Cerita Runa

Runa Tidur Sendiri!

Next project setelah Runa lulus toliet training adalah: tidur sendiri!

Ternyata banyak juga ya tahapan anak untuk jadi mandiri: makan sendiri, mandi sendiri, pakai baju sendiri, ke toilet sendiri, tidur sendiri, belajar sendiri, sampaaaai bisa mandiri. Tugas orang tua ya mengantarkan anak ke tahapan-tahapan tersebut.

Seneng rasanya bisa menikmati perjalanan kemandirian anak, menjadi saksi tumbuh kembangnya, menjadi penopang untuknya memenuhi kebutuhannya, sampai saatnya dia dewasa kelak.

Elooohh.. ngomong opo sih kowe son? Cuma mo cerita tentang anak tidur sendiri sok-sok mellow-drama

Hoke.. jadi singkatnya setelah Runa beres toilet training, saya dan suami mulai mengajak Runa ke tahapan bobo sendiri. Sebenarnya wacana ini sudah muncul sejak Runa berusia 2.5 tahun (kalo ga salah), sejak sayapun mulai menggalakkan program toilet training. Kami bahkan sudah menyediakan tempat tidur khusus untuk Runa, di samping tempat tidur kami, tempat tidur single bad biasa. Ya seperti tempat tidur untuk orang dewasa pada umumnya, Runa pun jadi ga tertarik. Akhirnya Runa masih tetep tidur bareng kami, satu tempat tidur. Continue reading “Runa Tidur Sendiri!”

Advertisements
Cerita Runa, Random Things

Imajinasi Anak Kecil

Pernah gak ngerasa kalau imajinasi anak itu luasss banget gak terbatas? Kalau belum mengalami sama anak sendiri, paling ga dulu waktu kita kecil pernah dong kita punya imajinasi yang orisinil, bebas, lepas, ga merasa takut, dan yang penting kita suka?

Saya perhatikan Runa juga seperti anak kecil lainnya yang suka berkhayal dan berimajinasi ketika bermain. Contohnya ketika dia bermain dengan boneka-bonekanya dia akan bercakap-cakap sesukanya, kadang dengan bahasa Indonesia, kadang dengan bahasa Belanda, kadang bahasa campuran Indo-Belanda-sebagian lagi ngasal. Atau ketika Runa bermain dengan Lego-nya, Runa akan membangun sendiri rumah untuk orang-orangannya. “Ini Papanya, ini mamanya, ini anaknya“, begitu kata Runa. Masing-masing orangya dibikinin pesawat sama Runa, bahkan ada si beruang peliharan keluarga lego itu juga punya pesawat sendiri.

Kadang Runa juga suka mengarang-ngarang lagu sendiri dan berdendang sesuka dia, dengan nada buatan dia sendiri. “Kitaa.. mensahalanya.. kita bermaiin.. bersama-samaa.. kitaa..” Apa deh lanjutannya gak jelas. Begitu juga kalau menggambar, Runa akan menggambar sesukanya. Saya ikutan menggambar juga sih sama Runa, tapi saya gak mencontohkan Runa harus gambar apa (alaaah bilang aja emang ga bisa gambar). Biasanya Runa cuma corat-coret ala benang kusut yang kemudian gambar tersebut dia namakan ‘celaka yang lari‘. Maksudnya apaa Run? saya tanya. Ya itu, celaka yang lari ini sama ada dinosaurusnya.  Saya cuma ngangguk-ngangguk aja. Continue reading “Imajinasi Anak Kecil”

Mumbling, Pharmacisthings, Trash = Relieved

Siang!

Siang. Saya suka waktu siang, dengan siang yang cerah dan kadang-kadang teduh karena matahari tertutup awan. Saya suka siang hari karena pada siang hari sepertinya banyak hal yang bisa dikerjakan, dan rasanya ceria gitu, karena sebagian besar orang juga beraktivitas di saat itu.

Sekarang ini aktivitas saya di siang hari bersama Runa adalah bobo siang (haha.. kan banyak orang bilang kalau bayinya lagi tidur, ibunya ikut tidur juga, biar istirahat — good advice btw). Saat saya sedang bergolek-golek cantik di kasur, saya ngeliat ke luar jendela, hmm.. lagi cerah dan suasananya enak gitu. PIkiran saya jadi melayang ke siang hari-siang hari sebelumnya.

Sewaktu kuliah saya suka waktu siang hari seperti ini, karena biasanya saya dan genggong FKK*) sedang nyangsang di basecamp kita di selasar farmasi, baru selesai kuliah. Kita ngampar di sana sambil membahas materi kuliah sebelumnya *bo’ong* sambil diselingi sedikit gosipan, garingan, dan bumbu kelebayan. (yang bener ngegosip sambil diselingi bahasan kuliah). Habis itu kita mo agak tobat, jadi kita jalan ke salman, solat zuhur, terus makan di nyawang atau bahkan ngampar lagi di selasar/koridor timur salman. Kalau ada kuliah jam berikutnya baru deh buru-buru balik ngampus lagi.

Haaah.. entah kenapa kangen banget kaya gitu lagi. Padahal dulu pas siang-siang jaman kuliah rasanya pengen deh nyari tempat yang enak buat tidur siang, saya bahkan bisa tidur di selasar farmasi, kortim salman, perpus, bahkan kelas. I do anything dah biar mata bisa mejem barang 10 menit aja (emang dasar tuti). Nah, sekarang I have my 10 minutes (or more) time for sleeping with my cute baby, but my mind sail away to that moment.

Kapan yaa bisa kaya gitu lagi.. heuhue.. kalo dipikir-pikir, dulu itu momen kaya gitu biasa aja, ga ada yang spesial. Baru kerasa ternyata that moment was precious. Hmm.. okelah brarti saat bobo siang saya saat ini juga bisa jadi precious moment in the future.

Baiklah kalau beg-beg-beg-begitu, mending sekarang saya bobo siang sambil mimpi lagi ada di saat-saat siang bersama FKK.

Have a nice day!

*)Farmasi Klinik dan Komunitas

Cerita Runa, Just Learning, Project

Baby Knows Your Feeling

Setelah baca judulnya jangan buru-buru mikir yang aneh ah. Bukaaan.. maksudnya bukan bayi itu semacam cenayang atau paranormal. Lurusin dulu ye pikirannya.

A month with my lovely baby gives me an important point in nurturing her. Dari buku #AyahASI dan teori-teori tentang menyusui ditekankan bahwa asi ibu akan banyak diproduksi ketika ibu merasa rileks, bahagia, dan tidak stres. Hal ini  akan melancarkan hormon oksitosin dalam merangsang pengeluaran asi.

Well, that’s true, but there’s another point i’ve learned. Alhamdulillah selama H+1 melahirkan asi saya melimpah, si dede ga perlu khawatir kekurangan sumber makanan dan minuman paling bergizi dan gratis di dunia. Kalo rasa cemas dan stres dalam mengurus bayi saya rasa wajarlah muncul pada ibu-ibu baru. Ga mungkin juga kita langsung sigap kan.

2 minggu pertama saya diback-up suami dan mama. Tapi kemudian, si ayah harus berangkat ke Siberia, Rusia untuk school-2 (semacam training wajib dr SLB) selama 1,5 bulan. Yah.. mau ga mau kita ditinggal deh. Demiii ini juga.. tau-lah tipikal perusahaan swasta asing oil service yang gampang main cut karyawan sana-sini. Kalo progres stafnya lambat ya gampang aja direlease, easy come easy go (emangnya jadi pns, geus gabut segimana oge juga ga akan kena pecat *pengalaman dulu pernah nemplok di badan pemerintah, heu*).

Emang dasar saya si tukang mellow, awal-awal ayah belom juga udah berangkat, rasanya sedih aja bawaannya (sedih ga ada yang back-up kalo begadang dan ga ada yang gantian ngegendong kalo si dede lagi nangis,hahaha). Intinya, I feel so gloomy (pleus faktor-faktor lain juga–we’ll get in to that later– yang bikin gloomy, but i’m not baby blues lho ya). Ya..  jadinya berasa kaya ada awan mendung di kepala. Berimbas pada saya jadi cepet cape, badan pegel, ga nafsu makan, dan mewek-mewek pas mimik-in sambil gendong si dede.

Entah bagaimana relasinya, rasa gloomy saya ini seperti menular ke si dede. Dia jadi lebih rewel pas malem, begadaaang terus kerjaannya, habis mimik-digendong-tidur bentar-eh bangun lagi. That was really exhausting and draining my mental. Saya pun sempet demam dan panas dingin. Kata dokter sih gejala sakit saya karena ada asi yang nyumbat di PD, ada bagian PD-nya yang keras dan itu bisa bikin demam.

Ketika saya sakit, saya menyadari.. i can’t be like this.. feeling gloomy, moaning, and drawning myself. Ntar sapa yang bakal jagain dan nyusuin si dede kalo emakny sakit?? Well.. i have to be strong! Ada pula sedikit pesan yang ngingetin:
“You must accept the fact that there is no help but self help (kamu harus menerima kenyataan bahwa tidak ada pertolongan, kecuali menolong diri sendiri)”. Apa yang diungkap oleh Bruce Lee tersebut sebenarnya sejalan dengan pengertian dalam agama Islam yang sering kita dengar, yakni “Tuhan, tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali mereka sendirilah yang memperbaikinya. Ini menegaskan pengertian, bahwa kita tidak akan pernah berubah menjadi lebih baik, impian bisa menjadi nyata, mengubah nasib buruk menjadi baik,menjadikan hidup selalu berkecukupan, tanpa kita sendiri yang berusaha mewujudkannya.(By andri wongso)

Saat itu saya pun mulai sadar. Kecemasan dan kestresan saya ini dapat dibaca oleh si kecil, sehingga dia pun ikut rewel. Semelimpah apapun asi yang saya beri, ternyata tidak membuatnya kenyang dan tenang. Asi saya ini mungkin mengalirkan rasa mendung diri saya padanya, si kecil pun ikut mendung dan jadi ga mau tidur, akhirnya saya makin cape. Jadilah efek domino. Saya yang harus berhentiin efek bersambung ini.

Saat saya sudah mengusir galau itu dari diri saya, mulai menenangkan diri, menyenangkan hati, makan yang enak, banyak berdoa.. eeeh si dede pun jadi lebih tenang, bobonya nyenyak, mimiknya banyak.. dan finally i don’t feel exhausted anymore. Well.. baby really can feel your feeling and mind. 🙂

Heup ah!