Project

Toewijzing (1) – Assignment (1)

Taal Biografie

Ik ben Monik. Mijn moedertaal is Indoenesisch. Indonesie heeft vele verschillende en specifieke taal, volgens de regio, zoals Javaans, Sundaanse, Padangnese, etc. Ik kan spreek Padangnese omdat ik in Padang geboren ben. Ik kan begrijpen Sundaanse want ik woon in Bandung. Ik spreek Engels ook. Ik heb om Engels geleerd sinds ik in de basisschool was.

Ik heb Nederlandse geleerd sinds ik naar Nederlands verhuisd. Ik leerde Nederlandse van de cursus. Ik begonnen met een cursus vorige zomer. Ik was bezig met leren Nederlands ongeveer een jaar. Ik vind dat leren Nederlands leuk is maar het is moeilijk.

De beste manier om Nederlands te leren is door met mensen te spreken of te lezen. Je kunt beginnen door het lezen van kinderen boeken. Ik deed dat.

De moeilijkste punt in het Nederlands is hoe te maken van de zin en dan spreek dat. Ik wil de grammatica en conversatie in deze cursus leren. Mijn focuspunten zijn:

  1. Ik kan de belangrijkste informatie uit korte luisteksten begrijpen. Ik moet weel vooraf weten wat het onderwerp van de tekst is. Men moet ook langzaam en duidelijk spreken
  2. Ik kan eenvoudige standaardbrieven, faxe en emails over bekende onderwerpen begrijpen
  3. Ik kan met anderen bespreken wat we gaan doen, waar we heen gaan en afspraken maken waar we elkaar zien

Advertisements
Being Indonesian in the Netherlands, School stuff

Perbedaan Kuliah di Indonesia dan di Belanda

Artikel ini dipersembahkan untuk Kang Ikhwan Alim, yang sejak Desember tahun lalu mengajak saya untuk barter tulisan, yang kemudian akan diposting di blog. Saya menyanggupi sesuai dengan rekues tema dari beliau. Janji adalah janji yang harus ditepati, meskipun terlambat, ini dia saya tuliskan juga.

Perbedaan Kuliah di Indonesia dan di Belanda

Kalau ditanya apa bedanya kuliah di Belanda dan Indonesia tentu akan BEDA. Akan banyak pula poin yang terurai dari tulisan saya ini mengenai perbedaan tersebut, tentunya itu subjektvitas saya pribadi. Perspektifnya akan sempit karena saya hanya mengambil merasakan kuliah di salah satu jurusan dan di salah satu univ di Belanda. Padahal banyaaak sekali jurusan/fakultas yang tersebar di kota-kota Belanda. Beda pengalaman, beda pribadi, beda komunitas, dan beda-beda lainnya akan menghasilkan respon yang berbeda.

Oleh karena itu, saya melemparkan pertanyaan singkat pada teman-teman saya di Belanda yang sedang/pernah menjalani perkuliahan di Belanda. Kemudian semuanya saya rangkum di sini. Continue reading “Perbedaan Kuliah di Indonesia dan di Belanda”

Being Indonesian in the Netherlands

Kenapa Belajar Bahasa Belanda?

“Waarom wil je leren Nederlandse?” (Kenapa kamu mau belajar bahasa Belanda?)

Itu adalah salah satu pertanyaan yang ditanyakan guru kursus bahasa Belanda saat pertama kali masuk  kursus.

Kenapa?

Bahasa Inggris aja belom khatam kok ya mau pusing-pusing belajar bahasa lainnya. Sebenernya itu salah satu to do list saya dari dulu, bisa banyak bahasa, kayak Nirina Zubir, kan keren tuh, tapi sayanya aja yang kurang memotivasi diri saya untuk bisa belajar bahasa lain. Dulu sempet ikut les bahasa Jepang gratisan pas di ITB, cuma betah 2 kali pertemuan. Sempet pengen les bahasa Arab di Salman, tapi gak kesampaian. Nah sekarang momento-nya saya lagi di Belanda, kenapa enggak saya belajar bahasa negara setempat?

Motivasi lainnya saya ingin lancar bahasa ini adalah karena Runa. Ya, Runa di sekolahnya kan berbahasa Belanda. Pas di rumah seringkali Runa berusaha berbicara dengan bahasa tersebut, kadang dimengerti, kadang cuma mumbling aja gak jelas. Bahkan saya juga suka mendengar kosa kata baru dari Runa, mungkin Runa tahu dari Juff (guru) nya. Runa terlihat berusaha sekali supaya bisa membaur dengan bahasa tersebut. Jadilah saya berpikir bagus juga kalau saya bisa bercakap-cakap dengan Runa dengan bahasa Belanda, biar Runa merasa terbantu. Continue reading “Kenapa Belajar Bahasa Belanda?”