Pharmacisthings, Tentang Menulis

Apoteker Bercerita

Suatu kali teman saya yang dosen di farmasi me-mention saya di fesbuk. Mahasiswanya ada yang bikin status seperti ini (maaf ya Dek saya upload di sini statusnya, tenang kan nama disamarkan, hehe). Antara pengen ngakak dan juga seneng masih ada yang baca blog kami di apotekerbercerita. Ngakak karena saya disebut-sebut sebagai ‘lulusan FKK di masa lalu’, berasa saya berasal dari zaman batu saking tuanya, haha.. padahal saya masih seangkatan pula sama temen saya yang dosen muda itu. Saya angkatan pertama FKK, tahun 2006.. jarak ke angkatan FKK paling muda sekarang 2014, cuma juga 8 tahun *cumaa Moon.. cumaa.. itu kalo anak udah SD kelas dua*. Seneng karena ternyata dari tulisan saya bisa ternyata mengena untuk si anak FKK tersebut, dia bisa merasakan apa yang saya tulis berarti. (oiya saya nyebut ‘saya’ doang tanpa Tim Apotekerbercerita lainnya karena saya satu-satunya FKK di dalam tim, lainnya anak STF, dan Sang Ilustrator tentu, hehe).

"Lulusan FKK di masa lalu..."
“Lulusan FKK di masa lalu…”

Continue reading “Apoteker Bercerita”

Life is Beautiful, Pharmacisthings, School stuff

Farmasiku Dulu dan Kini

Rasanya saya dulu pernah bikin tulisan ini. Tapi saya cari-cari di ‘perpus’ blog saya kok gak ada ya. Yowes, karena foto-fotonya masih ada ya saya bikin lagi aja deh tulisannya. Itung-itung sambil mengobati rasa kangen saya pada kampus dan fakultas/prodi saya, hehe..

2006-2016 Udah hampir 10 tahun berarti saya punya keluarga di Sekolah Farmasi ITB 2006 dan 9 tahun kebersamaan saya dengan FKK (Farmasi Klinik dan Komunitas), si prodi muda farmasi. Penjurusan di FKK memang dimulai di tahun kedua kuliah. Tahun di mana saya menemukan keluarga kedua saya dan akhirnya saya bisa menemukan kenyamanan belajar farmasi.

Saya kangen 33 saudara saya di FKK. Kami si anak sulung yang banyak melewati trial dan error. Kenapa anak sulung? Iyah FKK itu baru ada pas angkatan saya dan baru diakreditasi setelah kami lulus. Mangkanya itu kami merasa lebih deket karena kami melewatinya bareng-bareng. Saya salut pada dosen-dosen farmasi ITB yang percaya bahwa prodi FKK itu penting dan perlu, bahwa farmasi ga melulu soal formulasi dan industri. Saya salut pada semua saudara sesulung saya yang berani mengambil pilihan menjadi si anak pertama. Tahu sendiri jadi anak pertama ga gampang toh? Jadi ortu aja ngedidik anak pertama banyak trial error-nya, gimana ngedidik prodi yang baru didirikan? Saya salut pada kepercayaan Bapak Sigit (alm.) dan dosen-dosen yang memperjuangkan FKK, karena merekalah kami ada dan bisa berkarya sampai sekarang. Ah, pak Sigit, andai Bapak ngeliat anak-anak sulung Bapak sekarang.. Continue reading “Farmasiku Dulu dan Kini”

Informatie, tips & trucs, Pharmacisthings, School stuff

About MSc. Medical Pharmaceutical Sciences

Beberapa teman dan kenalan yang mengetahui kalau saya lanjut kuliah S2 Farmasi di University of Groningen mengontak saya dan bertanya: Monik kuliah farmasi apa di sana? Cakupannya apa saja? Mata kuliahnya apa saja? Researchnya seperti apa? Nyambung tidak dengan pekerjaan atau latar belakang saya sebelumnya?

Saya senang bisa bantu menjawab rasa penasaran teman-teman sekalian. Oleh karena itu saya juga akan rangkumkan garis besar si jurusan S2 yang saya tempuh sekarang ini. Walaupun memang di website RuG sudah cukup lengkap, mungkin penjelasan saya akan membantu.

1. Jurusan apa aja sih yang bisa apply untuk MSc Medical Pharmaceutical Sciences (MPS) ?

In sya Allah background bachelor yang berlatar belakang farmasi sangat terbuka chance-nya untuk apply MPS. Tapi ternyata ga cuma farmasi, related research fields yang berhubungan dengan molecular and cellular biology, kimia organik, biokmia, juga bisa kok.

2. Intinya si MPS ini mengarah ke mana sih?

MPS ini fokus pada studi patofisiologi dan intervensi obat. Cakupan programnya cukup luas, jadi mulai dari mempelajari penyakit, sampai drug development, dari mulai basic farmasetik, farmakologi molekular, analisis farmasi, toksikologi, farmasi klinik, farmakoterapi, sampai studi post marketing surveillance. Tapi kita ga akan mempelajari semuanya secara dalam. Kita cukup memilih akan berfokus pada bidang yang mana, terutama untuk research. Continue reading “About MSc. Medical Pharmaceutical Sciences”

Journey, Pharmacisthings

Goodbye Dear Sir..

Ironis. Baru kemaren ngepost tentang kematian saat tidur yang dialami mahasiswa ITB, Minggu 29 Des 2013 ini dapet kabar duka dari Farmasi ITB. Dosen tercinta kami, Bapak Joseph I. Sigit dipanggil menghadapNya, saat tidur. Berita yang saya dapat, Minggu pagi beliau sudah gak ada, pas dibangunkan sudah gak bisa, katanya serangan jantung.

Berita duka ini bener-bener bikin shock, tiba-tiba banget, gak ada yang menyangka karena Alm. sebelum2nya masih sehat dan gak ada tanda-tanda sakit. Beliau memang berperawakan gemuk dan beliau sendiri yang sering bilang (sambil nada bercanda) pas lagi kuliah: “Orang kayak saya ini yang kadar trigliserida-nya tinggi”. Yap, beliau mengajar Farmakologi, khususnya tentang jantung, dengan patologi utama yang berkaitan itu hiperkolesterol dan hipertensi. Berulang-ulang beliau selalu menekankan tentang kolesterol tinggi yang bisa menyebabkan penyumbatan pembuluh darah, dan kalau terjadi di pembuluh darah jantung… , begitulah.

Hmmmph.. masih belum pengen rasanya beliau pergi. It’s too sooner.. Tapi Allah pasti punya rencana lain, dan manusia hanya punya sedikit pengetahuan tentang itu.

Continue reading “Goodbye Dear Sir..”

Journey, Only a Story, Pharmacisthings

PCE 2013

Sabtu kmrn sy habiskan di bandung, di itb tepatnya, spesifiknya di farmasi. HMF (Himpunan Mahasiswa Farmasi) lg ngadain acara yg rutin tiap taun digelar, PCE namanya.. Patient Counseling Event. Seminar ttg dunia kefarmasian terkini dan ada kompetisi konseling pasien utk mahasiswa&(calon)apoteker.

Danternyata, ga kerasa saya udah melalui 6x PCE selama ini..
1. Wkt tingkat 2, th 2008, pas masih cupu ga ngerti konseling apa.. Cuma ikutan seminarnya doang, dan yg parahnya yg paling remarkable dr PCE th 2008 itu adlh kejadian keracunan makanan dr nasi kotak konsumsinya >_<  sy dan bbrp temen (bahkan peserta dari univ lain) ikut jd korban keracunan. Malu oge sih sbnrnya sbg tuan rumah ada skandal jepit ky gt.

2. Wkt tingkat 3, th 2009, pengen sih ikutan lomba konselingnya. Tp ga punya nyalii. Akhirnya ada 2 org tmn dr FKK ikut utk level beginner. Ga disangka langsung juaraa donngg.. *prok2 Kamel, proud to be ur friend*. Ini bkin kita jd makin terpacu balajar farkot-farmol dan tentunya teknik konselingnya.

Continue reading “PCE 2013”

Mumbling, Pharmacisthings, Trash = Relieved

Siang!

Siang. Saya suka waktu siang, dengan siang yang cerah dan kadang-kadang teduh karena matahari tertutup awan. Saya suka siang hari karena pada siang hari sepertinya banyak hal yang bisa dikerjakan, dan rasanya ceria gitu, karena sebagian besar orang juga beraktivitas di saat itu.

Sekarang ini aktivitas saya di siang hari bersama Runa adalah bobo siang (haha.. kan banyak orang bilang kalau bayinya lagi tidur, ibunya ikut tidur juga, biar istirahat — good advice btw). Saat saya sedang bergolek-golek cantik di kasur, saya ngeliat ke luar jendela, hmm.. lagi cerah dan suasananya enak gitu. PIkiran saya jadi melayang ke siang hari-siang hari sebelumnya.

Sewaktu kuliah saya suka waktu siang hari seperti ini, karena biasanya saya dan genggong FKK*) sedang nyangsang di basecamp kita di selasar farmasi, baru selesai kuliah. Kita ngampar di sana sambil membahas materi kuliah sebelumnya *bo’ong* sambil diselingi sedikit gosipan, garingan, dan bumbu kelebayan. (yang bener ngegosip sambil diselingi bahasan kuliah). Habis itu kita mo agak tobat, jadi kita jalan ke salman, solat zuhur, terus makan di nyawang atau bahkan ngampar lagi di selasar/koridor timur salman. Kalau ada kuliah jam berikutnya baru deh buru-buru balik ngampus lagi.

Haaah.. entah kenapa kangen banget kaya gitu lagi. Padahal dulu pas siang-siang jaman kuliah rasanya pengen deh nyari tempat yang enak buat tidur siang, saya bahkan bisa tidur di selasar farmasi, kortim salman, perpus, bahkan kelas. I do anything dah biar mata bisa mejem barang 10 menit aja (emang dasar tuti). Nah, sekarang I have my 10 minutes (or more) time for sleeping with my cute baby, but my mind sail away to that moment.

Kapan yaa bisa kaya gitu lagi.. heuhue.. kalo dipikir-pikir, dulu itu momen kaya gitu biasa aja, ga ada yang spesial. Baru kerasa ternyata that moment was precious. Hmm.. okelah brarti saat bobo siang saya saat ini juga bisa jadi precious moment in the future.

Baiklah kalau beg-beg-beg-begitu, mending sekarang saya bobo siang sambil mimpi lagi ada di saat-saat siang bersama FKK.

Have a nice day!

*)Farmasi Klinik dan Komunitas

Just Learning, Lifestyle

Friendship at Work?

Buat fresh grads, yang baru mulai kerja, atau sudah menapaki dunia kerja, saya yakin pernah mengalami masa-masa kangen kuliah, kangen jadi mahasiswa, kangen ngampus, hehe.. That’s a glance phase of life.

Ga disangkal, I have been there too (or still being there? heu). Memang, dunia kerja tidak senyaman pelukan kampus, dimana semua masih terasa menyenangkan, (sedikit) tanpa beban, dan yah.. It was fun, terlepas dengan segala tetek bengek ujian dan praktikum (OMG, praktikum! I never think that I will miss those activites >.<)

Mungkin salah satu faktor yang membuat kita merasa kangen dunia kuliah adalah the sense of friendship and the friends itself. Mostly, I miss my FKK gang. Seangkatan FKK yang baru berdiri mulai dari angkatan kita berisi 34 orang, si anak sulung yang ga berkakak, dan (pas awal) ga beradek, ga ber-role model juga, hiks. Gimana ga apet kita? Saya juga kangen bergaul dengan sahabat-sahabat saya di unit, kabinet, bahkan “hanya” teman yang ketemu di kepanitiaan atau organisasi tertentu. Kita semua dalam bersahabat merasa satu strata, friends with no profit, hanya terjalin begitu saja.. tulus and pure *alah naoonn deuiii*

Yah, itulah yang sulit didapet di dunia kerja. Saya sering mendengar keluhan-keluhan teman saya, bermacam-macam isinya, mulai dari yang sikut-sikutan, carmuk-carmukan (cari muka ,-red), sampai friends with benefit, kayaknya semua yang terjalin itu penuh tujuan dan intrik deh, haha,, cem sinetron aja.  Ada yang bilang, it’s so different when you start a friendship in the line of work, than a friendship at school time.

Continue reading “Friendship at Work?”

Life is Beautiful, Love..

Balada Sepatu Teplek vs Heels

Well.. First of all, I was smiling while I wrote this post..

How can I not smile when remembering something sweet, this is one of the sweetest things I ever had.

Jadi saya ini termasuk istri yang banyak maunya dan banyak protes, walaupun di sisi lain saya juga mengagumi kesabaran dan kemandirian saya sebagai istri, haha.. -lha jadi muji diri sendiri *jitak kepala sendiri*-. Untungnya suami saya pengertian dan juga sabar menghadapi sifat saya yang rese ini.

Suatu waktu saya dan suami menghadiri pernikahan seorang teman SMA di bilangan Jakarta Selatan, daerah Tebet. Oke, kami pun siap-siap dan pake baju batik kembaran kami buat kondangan. Ceritana mah biar kompakan, haghaghag..

Ini baju batik kembaran kami:

Batik kembaran kami (ini bukan pas kondangan lho ya, ini udah sampe GI, muka udah kucel)

Continue reading “Balada Sepatu Teplek vs Heels”

Journey, Only a Story, Pharmacisthings

Curhatan Ujian Apoteker

Ini sebenernya curhatan ujian yang bakal disatuin sama jurnal yang daku kerjain waktu ujian pustaka apoteker kemarin. Seperti udah tradisi nulis curhatan ujian kaya gini. Yes, it helps.. terutama untuk adik-adik kelas dan peserta ujian periode berikutnya. Saya ngerasain gitu, karena sebelum ujian apoteker ini saya meluangkan waktu untuk baca-baca jurnal teteh-teteh dan akang-akang apoteker yang udah lulus sebelumnya. Saya jadi ngerasa ada sedikit bayangan dan motivasi. Walaupun sebenernya ga akan kebayang ujian itu kayak gimana sampai kita ngerasain sendiri.

Ini bakal agak panjang (semoga ga mabok en jereng bacanya). Awalnya saya nulis, saya udah mikir ga akan banyak-banyak da hoream beybeh.. paling cuma 1-2 halaman HVS, eh gak taunya ko bisa sampe 4 halaman yaa.. hahaha.. Saya mau share ini di sini, semoga bermanfaat 🙂

Continue reading “Curhatan Ujian Apoteker”

Journey

Moment of Life – Ujian Apoteker ITB

If there is… a moment in my life.. that I REALLY REALLY DONT WANT TO REPEAT ANYMORE EVER, the answer must be: UJIAN APOTEKER ITB 2011

Rasanya kok saat menjalaninya beraaaat banget, entah karena saya jenuh atau memang ga menikmati dunia perapotekeran ini. *hampura ya Allah*

Waktu itu saya memang merasa dalam titik nadir *halah* melihat teman-teman yang lain udah pada terbang bebas ke awan, sedangkan saya masih berenang-renang di sungai, yang ombaknya gede..  (sungai kok ada ombaknya). Ya memang, tampak tenang di luar seperti sungai, tapi di dalam berkecamuk diterjang ombak *apa siih monikkk*. Yang paling saya seneng di apoteker ini adalah bagian 1. KP di Jakarta, 2. KP di Apotek, 3. KP di RS (tapi ga selama 7 minggu juga, menikmatinya 3 minggu di tengah-tengah, hehe). Kalau bagian ujiannyaa… A BIG NO. Saya mual tiap mikirin itu.

Maksudnya.. yaaa gitulah,, however you will not feel what I feel lah, if you don’t taste it by yourself. Ini ujian tu yaa.. needs a lot of sacrifice, materi, moril, tenaga, kewarasan. Saya waktu itu cuma bisa memohon sama Allah, ya Allah.. saya yakin bukan cuma saya yang merasakan kalau ujian ini berat, berilah kami semua kelulusan ya Allah.. Saya ga yakin bisa mengulangnya lagi. Karena itu ketika pengumuman kelulusan dipajang dan ada yang tidak melewatinya.. Saya merasa sedihhh.. Tapi saya yakin Allah pasti memberikan ujian pada mereka yang sangat kuat dan tawakal, Allah tidak pernah salah.

Yang salah saya.. karena saya berulang kali jatuh bangun dan merasa setres menghadapi 3 kali ujian ini. Apalagi yaa.. saya tu dapet soal: Fluvoksamin tablet. Indikasi: OCD (obsessive-compulsive disorder) dan depresi. selama periode ujian 2 Agustus 2011-22 September 2011 saya ngubek-ngubek tentang obat itu dan patologi penyakitnya (berhubung kami di subjur Farmasi Klinik, kami lebih concern di bagian terapi-obat-penyakit), saya makin terseret dalam dunia OCD dan depresi, haha.. menghayati pisan.. saya jadi merasa, apa saya merasakan gejala dan tanda pasien OCD dan depresi ini ya pada diri saya..

Oke, ketika pengumuman tanggal 29 September dipajang. Alhamdulillah.. Saya merasa bagai ada sebongkah batu diangkat dari hati saya, bagai bisul pecah, bagai terkikisnya gumpalan kolesterol dari pembuluh darah,  bagai menderasnya dopamin dan serotonin dalam otak, bagai hidung terbebas dari upil raksasa. Subhanallah.. sujud syukur.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan.

Sebagai gambaran keriweuhan ujian kami, cek foto ini

Continue reading “Moment of Life – Ujian Apoteker ITB”