Europe, etc, Travelling time!

Trip to Salzburg: Menelusuri Jejak ‘Sound of Music’

Apa yang terbayang begitu mendengar kata Salzburg? Pemandangan gunung Alpen? Scene film Sound of Music? Mozart? Atau semuanya?

Kalau saya sih paling ngeh sama Sound of Music-nya. Memang sebagian besar dari setting Film Sound of Music dilakukan di Salzburg, Austria. Bahkan sampai sekarang spot tersebut menjadi bagian dari tur wisata yang wajib dikunjungi oleh turis. Itulah salah satu yang kami cari dari trip Salzburg ini.

Kami menghabiskan waktu sekitar 1.5 hari untuk mengitari Salzburg. Cukuplah.. karena Salzburg sendiri bukan kota besar. Luasnya saja ga sampai setengahnya kota Bandung, hehe.. So, kalau mau mengunjungi Salzburg persiapkan waktu sekitar sampai 2 hari pun sudah dapat semua di sana. Tapi kemarin kami terbantu daylight saving time, jadi waktu malam jadi agak mundur sehingga jalan-jalan sampai pukul 8 malam pun masih terasa jalan sore (langit masih terang), efeknya badan jadi gak kerasa capek, mikirnya ‘ah belum malam ini’.

Oke, jadi ini spot yang kami kunjungi di Salzburg: Continue reading “Trip to Salzburg: Menelusuri Jejak ‘Sound of Music’”

Travelling time!

Trip to Austria: Background Trip and Itinerary!

Libur paskah kali ini kami sekeluarga memutuskan mengambil libur seminggu sekalian. Liburnya sih cuma jumat dan senin, tapi lumayan kan sekalian dibablasin sampai jumat minggu depannya lagi. Dari dua bulan sebelumnya kami udah kasak kusuk merencanakan mau ke mana nih memanfaatkan momen liburan di tengah kegiatan yang padat.

Kebetulan Runa lagi suka nonton ‘Sound of Music’. Saya tidak sengaja menemukan DVD-nya di kringloop winkel (toko barang bekas), harganya cuma 1 euro pula. Ternyata begitu diputar Runa suka, terutama dengan adegan-adegan yang ada anak-anak Von Trapp yang sedang bernyanyi. Saya juga suka dong filmnya, saya nonton film itu udah lamaaa sekali, mungkin waktu SD atau SMP, yang paling diingat dari filmnya tentu lagu-lagunya yang easy listening dan long lasting, seperti ‘Do Re Mi’, ’16 Going on 17′, ‘My Favorite Things’, ‘Edelweiss’ dan banyak lagi. Film yang diluncurkan pada tahun 1965 ini populer sekali bahkan sampai menang lima Oscar di zamannya. Sampai sekarang pun orang pasti masih akan familiar dengan Jullie Andrews yang memerankan Maria dan kisah keluarga Von Trapp. Oiya katanya ini dikisahkan dari pengalaman nyata Maria dan George Von Trapp. Continue reading “Trip to Austria: Background Trip and Itinerary!”

Europe, etc, Travelling time!

Trip to Aberdeen

Ga banyak yang bisa dieksplor dari Aberdeen sebenarnya. Lha iya wong bukan kota wisata, tapi kota pekerja minyak. Aberdeen adalah kota minyak. Jadi sejak ada penemuan minyak di North Sea pada tahun 1970-an, Aberdeen terkenal sebagai the Oil Capital of Europe or the Energy Capital of Europe. Banyak banget perusahaan minyak bercokol di sana. Itulah kenapa suami ditugaskan ke Aberdeen, untuk mengikuti training OFS3 dari Slamberseh. But thanks to the assignment in Aberdeen, we just had planned to visit UK, dan akhirnya holiday kami diakhiri di Aberdeen. Di mana suami setiap hari pergi pagi dan pulang sore untuk training, saya dan Runa leha-leha di hotel dan main ke rumah temen kami yang tinggal di sana.

Kalau pertama lihat kotanya, pasti berasa lho kok suram banget ya nih kota, tapi pas udah berikut-berikutnya.. tetep sama kesannya deng, suram, heu. Mungkin karena warna dari kota ini yang ga colorful, semuanya abu-abu. Jadi kebanyakan bangunan di Aberdeen dibuat dari granit, kota ini juga penghasil granit terbesar lo, mangkanya Aberdeen juga dinamakan Granite City, the Grey City.

Jadi trip kami di Aberdeen kali ini full diservis oleh keluarga Bapak Luthfi Hady dan Ibu Yuni. Mulai dari ngejemput kami di Edinburgh sampai menemani kami selama seminggu di sana. Nuhun pisaaannn! Dari Senin sampai Jum’at setelah siang daku sama Runa selalu menyambangi Yuni di rumah. Memang sengaja kami minta dipesenin hotel yang deket sama apartemennya Luthfi, tinggal nyebrang aja gitu loh. Makan siang, ngemil, sampe makan malem dan nonton di sana. Kalo ga ada Yuni, daku ama Runa bakal mati gaya selama nungguin ayahnya Runa training. Judulnya mah trip ke Aberdeen ini mah trip silaturahmi, di sana kami juga ketemu Bonang (sohib Mas Fajar sejak pertama kali nyebur di Slamberseh) dan juga ketemu Vjay (temen sekelas daku, Mas Fajar, dan Luthfi pas SMA), Ajaib pisan bisa ngobrol sama dia, secara kami semua punya dunia masing-masing, ga segenggong. Eh aku ama suami sih segenggong ding, haha.

Oke, skip. Salah satu wisata yang rada terkenal di Aberdeen, atau mungkin Aberdeenshire lebih luasnya, itu adalah Stonehaven. Yaa tebing dan ada lautnya gitu, terus ada kastil kecil di ujung tebing.. Pas sampe sana, kita mah tetep ngampar dan buka bekel makan siang, hehe..

Stonehaven Aberdeenshire
Stonehaven Aberdeenshire. Sori berdua aja, Runa lagi bobo di stroller.

Continue reading “Trip to Aberdeen”

Europe, etc, Travelling time!

One Day Trip to Glasgow

Jadi salah satu trip kami di Skotland adalah ke Glasgow. Sebenernya gatau juga ada apa yang bagus di kota ini. Tapi berhubung Glasgow cuma sejam perjalanan dari Edinburgh dan kami juga punya sahabat yang tinggal di sana jadi ya kami jabanin juga deh main ke Glasgow. Yangi (sahabat yang mengundang saya ke Glasgow) sudah menyiapkan tiket PP dari Edin ke Glasgow. Katanya sih sehari aja cukup sih muterin Glasgow mah. Oke deh, jadi kami berangkat jam 10 dari Edinburgh bus station dan sampai jam 11. Sampai sana langsung diajak ke spot utama Glasgow, eh ternyata spot tourism utamanya si universitasnya, oalaah.. Tadinya bingung juga emang segimana banget sih univ-nya kok sampai populer buat tourism. Bahkan katanya dulu Harpot mau syuting di sana juga, tapi ga jadi kan.. karena kampus ga setuju, bisi ganggu aktivitas akademik meureun.

image
Tampak depan Glasgow University. Bolehlah… Ga semua perkuliahan juga sih dilangsungkan di sini.Jadi tetep ada cabang Univ Glasgow di bagian lain, kayak Yangi di RS malah kuliahnya. Biasanya ini dipake buat wisuda, sidang, dll Spot ini kaya Academic Gebouw di Groningen-lah.. Tapi jauhlah sama RuG mah.

Continue reading “One Day Trip to Glasgow”

Europe, etc, Travelling time!

Trip to UK: Good People Make a Good Friend

Postingan ini khusus dibuat sebagai rasa terima kasih kami pada sahabat-sahabat kami yang sudah bersedia direpotin selama UK trip kami. Beberapa teman bahkan baru saya kenal dan mereka tanpa canggung menerima kami sekeluarga di rumahnya *atau mungkin kami yang gak tahu malu ya, haha.* Kami bukan traveller yang mesti cozy di hotel dengan fasilitas oke, kami emang tipe traveller yang irit (karena UK juga mahal sih), jadi sebisa mungkin kita mencari tempat berteduh selama di UK *judulna mah teu modal*. Di London kami nginep di rumah kawan saya sesama awardee LPDP, di Edinburgh tadinya mau nebeng juga tapi ga memungkinkan akhirnya kami sewa airbnb, di Aberdeen aja kami yang di hotel Holiday Inn, itupun karena dibayarin kantor suami.

This trip will not be soooo much fun and smooth if it wasn’t because of you! We’re so thankful to all these great fellows who really welcome us during our time in UK.

Dewi Nur Aisyah dan keluargaThanks to: Dewi Nur Aisyah, Uda Rhevy, Najwa, Fairly, Abi Naufal, dan Naufal. Continue reading “Trip to UK: Good People Make a Good Friend”

Europe, etc, Travelling time!

Trip to Edinburgh

I just fell in love to Edinburgh right away after I saw this city for the first time. Edinburgh is absolutely beautiful. The scenery, the buildings, the contour, the vibrant, the history, the romance. No wonder many authors were inspired and brought out their masterpiece from this city: JK Rowling, Sir Arthur Conan Doyle, Sir Walter Scott, etc. Edinburgh is a literary city. Even the main station (Waverley) is named after a novel of Sir Walter Scott. If I have a chance, I definitely will come back to visit this city again.

Subhanallah.. Mungkin itu kata yang banyak keluar dari saya saat melihat Edinburgh. Entah kenapa daya magis kota ini sangat kuat, bikin kita terhipnotis ke dalamnya. Baru sekali ini saya ngelihat ada ya kota seindah ini.. And that was definitely one of the best city I ever visited! 3,5 hari di Edinburgh ga kerasa. Saya dan keluarga muter-muterin Edinburgh, bahkan kami banyak jalan, mungkin dalam sehari ada kami jalan 5 jam-an kalau ditotal. Alhamdulillah-nya selama banyak jalan itu artritis saya ga kambuh, padahal biasanya kalau habis banyak jalan dan kecapean ini kaki udah kerasa pegel-pegel, tapi kemarin sama sekali enggak.

Okeh. Ini rekam jejak kami di Edinburgh. Mudah-mudahan bermanfaat untuk yang sedang cari itinerary di Edinburgh.

Ediburgh City Center

Begitu keluar dari Waverley Station, mata kita langsung dimanjakan oleh pemandangan kota Edinburgh yang cantik, bangunannya yang klasik, kastil view, taman kota yang luas, termasuk pusat pertokoan, dan Princess Mall.

Edinburgh City Centre
The Scott Monument, ada di pusat kota. The Scott Monument is a Victorian Gothic monument to Scottish author Sir Walter Scott. It is the largest monument to a writer in the world. It stands in Princes Street Gardens

Continue reading “Trip to Edinburgh”

Europe, etc, Travelling time!

Trip to London (part 2): Must visit Places in London

Postingan ini khusus dibuat untuk merekam jejak kami waktu travelling ke London. Memang perencanaan kami saat akan jalan-jalan ke London dan sekitarnya tidak terlalu matang. Tapi beruntung kami punya kawan-kawan yang tinggal di UK yang bersedia ditanya-tanya, mulai dari transport sampai spot-spot yang harus dikunjungi di UK (khususnya London). Mudah-mudahan yang lagi nyari itinerary London bisa kebantu.

Kami punya waktu sekitar 5 hari di London, 3,5 hari di Edinburgh, dan 6 hari di Aberdeen. Tadinya kami pengen menyusur Manchester, Liverpool, atau bahkan Edensor (terinspirasi Laskar Pelangi tea), tapi mengingat transport di UK mahalnya gila-gilaan, kami mengurungkan niat. Kami maksimalkan saja di 3 kota tersebut, btw Aberdeen ga termasuk kota wisata sih, ga ada apa-apanya juga, murni karena suami lagi training aja kita ke sana.

Objek wisata di London kebanyakan terpusat di zona 1, jadi kalau seharian mengelilingi zona 1 itu masih mungkin sih (Big Ben dan sekitarnya). Sisanya bisa ke tempat-tempat spesifik, misal ke stadium klub bola fav, ke univ-univ top dunia, Greenwich tour, dll. Ini agenda kami.

Day 1: Sightseeing London.

Waktu itu kami naik tube ke Charing Cross underground, dari situ bisa jalan ke Trafalgar Square, di depan Trafalgar Square ada National Gallery, di sana yaa.. paling foto-foto, atau kalau minat masuk ke museumnya. Dari sana bisa jalan menyusuri kota, lewat ke Big Ben and The Parliament, foto-foto lagi dong.. Kalau mau istirahat bisa cari park terdekat. Enaknya London ni walaupun pusat kota dan rame, tapi di tengah keramaian itu ada taman-taman buat kita istirahat, nongkrong, sambil minum-minum bir. Bisa di Hyde Park atau St.James Park. Cape muter-muter kami istirahat di St. James Park dan buka bekel di sana, hoho.. Kami menyusuri jalan lagi lewat taman dan akhirnya sampai di Buckingham Palace. Sightseeing kota ini ga perlu keluar banyak uang, kan cuma liat spot-spot bagus aja, kalo ga masuk ya ga usah bayar tiket. Lihat dari depan aja udah cukup kok. Oiya menurut kami jalan-jalan di pusat kota London masih bisa dengan jalan kaki, kayaknya kalo naik Hophop bus ga worthy deh, cukup mahal juga dan masih ada transport lain yang lebih murah.

Big Ben LondonThe famous Big Ben. Big Ben sebenarnya itu cuma nama dari lonceng kecil yang ada di dalam jam-nya. Sedangkan nama tower-nya adalah Elizabeth Tower atau dikenal dengan Clock Tower. Big Ben ini bangunannya juga menyatu dengan Palace of Westminster.

Continue reading “Trip to London (part 2): Must visit Places in London”

Europe, etc, Travelling time!

Trip to London (part 1)

Sehubungan dengan ayahnya Runa akan training (dari kantornya) di Aberdeen, Scotland. Maka kamipun memutuskan mungkin ini waktu terbaik untuk sekalian jalan-jalan ke UK. Walaupun bervisa Schengen, paspor Indo tetep ga bs langsung masuk UK, tidak seperti kalo jalan-jalan ke negara Eropa lainnya. Nanti saya share deh proses apply visa UK kami.

Nah, holiday trip kami 7-22 Agt. 7-12 di London, 12-16 di Edinburgh, dan 16-22 Agt di Aberdeen.

Mau cerita day 1 dulu dan kesan pesan pas baru sampe London. Perjalanan kami cukup panjang, dimulai dari Groningen pagi hari naik kereta ke Amsterdam. Lalu Kami ambil flight jam 19.20 dari Schipol Amsterdam, sampai bandara Gatwick sekitar pukul 19.40 BST (British summer time). Belanda (CEST) dan UK beda sekitar sejam. London tu luaaas yaah, bandara utamanya aja ada 5, nyooh.. biasa suka muter-muter Groningen cuma segituan aja bingung deh London gedenya kaya apa. Belanda aja tu segede London! Kita udah kaya orang desa sampe ke kota aja gitu. Orang dari Desa Groningen, Kampung Lewenborg, geret-geret koper en ransel, ga lupa stroller berisi Runa sampe ke London.. melang-meleng, liat sana-sini, mantengin petunjuk jalan dan jadwal kereta. Co urang Sungai Kamuyang tibo di Jakarta. 

Dari Bandara tu ga langsung sampe pusat kota, harus naik dulu kereta ke stasiun2 kereta besarnya. Dari Gatwick kami menuju stasiun Victoria. Di sana kami celingak-celinguk lagi.. ih ini sibuk banget stasiun, ada bus double decker, ada tube (underground), ada train overground. Tapi teringat pesan beberapa rekan di London, pokonya sampe London kudu harus wajib beli OYSTER CARD buat alat pembayaran transportasi. Akhirnya kami langsung cari Information Center dan beli kartu tsb. Di London udah ga terima cash lagi buat bayar-bayar transport, jadi kita beli kartu dan men-tap tiap naik bus, atau tiap keluar masuk tube/stasiun.

image
Oyster Card

Continue reading “Trip to London (part 1)”

Being Indonesian in the Netherlands, Europe, etc, Travelling time!

Trip to Volendam (checked)

Liburan Natal dan tahun baru ini saya dan keluarga ga neko-neko mau jalan-jalan jauh ke manaa gituuuu. Pengennya sih Euro Trip, tapi kondisi kurang memungkinkan. Suami dapet jatah libur ga terlalu lama dan lagi dingin banget juga, asa mager (males gerak). Lagipula adek yang tinggal di Troyes berkunjung ke Groningen. Ya sudah akhirnya kami memutuskan jalan-jalannya seputaran Belanda aja. *Padahal ngiri sama yang jalan-jalan ke Itali, Maroko, sampe ada yang ke Oslo*. Yah namanya udah berkeluarga semua serba menyesuaikan.

Kamipun memutuskan salah satu tempat yang wajib dikunjungi, yaitu Volendam. Volendam terletak di harbor dekat Edam. Untuk mencapai Volendam kita naik kereta dari Groningen ke Amsterdam. Perjalanan dari Groningen ke Amsterdam Central kira-kira sekitar 2 jam. Kalau mau puas jalan-jalan di Volendam dan sekitarnya, enakan berangkat pagi, jadi sesiangan sampai sore bisa santai jalan-jalan dan foto-fotonya. Kami berangkat naik kereta jam 8.45 dan sampai Amsterdam Central sekitar jam 11.

Dari Amsterdam Central lanjut naik bus nomor. Bisa beli dagkaart (tiket seharian) seharga 10 Euro. Itu udah bisa naik bus ke arah Edam, Volendam, dan sekitarnya, juga bisa untuk naik kapal juga. Kalau beli tiket di busnya sekali jalan 7 euro, jadi ya worth lah beli dagkaart. Tapi karena kayanya ga akan banyak muter-muter pake bus, jadi saya pake OV-Chipkart aja, kenanya sekitar 3,9 euro sekali jalan.

VolendamPhoto credit for Hegar Pramastya

Sampai di sana kita langsung foto-foto, Alhamdulillahnya lagi cerah dan di sana ga terlalu padat sama turis. Tapi kayanya di Volendam ini paling banyak turis Indonesia deh, di mana-mana ada orang Indonesia, jadi berasa lagi liburan di Ancol, hehe..

VolendamPhoto credit for Hegar Pramastya

Volendam itu surganya beli oleh-oleh khas Belanda, mulai dari keramik-keramik Blue Delft, pajangan kincir angin, gelas, magnet kulkas, gantungan kunci, sepatu kayu khas Belanda, kaos, tas, dan banyaaaaak lagi. Puaslah pokoknya. Saya ga terlalu banyak belanja (da mikirnya nanti mau ke sana lagi, terutama kalo udah mau pulkam). Di sana juga ada Cheese Factory, di mana semua jenis keju dijual di sana. Dari keju muda sampai keju tua, goat cheese sampai curry cheese. Kita bisa nyicipin gratis pula, hehe.. Katanya sih penduduk Belanda itu sekitar 16 juta jiwa dan jumlah sapi di Belanda itu 18 juta, jadi satu orang tu “punya satu sapi” untuk memenuhi kebutuhan produk sapi-nya seperti susu dan keju. Kira-kira mereka mengonsumsi 15 kg keju setahunnya (wooww bangged yaaa).

DSC07199Photo credit for Hegar Pramastya
DSC07198Photo credit for Hegar Pramastya

Oiya, saya sarankan kalo pas dateng ke Volendam langsung cari tempat foto yang pake baju khas Belanda jangan pas pulang baru mau foto. Selain muka masih seger, nanti kalau makin siang makin penuh, dan lagi nanti harus nunggu setengah jam sampai fotonya jadi. Sambil nunggu fotonya jadi kan kita bisa belanja dan jalan-jalan dulu. Pilih aja tempat foto yang khusus melayani foto, karena (kerasanya sih) lebih profesional, hehe.. Dikirain ribet make baju dan sebagainya, ternyata orangnya cekatan banget makein bajunya, bahkan buat Runa juga cepet.

VolendamIni foto keluarga kami di Volendam 🙂

Cerita Runa, Indonesia, etc, Info for Motion, Travelling time!

Yuk Jalan-jalan ke Floating Market Lembang

Udah lama mo ngeposting ini ga jadi-jadi aja.. Sayang foto-fotonya kesimpen di draft. Begitu ada waktu lowong baru deh lanjut lagi..

Jadi waktu si Ayah dapet libur panjang, kita emang berencana ngabisin liburan di Bandung, salah satu tujuan kita ke Floating Market. Penasaran juga sih orang-orang ngomongin Floating Market, tapi ga kebayang gimana bentuknya. Kita ke sana sengaja bukan pas weekend, karena pasti penuuhh.. Dan ternyata bener, pas weekdays lebih enak, lebih nyantai, dan ga riweuh.

Jalanan ke arah Lembang pun ga macet, kebayang sih kalo weekend macetnya kaya apa. Si Floating Market letaknya  di belakang Grand Hotel Lembang, jalannya ini searah, jadi kita harus memutar melewati pasar Lembang dan balik lagi ke arah Bandung melalui jalan searah Jl. Grand Hotel.

Biaya masuknya Rp.10.000/orang dan Rp.5.000,- untuk parkir mobil. Dengan bayar tiket masuk 10ribu, kita udah bisa sekalian dapet minuman anget gratis (Milo, Lemon Tea, Coffe latte, dan Choco Latte. ), ditukerin dengan tiket di pintu masuknya. Cocok deh untuk menyambut udara dinginnya Lembang.

IMG_20140317_102339Di depan pintu masuk disambut lambang koin ini Continue reading “Yuk Jalan-jalan ke Floating Market Lembang”