School stuff

“Bad Experience” Akademis

Dapet himbauan dari admin LPDP NL untuk mengisi kuesioner mengenai Bad Experience di bidang akedemis yang dialami Awardee selama studi.

Halo teman-teman, kami coba mengumpulkan pengalaman-pengalaman buruk dari teman-teman awardee di Belanda. Sederhana sekali tujuannya. Kami ingin generasi selanjutnya belajar dari pengalaman kita. Misalnya, gagal exam, revisi proposal, rejection paper, dll. Kita coba memberi gambaran bahwa ke Belanda itu bukan hanya jalan-jalan dan foto-foto, tapi perjuangan dibalik itu dijelaskan. Mari berpartisipasi. Semoga bermanfaat terutama untuk awardee generasi selanjutnya. Salam, *LPDP NL*

Saya ikut ngisi juga dong, secara pernah mengalami GAK LULUS MATA KULIAH haha.. Sebenernya waktu S1 saya gak pernah gak lulus ujian, ujian jelek sih pernah, tapi belum pernah mengalami pressure yang seperti ini selama kuliah S1. Oiya kecuali pressure ujian apoteker ITB yah, itu mah gak ada duanya. Ujian terberat selain ujian melahirkan *lebaay maninngg*. Baca curhatan ujian saya di sini. *Panjang bok, tapi itu tulisan dibundel sekalian sama soal dan jawaban saya untuk diwariskan ke generasi berikutnya, semoga bermanfaat*

Yasud, sekalian saya tulis di sini saja yaa..

Jika Anda pernah tidak lulus mata kuliah, mengapa?  Continue reading ““Bad Experience” Akademis”

Being Indonesian in the Netherlands

Nederlands Cursus: Klaar

Finally..

Eindelijk, ben ik met de Nederlands cursus klaar!

Salah satu resolusi saya tahun ini di sini: Bisa Bahasa Belanda

Alhamdulillah. Tepuk punggung sendiri *pukpukpuk*. Terima kasih suami yang sudah mengizinkan istrinya ikut course bahasa Belanda sampe tahap ketiga ini (A2-B1). Waktu lesnya yang dari jam 18-20 ini cukup butuh effort juga. Suami jadinya pulang lebih cepat tiap hari Senin dan Rabu biar bisa jagain Runa, agar saya bisa berangkat les tepat waktu.

Meski ga lancar juga sih, belum bisa ngomong panjang dengan bahasa Belanda juga (seperti layaknya ngomong bahasa Inggris). Denger orang Belanda ngomong pun masih ngeblank maksudnya apa. Baca tulisan berbahasa Belanda pun masih nyontek google translate. Tapi setidaknya sekarang saya bisa: Continue reading “Nederlands Cursus: Klaar”

Cerita Runa

Cerita Cacar Runa

Baru-baru ini Runa kena cacar, kira-kira awal Juni ini. Alhamdulillah sekarang udah sehat. Alhamdulillah sakitnya gak lama-lama. Demamnya dan rewelnya 3 hari. Walaupun masih ada cacarnya di hari ke-4 Runa udah aktif seperti biasa. Bekas cacarnya kering dalam seminggu. Banyak hikmah yang bisa diambil dalam kejadian cacarnya Runa ini.

Kalo orang bilang: Lhoo.. ternyata di Belanda ada cacar juga toh? Ehh jangan salah.. Ini justru cacar berantai di Groningen. Yang mulai penularannya dari Desember tahun lalu. Yang satu sembuh terus 3 minggu kemudian ada anak lain jadi korban. Jadi sejarah mata rantainya begini: Kakak Dita kena cacar, setelah sembuh nular ke Kakak Qiya, lalu kakak Qiya nularin ke Keia. Keia jalan-jalan ke Maastricht, nularin ke Daanish. Waktu ada acara Maastrich cup, anak-anak pada nginep di rumah Daanish, ketularanlah Kakak Piya, Kakak Idang, dan Rifat. Mereka kembali ke Groningen membawa bibit-bibit cacar. Mereka pun “diisolasi” oleh ortunya, katanya sih takut anak-anak yang lain ketularan juga. Di sini kan anak-anak sering main bareng. Setelah sekitar seminggu lebih mereka sembuh. Waktu acara GroensCup Kakak Idang dan Kakak Piya juga dateng, mungkin udah bosen juga di rumah terus. Runa juga dateng dong.. bermainlah mereka.. Tadinya sih rada khawatir juga aduh nanti kalo ketularan gimana. Ternyataa.. seminggu setelah “bergaul” dengan Kakak Piya&Kakak Idang, Runa pun ketularan cacar. *panjang ih, bisa jadi subbab paper dengan judul: Sejarah Penularan Cacar pada Anak-anak di Groningen pada Tahun 2015* Continue reading “Cerita Cacar Runa”

Informatie, tips & trucs, Pharmacisthings, School stuff

About MSc. Medical Pharmaceutical Sciences

Beberapa teman dan kenalan yang mengetahui kalau saya lanjut kuliah S2 Farmasi di University of Groningen mengontak saya dan bertanya: Monik kuliah farmasi apa di sana? Cakupannya apa saja? Mata kuliahnya apa saja? Researchnya seperti apa? Nyambung tidak dengan pekerjaan atau latar belakang saya sebelumnya?

Saya senang bisa bantu menjawab rasa penasaran teman-teman sekalian. Oleh karena itu saya juga akan rangkumkan garis besar si jurusan S2 yang saya tempuh sekarang ini. Walaupun memang di website RuG sudah cukup lengkap, mungkin penjelasan saya akan membantu.

1. Jurusan apa aja sih yang bisa apply untuk MSc Medical Pharmaceutical Sciences (MPS) ?

In sya Allah background bachelor yang berlatar belakang farmasi sangat terbuka chance-nya untuk apply MPS. Tapi ternyata ga cuma farmasi, related research fields yang berhubungan dengan molecular and cellular biology, kimia organik, biokmia, juga bisa kok.

2. Intinya si MPS ini mengarah ke mana sih?

MPS ini fokus pada studi patofisiologi dan intervensi obat. Cakupan programnya cukup luas, jadi mulai dari mempelajari penyakit, sampai drug development, dari mulai basic farmasetik, farmakologi molekular, analisis farmasi, toksikologi, farmasi klinik, farmakoterapi, sampai studi post marketing surveillance. Tapi kita ga akan mempelajari semuanya secara dalam. Kita cukup memilih akan berfokus pada bidang yang mana, terutama untuk research. Continue reading “About MSc. Medical Pharmaceutical Sciences”