Being Indonesian in the Netherlands, Cerita Runa dan Senja, Groningen's Corner

Avond4Daagse – Groningen (Reitdiep)

Registration of Avond4daagse is now open!

That was the slight message that appeared in the school portal. This message attracted me since I am actually already familiar with the activity. However, we never join this event. And there was corona for two years, and we did not really pay attention to the extra activities outside school.

I thought maybe this would be an excellent chance to join. Without any doubt, I enrolled Runa for 5 km walking in Avond4Daagse, organized by the school in the Reitdiep neighborhood.

So, what is actually Avond4Daagse?
Evening4daagse is an initiative event of Koninklijke Wandelbond Nederland ([KWbN], a sports association in the Netherlands). The mission is to persuade the children as much as possible in walking activity. They move through the neighborhood during the evening time, for 4 days in a row. The idea is not only to promote a healthy lifestyle, but also to make them have an unforgettable ‘walking party’. And this event was passed from generation to generation. Almost every region or city in the Netherlands organizes this activity. Children from 4 years old and older can join, and also parents can participate (especially for small children). Older children can walk by themselves.

Continue reading “Avond4Daagse – Groningen (Reitdiep)”
Journey, Mumbling, Random Things

Guilty Pleasure (1)

Beberapa hari yg lalu saya perlu mengurus sesuatu di kantor IAI Jabar, tempatnya di sucore (Surapati Core) daerah Caheum. Saya pergi sendirian, emang sengaja ga bawa Runa, karena tau bakalan perjalanan bakalan jauh (dari Kopo gitu) dan maceuuut.. Runa dititip sama Anin-nya (nenek,-red).

Saya ditemani si Ciprat pun berangkat. Haaah.. Udah lama rasanya ga berkendara sorangan di Bandung. Saya memang bukanĀ  penyetir yg ulung (seperti kk saya yg dr sma udh bs bawa mobil), juga bukan penyetir yg pemberani (kalo bukan mobil sendiri ga berani bawa, haha, teu biasa). Dulu ada si Muntam (Karimun Hitam) favorit saya dan kk, yang biasa saya bawa2. Mobil papa lainnya saya ga berani bawa, skrg cuma berani bawa si Ciprat doang.

Walaupun saya si The Cupu Driver, tapi saya sangat menikmati momen2 saat saya bisa bawa mobil sendiri, kalo sebelahnya ada penumpang asa jd lbh grogi. Dulu didelek-in papa atau dinyap2-in mama kalo salah2 langkah nyetirnya, skrg diomelinnya sama suami, heuheu..

Continue reading “Guilty Pleasure (1)”

Just Learning, Love.., Only a Story

Grow up!

Dulu..

Ketika saya tertidur di sofa, di ruang tengah, di depan tv, selalu ada papa yang dengan sosok kebapakannya mengangkat tubuh saya, menidurkan saya dengan lembut di tempat tidur, lalu menyelimuti saya.

Dulu..

Ketika saya demam, selalu ada papa dan mama yang akan tidur di samping tempat tidur saya, menunggui saya semalaman, memeriksa dahi saya secara berkala, dan bersiap ketika saya terbangun, ingin minum, ingin ke wc, atau sekedar ingin merengek-rengek.

Dulu..

Ketika ingin pulang, dari manapun, jam berapapun, selalu ada papa yang menelepon dan bertanya: “dimana? mau pulang?” dan dengan sigap menjemput putrinya yang ayu ini, takut kali kalo anak perempuannya kenapa-napa.. (tapi ini juga kadang sampe sekarang masih sih, hahha.. kalo lagi ga bermobil atau lagi ga ada kakak yang bermobil, pilihan terakhir adalah telepon papa).

Dulu..

Selalu ada event jalan-jalan keluarga tiap akhir pekan, entah hanya bermobil ga jelas kemana, makan di luar, jalan wisata, botram ke ciwidey, atau bahkan menginap 2-3 hari di tempat yag asri jauh dari bising kota.

Continue reading “Grow up!”