Being Indonesian in the Netherlands

Berbahasa untuk Berkomunikasi

Pernah gak terpikir tentang kok saya sudah belajar Bahasa Inggris dari kecil tapi ketika ngomong pakai Bahasa Inggris balelol (terbata-bata) minta ampun?

Gambar dari sini
Gambar dari sini

Saya pernah. Saya merasa sudah cukup banyak mengenyam dan menelan pendidikan Bahasa Inggris sejak SD sampai kuliah. Sudah ikut toefl dan ielts beberapa kali, sudah menghafal struktur grammar dan punya banyak koleksi vocabulary, tapi begitu saya dihadapkan untuk bercakap-cakap atau presentasi dalam Bahasa Inggris, kok rasanya kemampuan speaking saya malah jongkok, ditambah gak pede untuk ngomong. Padahal dalam hati saya sebenarnya yakin, saya bisa lebih dari itu.

Ternyata akar masalahnya apa? Saya baru sadar, saya menggunakan bahasa bukan untuk berkomunikasi dengan benar, tapi saya lebih memikirkan apakah yang saya sampaikan ini kalimatnya benar atau salah? Apakah saya pakai simple present tense atau pakai past tense, atau pakai future tense. Apakah saya menggunakan vocab yang tepat atau tidak? Dari sanalah saya jadi malah makin lama untuk berbicara dan makin sulit mengutarakan yang saya maksud. Continue reading “Berbahasa untuk Berkomunikasi”

Being Indonesian in the Netherlands

Kenapa Belajar Bahasa Belanda?

“Waarom wil je leren Nederlandse?” (Kenapa kamu mau belajar bahasa Belanda?)

Itu adalah salah satu pertanyaan yang ditanyakan guru kursus bahasa Belanda saat pertama kali masuk  kursus.

Kenapa?

Bahasa Inggris aja belom khatam kok ya mau pusing-pusing belajar bahasa lainnya. Sebenernya itu salah satu to do list saya dari dulu, bisa banyak bahasa, kayak Nirina Zubir, kan keren tuh, tapi sayanya aja yang kurang memotivasi diri saya untuk bisa belajar bahasa lain. Dulu sempet ikut les bahasa Jepang gratisan pas di ITB, cuma betah 2 kali pertemuan. Sempet pengen les bahasa Arab di Salman, tapi gak kesampaian. Nah sekarang momento-nya saya lagi di Belanda, kenapa enggak saya belajar bahasa negara setempat?

Motivasi lainnya saya ingin lancar bahasa ini adalah karena Runa. Ya, Runa di sekolahnya kan berbahasa Belanda. Pas di rumah seringkali Runa berusaha berbicara dengan bahasa tersebut, kadang dimengerti, kadang cuma mumbling aja gak jelas. Bahkan saya juga suka mendengar kosa kata baru dari Runa, mungkin Runa tahu dari Juff (guru) nya. Runa terlihat berusaha sekali supaya bisa membaur dengan bahasa tersebut. Jadilah saya berpikir bagus juga kalau saya bisa bercakap-cakap dengan Runa dengan bahasa Belanda, biar Runa merasa terbantu. Continue reading “Kenapa Belajar Bahasa Belanda?”