Info for Motion, Just Learning, Love.., Motherhood, Pharmacisthings

Pisang Sahabatku

Sedikit sharing selama masa trimester kehamilan (pertama) saya. Seperti layaknya bumil-bumil lain, saya juga merasakan yang namanya mual-mual. Kalau muntah sih alhamdulillah jarang sekali, tapi perasaan ingin muntah yang sering. Saat awal-awal hamil, justru saya ga merasakan mual, saya sempet merasa penasaran, eh gimana ya rasanya ibu hamil mual. Kata Allah mungkin: “Oooh nantang ya pengen nyobain mual, oke nih dikasih”

Akhirnya di minggu ke 8 kira-kira (menginjak bulan ke-2), saya mulai ngerasain tempaan nausea ala bumil. Uniknya, saya ga merasakan morning sickness seperti pada umumnya, mual-mual yang saya alami justru datang di sore hari setelah saya pulang dari kantor dan sampai di rumah hingga malam hari. Puyeng rasanya kalau nyium aroma masakan dari restoran atau warung makan. Pengen nyumpel idung pake jeruk nipis biar baunya ga masuk ke idung.

Menginjak bulan ketiga ini, mual-mual saya di sore sampai malam hari malah lebih terasa. Terlebih setelah saya pulang dari Hongkong, di sana nafsu makan menurun drastis, udah mah ga ada makanan yg menyelera, bau-bau makanan di sana pun menyengat banget (banyak bahan makanan yang diolah dengan ‘pork’, itu baunya sangat nyengat).

Karena terserang mual, kadang saya jadi susah makan. Kalau pagi masih bisa masuk roti atau bubur, kalau siang masih bisa masuk nasi (tapi setelahnya mual), nah, kalau malem ga mau apa-apa, tapi perutnya laperrrr, huhuhu.. Kalau perut dilanda lapar tapi rasanya mual, ada satu makanan yang bisa diterima perut dengan baik dan membuat perut saya nyaman. Bahkan jauh-jauh ke Hongkong pun si pangan ini tetep saya beli (best buy food di sana adalah dia, hoho) Namanya PISANG!!

Pisang menjadi sahabat saya dalam 3 bulan ini.

Padahal sebelumnya saya bukan pencinta pisang. Suami saya sampai heran, ko demen banget sama pisang. Dalam sehari bisa 2, 3, 4 pisang saya lahap. Ajaib, pisang malah meredakan mual saya dan membuat perut saya enakan.

Kenapa pisang?

Saya jadi inget pelajaran saya waktu kuliah dulu TNM (Terapi Nutrisi Medikal) dan Farmakologi. Ternyata pisang memang baik untuk ibu hamil. Memang apa sih yang dikandung pisang sehingga dia bisa “meredakan” mual?

Ternyata pisang kaya akan vitamin B6 yang dapat meredakan asam lambung dan membantu pencernaan. Karena itulah suplemen-suplemen untuk bumil komposisinya pasti mengandung vitamin B6.

Yang kedua, pisang juga mengandung asam folat (vitamin B9). Asam folat ini mudah diserap janin melalui rahim. Dengan asam folat yang cukup, maka akan membantu pembentukan sel darah merah (eritrosit) sehingga menghindarkan bumil dari anemia. Selain itu, kandungan zat besi (Fe) pada pisang yang tinggi juga mencegah terjadinya anemia tsb. 

Yang ketiga, pisang ini nyaman untuk perut. Kenapa? Struktur pisang sangat lembut sehingga  mudah dicerna dan diserap tubuh. Pisang juga bisa mengembalikan tenaga dan mengenyangkan karena  pisang mengandung 3 jenis gula alami yaitu sukrosa, fruktosa, dan glukosa yang penting dalam pembentukan energi. Kalori yang ada pada pisang sekitar 85-100 kalori. Cocok deh..

Masih banyak manfaat pisang lainnya. Ada kalium, magnesium, fosfor, kalsium, vitamin C, dan pro-vitamin A. Jadi ga salah kalo pisang menjadi sahabat setia saya selama trimester pertama ini. 😀

Selamat mem-banana party bumil. Sekian sharing pertama saya mengenai pregnancy, hoho.. what a big step for me (monik getoh sharing tentang hamil)