya, dengan capaian aktualisasi diri lainnya. Tapi jelas, semuanya terasa berbeda setelah meninggalkan kampus Ganesa. Dulu yang saya sampe eneg bulak-balik kampus, ke farmasi, berdarah-darah supaya lulus ujian apoteker, eh sekarang kangenn juga sama tu suasana kampus, esp. the people..FKKers-ku, heu..

Dulu nyumpah-nyumpahin Kopo, si biang macet, terus pengen cepet-cepet mandiri ga di rumah ortu. Udah kejadian, kerasa juga kangennya..  Jadi inget bahasan ustad Maulana di Islam itu Indah

Continue reading “The Age of Galau”

Lifestyle, Mumbling, Random Things, Trash = Relieved

Loyalitas

Inget waktu kuliah sering denger semboyan seperti ini: Loyalitasku untuk Himpunan atau Loyalitasku untuk organisasi

Saya seneng berorganisasi di kampus. Tapi rasanya saya ga pernah menaruh loyalitas saya segitunya untuk organisasi yang saya tekuni. Yaa.. jalani kewajiban dan juga bersenang-senang.

Waktu kerja, denger juga kata loyalitas: Iya, masih pada suka stay di kantor sampai jam 5, itu gimana loyalitasnya aja terhadap kerjaan

Kalo saya, ah ga segitunya deh, kalau memang kerjaannya deadline hari itu sih wajar aja mo sampe jam 5, tapi kalo ga yaa.. pulanglaah.. cem mana ini, saya kan juga perlu waktu untuk diri saya bercengkrama dengan diri sendiri.

Tapi kalau dipikir-pikir.. mungkin selama ini..  Loyalitas pada keluarga itu paling penting. Karena keluargalah tempat kembali setelah mengembara menjalani hari.

Mumbling, Trash = Relieved

A Glance of Envy

Rasanya saya masih ingat berjuta tahun yang lalu *lebay, udah lama-lah pokonya, kayanya pas saya masih pake rok biru tua di bawah lutut*

Saya pernah mencurhati sahabat lelaki saya, saya bilang: Saya iri sama kamu, saya iri sama anak cowo

Alasan? entah mengapa dulu banyak sekali alasan kenapa saya mencemburui manusia berbeda gender dari saya itu.

Intinya mungkin ada pada kebebasan dan keamanan. Well, boys can fly, off they go, whenever they want, without.. feel worry, or.. make anybody feel worry about them..

Entahlah cetek banget pikiran saya, yang pasti saya waktu itu merasakannya, sahabat saya menasihati saya dengan bijak, I felt better anyway at that time. But unfortunalety, I can not remember his advice right now.. so shame, because I feel that I have that glance of envy at this time.. and again.. i don’t  why, maybe it still about the same reasons.

Ya Allah, please forgive my cetek mind.. Seharusnya selalu bersyukur dengan semua nikmatnya.

Please forgive my glance of envy, just a glance, I promise,, I won’t make it any longer than just a glance..

Mumbling, Only a Story, Trash = Relieved

Hari Jumat

Hari ini hari Jumat. Saya selalu suka hari Jumat. Sejak dulu

Waktu SD, setiap Jumat kita pakai baju muslim warna kuning-hijau, dengan kerudung yang suka dilepas kemana-mana *biasa anak kecil bandel*

Terus kalau masuk pagi, jam 11 sebelum jumatan udah pulang. Kalau masuk siang, sebelum jumatan kita suka main bola di depan halaman kelas lantai 3, atau ga jalan-jalan ke Yogya Kepatihan deket sekolah, hehehe..

Hari Jumat yang menyenangkan. karena waktu bermain terasaaa panjang

Waktu SMP, setiap Jumat pulangnya juga cepet, kadang diisi sama kegiatan ekskul, kita suka ngumpul di sekre Pewarta Lima, sambil jajan, dan nungguin selesei Jumatan

Atau kadang nongkrong-nongkrong di depan lapangan basket/bola, ngeceng-ngeceng dikit, hahaha.. terus pulangnya bareng genggong Kopo deh.. sama Njul, SasQ, Sela, dan Moo, naek angkot Soreang..

Hari Jumat yang menyenangkan.. karena ada sahabat-sahabat baik yang selalu menemani

Continue reading “Hari Jumat”

Mumbling, Trash = Relieved

Remember

Pengen cepet-cepet oktober, ngeskip masa-masa kaya gini, KP, masa nunggu ujian, masa pas ujian, masa nunggu pengumuman ujian, masa ujian kedua, ketiga, dan sumpah apoteker,, huwaaaahhh…  pengen smuanya cepet berakhir dengan indah, amiin…

Mungkin kaya waktu TA kali ya, pengen cepet-cepet beres TA, seminar, sidang..

Tapi kalo pas diinget sekarang, masa-masa TA kaya gitu ngangenin juga

Akankah ini juga terjadi pada masa sekarang, pas udah berlalu terus ngerasain hal seperti itu juga??

Mungkin ini yang namanya graduation goggles

Ketika lagi ngerasa semuanya ingin cepat berakhir, dan akan segera berakhir (amiin), tiba-tiba ada flashback bahwa semua yang dilewati ini ga akan terulang lagi….. sampai ada backsoundnya I will remember……..

Robin: It’s graduation goggles. Like with high school. It’s four years of bullies, making fun of all the kids with braces, even after the braces come off and they can walk just fine. But then, on the graduation day, you suddenly get all misty because you realize you’re never going to see those jerks again (HIMYM, season 6, eps 20)

Yah semoga aja…………………………….

Happily ever after… amiin,,

Mumbling, Trash = Relieved

(In)sanity

Begitu saja tersimpan di kolong meja, tertumpuk di bawah kertas dan buku-buku, entah sekian lama. Dan saat itu, kayanya saya butuh itu..
Perasaan lagi kesel, pengen ngegrauk orang rasanya, ternyata dia bisa cukup berguna buat saya.

Itu si buku harian buluk akuuuu… Pengen curhat ke orang, emm.. orang yang tepat lagi ga ada (lagian males juga deng curhat ke orang). Akhirnya aku corat-coret deh tuh buku, sampeeee betenya mereda.

Menulis buat saya memang bukan sekedar menulis, writing is my tool to keep my mind still sane, to maintain my emotion. Itulah salah satu alasan saya masih waras, hahaha.. ga seberlebihan itu sih. Tapi suer, habis nulis saya jadi agak-agak lega, habis mencaci maki, mengeluarkan bongkahan-bongkahan penyakit dari dalam hati, membebaskan tangan berolah raga di atas kertas.

Continue reading “(In)sanity”

Mumbling, Trash = Relieved

Omdo

Let’s say, to be honest, saya OMDO,

well, that’s the truth.

sepanjang menulis,, saya selalu menulis untuk memotivasi diri saya, saya bicara tentang mimpi, kerja keras, perjuangan, pantang menyerah, kesabaran, keteguhan, kasih sayang.

Dalam prakteknya saya menemukan keOMDOan terbesar saya,

si tukang mengeluh yang cengeng.

si tukang menggerutu yang pemarah.

si tukang pemutus asa yang gampang merengek.

si tukang pemalas dan penakut

si tukang OMDO.

demm.. i hate this so.

 

 

sorry for this inconvenience

hope i can be back as soon as possible

Life is Beautiful, Lifestyle, Random Things, Trash = Relieved

Journey

Ted: “Life is a meal and old age is a dessert. I spend so much of my time worrying about the future. Where’s my career going? Who am I gonna marry? But when You’re old, You don’t worry, because all that stuffs already happened”

Robin: “That’s pathetic. You cant just jump to the end, the journey is the best part”

-How I Met Your Mother-

yes, sometimes i think like what’s Ted Think.. (except the part: who am I gonna marry, hehe)

but I must say that, Robin is right..

So, I step on my journey, and enjoy the best part, whether is bad or good…

Mumbling, Trash = Relieved

odong odong

entah bahasa dari mana

katanya odong-odong itu semacam maenan anak-anak yang ditumpangi sama anak (bisa mobil-mobilan, kuda-kudaan, lumba-lumbaan), terus dikayuh sama tukangnya, jadi enjot-enjot naik turun

entah bahasa dari mana

tapi aku lebih sering bilang odong-odong untuk sesuatu hal abstrak yang emmh.. bodossss-lucu-sedikit keblek-nyebelin

entah

tapi aku merasa sangat odong-odong sekali hari ini..

aaaarrgghh

emang odong-odong

maap ya mas-mas tukang odong-odong, no heart feeling yah..


Life is Beautiful, Trash = Relieved

Thank You, as always…

I really do, Thank You..

You really know where to start, fixing a broken heart,

You really know what to do, Your emotional tools, can cure any fool whose dreams has fallen apart


when I feel so down, I don’t know how, u always can bring me up again..

moreover,, I really do, Thank You, very grateful to Allah,,, Who just let me met him, and let me be his soulmate

Thank you Allah..

everything is gonna be allright, right?

always love you, ayah

Bunda