Catatan Haji 1437 Hijriyah, Serba-serbi Haji

Dialah Askar

“Hajjah! Hajjah!” sosok berpakaian-berjilbab-bercadar hitam itu melambai-lambaikan tangannya, menandakan tanda maju untuk para jamaah haji wanita.

Saat itu saya dan beberapa kawan hendak memasuki Masjid Nabawi, saya membawa tas besar, berisi air minum, ponsel, dan Al-Qur’an. Wanita dengan pakaian serba hitam itu mencegat saya dan teman-teman di depan pintu gerbang Utsman bin Affan. Rupanya ia ingin memeriksa isi tas saya. Dengan sigap ia mencek barang-barang yang saya bawa. Aman, ia pun mempersilakan saya masuk. Memang jamaah tidak diperbolehkan masuk masjid jika membawa barang-barang berikut: kamera, notebook, handycam, makanan. Katanya terkadang handphone berkamera juga tidak boleh dibawa masuk ke masjid. Tetapi waktu jaman saya haji, tahun 2016, boleh-boleh saja ternyata.

“Ibu, ibu, masuk!” lho, rupanya wanita dengan sorot mata tajam di balik cadar tersebut bisa sedikit berbahasa Melayu/Indonesia yang kaku. Ia tahu saya berasal dari Indonesia. Mungkin ia sudah hapal rupa dan khasnya jamaah-jamaah berbagai negara dan ras berbeda. Continue reading “Dialah Askar”

Advertisements
Catatan Haji 1437 Hijriyah, Persiapan Pra Keberangkatan

Persiapan sebelum Haji, Apa Sajakah?

Beberapa minggu menjelang berangkat haji, hari Jum’at 2 September 2016, banyak pertanyaan yang mampir pada kami,

“Moonnn, udah siap mau berangkat?”

“Udah nyiapin aja nih sebelum haji?”

Begitupun setelah kami pulang haji, hari Sabtu 24 September 2016, pertanyaan serupa ditanyakan beberapa rekan yang tertarik dan berniat haji juga dari Belanda,

“Eh jadi kalau mau berangkat haji apa aja yang harus disiapkan?”

 “Mau dong tips-tipsnya untuk berhaji?”

Berbekal dari persiapan kami sebelum berangkat dan berkaca dari pengalaman selama 3 minggu di sana, saya ingin merangkumkan hal-hal tersebut agar mudah diinformasikan kembali.

Tidak seperti jamaah haji dari Indonesia yang mungkin persiapannya sangat lengkap, mulai dari kain ihram dan mukena bahkan seragam batik disediakan. Pasti dari agen hajinya sudah diberikan list apa saja yang harus dibawa, pengalaman mereka tentu sudah banyak. Kami yang berangkat dari Belanda tidak diberi perbekalan khusus, semua harus kami cari sediakan sendiri dan cari tahu sendiri, termasuk barang apa saja yang harus dibawa. Terlebih lagi tidak semua barang mudah didapatkan di Belanda (dan tidak murah). Saya sendiri satu bulan sebelum berangkat haji sempat pulang ke Indonesia untuk mengantar Runa. Untunglah kesempatan tersebut sekalian saya gunakan untuk membeli barang-barang perlengkapan haji, di Pasar Baru Bandung lantai 4 banyak toko yang menjual perlengkapan haji, lengkap dan cukup murah. Continue reading “Persiapan sebelum Haji, Apa Sajakah?”