Tentang Menulis

Rasanya Tidak Menulis

Writing_Quote_298

Woww.. banyak sekali bolong saya nih di ODOP. Ide tulisan sih banyak *minta dijepret pake karet gelang*, tapi ide tetaplah sesuatu yang kosong ketika tidak dituliskan. Jadi sama aja bohong.

Dua minggu lalu saya masih sempet nulis di sela-sela penyelesaian draft thesis. Setelah meeting progress research saya jadi merasa agak menahan diri saya untuk nulis. Mungkin saya merasa bersalah kok ya saya lebih seneng (dan lebih sering) nulis blog daripada nulis thesis, hiks.. Saya merasa masih ada beban di pundak, hutang 40 ECTS yang harus selesai di bulan Juli. Rasanya jari ini gatel sekali ingin menulis segala rupa, tapi sayang otak harus ON ke tempat lain. Saya juga jadi sedikit ragu untuk bisa melanjutkan pendidikan berikutnya setelah lulus.. Bisa gak yaa…? Banyak sekali pertimbangan yang saya pikirkan. Kapan-kapan deh pengen nulis curcolan kelas berat: “Setelah lulus kuliah, lalu..?”. Kegalauan yang berbeda ketika setelah lulus S1.. ya iya pertimbangan utama bukan hanya dari diri sendiri, kan ada suami dan anak. Continue reading “Rasanya Tidak Menulis”