Tentang Menulis

Momwriter’s Diary: Memulai Perjalanan Saya

Mom Writer's Diary - Karya Mbak Dian Kristiani
Mom Writer’s Diary – Karya Mbak Dian Kristiani. Saya baca sepulang dari kampus, terputus karena mengerjakan urusan domestik rumah. Besoknya saya tamatkan di perjalanan kereta dari Groningen ke Utrecht. Untungnya suami mau disibukkan main sama Runa sementara saya asyik baca.

Sebentar saja waktu yang dibutuhkan untuk bisa menamatkan buku menarik ini, gak bisa berhenti soalnya dari halaman pertama sampai terakhir. Buku ini menyemangati saya untuk benar-benar mengejar cita-cita sebagai penulis. Yang saya pikir sebelumnya: Menulis itu yaa profesi, tapi tidak bisa dijalankan sebagai profesi utama. Menulis itu bukan untuk mencari penghasilan. Kesibukan yang ada sekarang bisa menghambat perjalanan menjadi penulis. Semuanya itu pandangan yang keliru!

Mbak Dian Kristiani sudah membuktikan bahwa beliau adalah seorang ibu rumah tangga dengan dua anak, yang setiap hari disibukkan dengan urusan rumah tangga yang gak habis-habis (been there and always be there), tetapi bisa menjadi seorang penulis profesional! Profesional menghasilkan buku-buku berkualitas secara konsisten. Wow banget gak siih? Tapi tentu perjalanannya sampai ke tahap tersebut ga ujug-ujug jadi, banyak usaha yang dilakukannya diselingin dengan rintangan juga.

Di buku ini, Mbak Dian Kristiani menjabarkan pengalamannya di dunia tulis menulis dengan gaya bahasa yang ringan dan santai. Tidak terasa menggurui tapi sarat dengan saran dan tips. Cerita Mbak Dian sangat gamblang dan menohok, haha.. Jadi penulis tu gak boleh manja dan menye, kena deh nanti sama paparan Mbak Dian di sini.  Continue reading “Momwriter’s Diary: Memulai Perjalanan Saya”

Info for Motion, Tentang Menulis

Oleh-oleh Kulwap A. Fuadi

Beruntungnya ikut #ODOPfor99days, bisa ikutan kuliah whatsapp bersama A. Fuadi. Iyaa A.Fuadi yang penulis trilogi Negeri 5 Menara, Ranah 3 Warna, dan Rantau 1 Muara. Saya suka tulisan bang Fuadi, memang mungkin gaya tulisannya bukan yang puitis atau kompleks, tapi bahasanya ngalir dan isi ceritanya menarik. Terus beliau juga masih berdarah Minang *terus kenapa?* Ngerasa satu kampuang aja, wkwk..

Novelis-negeri-5-menara-a-fuadi
A. Fuadi dan karya-karyanya. Gambar dari sini 

Makasih Teh Shanty sudah mengundang Bang Fuadi ke kelas dan memoderatori kulwapnya 🙂

Kulwapnya berlangsung pada hari Selasa 29 Maret 2016. Bertepatan pas saya lagi trip liburan Easter, hoho.. walaupun saya telat masuk kelas, karena kulwapnya pagi jam 8.30 dan waktu saya di sini (CEST) masih jam 2.30 tengah malem. Gak papa, setelah subuh saya habiskan meresapi isi kulwapnya pelan-pelan sebelum memulai aktivitas jalan-jalan hari itu. Alhamdulillah masih sempet. Continue reading “Oleh-oleh Kulwap A. Fuadi”

Info for Motion, Tentang Menulis

8 Kesalahan Penulis Pemula – dari Clara Ng

8 Kesalahan Penulis Pemula

Ngikutin tweet-tweetnya dari mbak Clara ng, penulis Indiana Chronicle, ada kultwitnya mengenai 8 kesalahan umum yang dibuat oleh penulis pemula. Boleh nih buat dipelajari..

Saya repost yaa tweetnya.. Semoga bermanfaat 🙂

  • Lagi membaca beberapa pekerjaan dan naskah, tiba2 aku tergelitik ingin berbagi ttg kelemahan penulis fiksi pemula. Tagarnya #8kesalahan.
  • Ada setidaknya #8kesalahan yg sering aku temui di naskah fiksi yg ditulis penulis pemula. Fiksi ada kesalahan? Ya, artinya, rumusnya ga tepat.
  • Kalau diibaratkan buat kue, #8kesalahan naskah fiksi ini membuat naskah fiksi bantat/rusak. Kayak kue yg gak bisa mengembang/mekar.
  • Aku mau bagi #8kesalahan yg nomor satu: ketiadaan konflik. Banyak sekali naskah fiksi gagal yg tidak pnya konflik di dalam ceritanya.
  • Konflik itu apa? Konflik adalah perlawanan atas sesuatu yg diperjuangkan oleh si karakter. Konflik adalah arus balik.#8kesalahan
  • Fiksi brsandar pada konflik, bkn pada “konsep cerita”. Konsep cerita sekeren apapun bakal hncur tanpa adanya konflik. Konflik adalah nyawa.#8kesalahan
  • Seperti tangga, konflik bertahap, dari tangga bawah ke atas. Konflik jg seperti bayi, bertumbuh. Konflik yg stagnan dan begitu-begitu saja bikin fiksi mati.#8kesalahan
  • Kesalahan no 2 dr #8kesalahan naskah fiksi pemula adalah: pembukaan yg lemah. Pembukaan lemah artinya pembukaan yg tidak mperlihatkan konflik.
  • Konflik seharusnya sudah membayang muncul di pembukaan (prolog). Pembukaan yg salah adalah pembukaan yg mengabaikan/menahan konflik. #8kesalahan
  • Karena konflik sudah mnghantui pmbukaan dari awal naskah, maka penyelesaiannya pun harus kuat. Inilah kesalahan no 3 dar #8kesalahan naskah fiksi pemula
  • Kesalahan no 3 dr #8kesalahan naskah fiksi pemula: penyelesaian konflik yg lemah. Lemah artinya konflik yg dibangun hanya selapis tipis.
  • Penyelesaian konflik yg lemah disebabkan o/ tokoh yg tdk berjuang, tp dpt pertolongan. Inilah kesalahan fiksi pemula no 4 dr #8kesalahan.
  • Tokoh harus berjuang menyelesaikan masalahnya. “Mendpt pertolongan” artinya memasukkan tokoh/situasi lain yg langsung mnyelamatkan dia.#8kesalahan
  • Tokoh utama boleh “mendapat pertolongan” dalam situasi yg “indirect” alias tidak langsung, tp penyelamatannya BUKAN dgn “diserobot” #8kesalahan
  • Untuk bahasa awam, ini sering dsebut dengan aksi “kebetulan”. Kebetulan dalam fiksi bisa saja terjadi, tapi kebetulan yg lebay adlh “aksi serobot” #8kesalahan
  • Kesalahan no 5 dr #8kesalahan naskah fiksi pemula adlh: dialog yang garing. Kalau garing, direbus saja smp lembek 😀 *nyante dikit* #8kesalahan
  • Dialog bertele2. Dialog haha-hihi-hehe. Dialog ke sana ke mari. Semua dialog jenis itu membuat fiksi tidak bergerak ke mana-mana.#8kesalahan
  • Humor dalam dialog boleh, tapi humor pun punya rumusnya. Ada pembukaan, ada tengah, ada kick-ass-nya. Tanpa itu, humor mati dlm dialog. #8kesalahan
  • Lanjuuut, kesalahan no 6 pd #8kesalahan naskah fiksi pemula: kalimat2 yg tidak patuh pada aturan Bahasa Indonesia. Ini bukan naskah pakai bahasa Mars!
  • Sakiiiit hati kalau ada yg berani bilang di dpnku, “Bahasa Indonesia itu gampang.” Helooow, bahasa Indonesia itu susah, tauk! #8kesalahan
  • Dan kita semua harus belajar bahasa Indonesia dimulai dr yg paling sederhana: SPOK atau KSPO. (Subyek, Predikat, Obyek, Keterangan). #8kesalahan
  • Karena bahasa Indonesia tidak mendapat perhatian, maka kesalahan no. 7 dari #8kesalahan naskah pemula adalah: tanda baca yg tidak pada tempatnya
  • Kesewenang2an dalam tanda baca bisa menjadi bukti bahwa kita adalah manusia ugal2n dalam menyetir. Kenapa? Hehe, karena tanda baca = rambu lalu lintas.#8kesalahan
  • Penulis fiksi yang tak peduli dengan peletakkkan tanda kutip, koma, titik, titik tiga, titik koma, dll akan membuat naskah fiksi jadi rusak. #8kesalahan
  • Dan terakhir, no 8 dr #8kesalahan naskah fiksi pemula adalah: jreng jreng jreng! Adalah… Setting yg terlupakan! Isi cerita hanya dialog
  • Apa itu setting? Setting adalah keadaan cerita, dari lingkungan sampai suasana. Tanpa kehadiran setting, cerita bakal gatot (gagal total) #8kesalahan
  • Nah, ada #8kesalahan umum yang sering aku temui saat bertugas memeriksa naskah2 fiksi. Don’t worry, kesalahan2 itu gak diancam hukuman neraka :))
  • Jadi, be happy, karena #8kesalahan naskah fiksi masih bisa diperbaiki dan diimprovisasi. Banyak2 baca buku & terus meningkatkan kualitas tulisan.