Berhaji dari Belanda, Catatan Haji 1437 Hijriyah

Berhaji dari Belanda, Kenapa Tidak?

Fajar dan Monik pergi haji dari Belanda pakai paspor apa?” Begitu pertanyaan yang terlontar dari Ibu di beberapa minggu sebelum kami berangkat haji.

Ya, pakai paspor Indonesia, Bu. Kita belom ganti kewarganegaraan kok, hehe..” Canda suami menjawab pertanyaan ibu.

Belakangan saya baru sadar, oh Ibu bertanya seperti itu bukan tanpa sebab. Ternyata ada kasus bahwa sekian ratus jemaah haji asal Indonesia berangkat dari Filipina, menggunakan paspor palsu. Apakah mereka ditipu oleh agen atau memang mereka mengambil risiko berangkat dengan “mengambil” kuota Filipina saya juga tidak membaca beritanya lebih lanjut. Yang pasti mereka dijanjikan untuk berangkat haji pada tahun itu juga setelah mendaftar melalui agen tersebut.

Mungkin Ibu saya agak cemas, apakah kami menggunakan “jalan pintas” untuk berangkat haji. Lha iya, kok bisa berangkat haji di tahun itu juga, padahal kami baru mendaftar sebelum bulan Ramadhan, sekitar tiga bulan sebelumnya. Di Indonesia saja jika ingin berangkat haji tahun depan, paling kurang tahun ini harus mendaftar, itupun dengan biaya yang cukup mahal, ikut ONH plus plus plus. Continue reading “Berhaji dari Belanda, Kenapa Tidak?”

Advertisements
Catatan Haji 1437 Hijriyah, Journey, Persiapan Pra Keberangkatan

Menitipkan Runa pada Allah

Sepertinya ini adalah cara Allah unyuk menguji hambaNya apakah ia benar-benar mencintai Allah di atas segala-galanya.

Sepertinya ini adalah cara Allah untuk membuat hambaNya benar-benar pasrah padaNya, karena diri hamba adalah lemah dan Allah Maha Penguasa Segalanya.

Keputusan sudah diambil, Insya Allah yang terbaik.. Insya Allah, Allah akan membukakan jalan, aamiin.

Niat Berhaji

Umat muslim di manapun pasti rindu berhaji, rindu bertandang ke rumah Allah. Ingin menunaikan rukum Islam ke-5 sekali seumur hidup. Tapi kemudian.. Kapan undangan itu datang? Kapan kita akan siap secara mental, finansial, fisik, rohani, seluruhnya?

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali Imron: 97).

Sayapun tidak pernah terpikir kapan siap dan kapan akan bisa berangkat. Niat untuk bisa menunaikan haji sudah dijadikan agenda saya dan suami sejak dulu. Mencoba menabung dan membuka tabungan haji walaupun entah kapan antrian itu akan tiba. Continue reading “Menitipkan Runa pada Allah”