Being Indonesian in the Netherlands, Groningen's Corner, [GJ] – Groningen’s Journal

Ramadan Bercerita bersama DeGromiest

Marhaban Yaa Ramadan..

Alhamdulillah bisa bertemu lagi dengan Ramadan tahun ini. Meski dalam suasana pandemi, tetapi Ramadan tidak berkurang kesyahduannya. Masih berasa sepi juga (tapi Belanda emang sepi sih mau bulan apa juga, haha.. kecuali pas summer kali orang-orang baru kelihatan banyak keluar).

Well, semuanya harus tetap disyukuri. Walaupun kangen berat sama kampung halaman, suasana di Indonesia, panasnya matahari di Bandung, bau kesang, debu-debu intan yang bertebaran di jalanan Bandung, pemandangan dengan banyak manusia familiar, suara-suara dengan bahasa yang akrab di telinga, aaah… sudahlah. Masih jadi angan-angan saja. eniwei tentang bahasa, lucunya sekarang saya sudah bisa menangkap percakapan orang-orang Londo. Kalau dulu ada orang ngobrol, pasti saya gak tahu mereka ngomong apa, tapi sekarang kok bisa ya otomatis paham aja gitu (efek udah kelamaan keles di Londo).

Cukup deh capruknya. Intinya saya ingin berbagi program dari DeGromiest (Himpunan Keluarga Muslim Indonesia di Groningen. Masih ya karena pandemi dan lockdown, gak ada deh kumpul-kumpul, pengajian, apalagi buka puasa bareng dan tarawih ke masjid, kan masih ada pemberlakuan jam malam (mulai pukul 22.00), sedangkan buka puasa aja sekitar pukul 21.00 an, heu.

Nah, jadi untuk tetap semangat di bulan Ramadan, Insya Allah dari tim DeGromiest mengadakan program “DeGromiest Ramadan Bercerita”. Insya allah setiap hari akan ditayangkan kultum bercerita tentang kisah hidup Rasulullah, para sahabat, dan keluarga beliau, ataupun kisah teladan di dalam Al-Qur’an. Kisah-kisah ini dibawakan oleh teman teman dari DeGromiest dengan semangat berbagi ilmu. Insya Allah video kultum itu akan tayang pada pukul 16.00 CEST / 21.00 WIB .

Kami bukan ustadz/ustadzah lho, tapi kami hanya ingin meneladani sirah Rasulullah dan Al-Qur’an, dan bisa membaginya pada khalayak. Seru juga ternyata prosesnya. Mulai dari memilih kisah yang akan diceritakan, lalu membuat script masing-masing. Baru deh dieksekusi. Biasanya kami mengambil tempat di outdoor. Biar bisa lebih bebas dan fresh juga. Bebas maksudnya kan selama lokdon ini kita gak boleh ngumpul-ngumpul di dalam ruangan. Jadi kami shooting di luar. Dengan bermodal teknik syuting seadanya, jadi juga deh videonya. Oiya ada juga Ramadan bercerita yang khusus disampaikan oleh anak-anak. Kalau itu mah, ortunya sendiri yang nyuting, hehe. Biar anak-anak juga semangat kan.

Selain kami jadi belajar mengenai sirah, kami juga belajar menyampaikan kembali. Biar lidah ini yang biasanya dipakai untuk yang tidak bermakna, bisa jadi bermanfaat dalam menebar kebaikan.

Yuk cek di Youtube DeGromiest: https://www.youtube.com/user/degromiest/videos