Kisah Awal Seorang Jenius

Jenius, visioner, pekerja keras, luar biasa, extraordinary!

Itu sederet komentar saya yang keluar sepanjang saya membaca buku mengenai kisah masa muda Bacharuddin Jusuf Habibie, atau yang dikenal dengan nama Rudy di masa mudanya.

Rudy, Kisah Masa Muda Sang Visioner

Selama ini saya hanya mengenal sosok Pak Habibie sebagai orang yang jenius, titik. Dalam buku dan film Ainun dan Habibie, lagi-lagi sosok yang tercipta adalah seorang jenius, di samping keromantisan kisah cinta mereka berdua. Mungkin saya memang kurang gaul mengenai perjalanan hidup beliau. Yang saya tahu beliau bersekolah sampai doktoral di Jerman, orang Indoneisa pertama mendesain pesawat di IPTN, serta presiden ketiga RI. Ternyata beliau lebih dari itu.

Buku berjudul Rudy, Kisah Masa Muda Sang Visioner, telah membuka mata saya mengenai perjalanan hidup Pak Habibie. Sahabat saya yang telah berbaik hati meminjamkan bukunya. Saya bilang pada sahabat saya, saya lagi ingin membaca sesuatu yang ringan tetapi memotivasi. Ia pun memilihkan buku tersebut. Pilihannya tidak salah, kisah masa muda Rudy ini enak dibaca dan begitu menginspirasi. Meski saya menamatkan buku tersebut di sela-sela kegiatan liburan travelling saya, tetapi saya tidak bisa berhenti meletakkan buku tersebut, sampai saya merasa pusing membaca.

Rudy memang seseorang yang diberi kelebihan oleh Allah dengan kepintarannya yang sudah menonjol sejak kecil. Hingga sampai usia sekolah, kecerdasan Rudy semakin terlihat. Bahkan Mami, panggilan ibu Rudy, sampai bela-belain menyekolahkan Rudy ke Jakarta, ke Bandung, hingga ke Jerman. Keluarga Rudy memang cukup berada memiliki latar belakang pendidikan yang baik. ia beruntung bisa mengecap pendidikan Belanda ketika masih kecil. Saya juga baru tahu dari buku ini bahwa Pak Habibie memang fasih berbahasa Belanda sejak kecil, selain karena ia bersekolah di sekolah Belanda, juga karena bahasa Belanda adalah bahasa yang populer digunakan di Parepare (kota Parepare menjadi persinggahan bangsa asing, termasuk Belanda).

Yang membedakan Rudy dengan para jenius lainnya adalah, idealismenya untuk Indonesia. Orang jenius mungkin banyak, tetapi yang memiliki cita-cita dan optimisme besar untuk Indonesia mungkin hanya Rudy.

Ia bersekolah jauh-jauh ke Jerman demi memikirkan nasib bangsanya. Ia memiliki cita-cita untuk membangun Indonesia dengan pesawat terbangnya. Diceritakan pula selama kuliah di Aachen, Jerman, Rudy tidak hanya serius belajar, tetapi ia juga aktif di perhimpunan mahasiswa Aachen dan Jerman Barat. Ia bahkan mengadakan Seminar Pembangunan yang isinya mengonsep masa depan bangsa Indonesia, diikuti oleh seluruh PPI cabang kota di Eropa. Ada ceramah yang diisi dari pembesar Indonesia, termasuk Moh. Hatta di dalamnya. Kemudian setiap PPI cabang kota saling berdiskusi dan bertukar pikiran, mengoordinasikan kebutuhan pembangunan Indonesia di bidang industri, sesuai bidang studi masing-masing. Berat euy bahasannya. Langkah awal ini yang kemudian memandu Rudy untuk selalu menyimpan cita-cita besarnya untuk Indonesia.

Kalau direfleksikan dengan kondisi sekarang, rasanya jauh sekali. Di mana para pemuda Indonesia di luar negeri saat itu begitu idealis demi bangsa. Saya jadi berkaca pada diri sendiri, wah boro-boro memikirkan pembangunan Indonesia berkelanjutan. Kadang malah rasanya pesimis sekali dengan negara sendiri. Meski saya tahu hubungan saya dengan Indonesia ini seperti sebel-sebel-rindu. Sejauh apapun saya melangkah, pasti saya menengok ke tanah air saya, membayangkan apa yang bisa saya lakukan untuk tanah air di masa depan. Doakan saja, selalu ada langkah awal untuk memulainya. Aamiin.

 

Advertisements

Maskapai Penerbangan Bertarif Rendah yang Beroperasi Indonesia

[Sponsored Post]

Berpergian jauh dengan pesawat terbang tapi ongkosnya murah? Kalau dulu, hal ini mungkin hanya sekedar mimpi atau angan-angan yang sulit untuk terwujud. Travelling dengan menggunakan pesawat sepertinya menjadi hal yang jauh sekali untuk orang-orang menengah ke bawah. Padahal berpergian dengan kendaraan burung raksasa ini tentunya memudahkan kebutuhan akses perjalanan jauh kita. Sudah sering dong menggunakan kendaraan seperti bus, kereta, maupun kapal laut? Sepertinya sudah saatnya mencoba terbang dengan pesawat.

Melihat kebutuhan untuk berpergian dengan pesawat yang dapat diakses semua kalangan, maka beberapa perusahaan maskapai penerbangan pun mulai merambah bisnisnya. Yaitu dengan memberikan pilihan penerbangan bertarif rendah atau yang biasa disebut LCC (Low– Cost Carrier). LCC ini adalah suatu layanan penerbangan yang penggunanya hanya dimintai biaya yang relatif jauh lebih murah daripada kelas penerbangan pada umumnya tetapi yaa.. fasilitasnya pun seadanya saja.

Harga ngga pernah bohong. Mungkin itu salah satu quote yang tepat untuk menggambarkan fasilitas yang akan didapat jika memilih terbang dengan maskapai bertarif rendah. Fasilitas yang didapat tentunya berbeda dengan maskapai kelas atas seperti Garuda Airlines atau Batik Air. Seperti: jarak kaki pada kursi, fasilitas check in, maupun layanan makanan. Hal-hal tersebut hanya contoh dari sekian banyaknya fasilitas yang membedakan antara maskapai LCC dengan lainnya.

Walaupun demikian, para maskapai LCC tetap menjamin keselamatan dan kenyamanan penerbangan. Tentunya ini menjadi poin inti, kita kan tidak mau mengudara tetapi malah tidak sampai ke tempat tujuan. Nah, ada beberapa referensi nih maskapai penerbangan bertarif rendah mana saja yang terpercaya dan menjamin keselamatan para penumpangnya.

Check it out!

1. Sriwijaya Air

Sumber: his-travel.co.id

Sumber: his-travel.co.id

Perusahaan yang telah berdiri dari tahun 2003 ini memang sudah terkenal maskapai LCC berkualitas. Walapun harga tiket pesawat Sriiwijaya Air terbilang murah tetapi mereka tidak main-main dalam bekerja mengantarkan penumpangnya. Sriwijaya Air termasuk dalam salah satu dari banyaknya maskapai yang memiliki Standar Penerbangan Nasional kategori 1 di Indonesia. Sehingga tidak ada salahnya kalau memilih jasa maskapai yang berpusat di Jakarta ini.

Perusahan maskapai yang didirikan oleh keluarga Lie (Chandra Lie dan Hendry Lie) bersama Johannes Bundjamin dan Andy Halim ini telah memiliki 37 armada Boeing berbagai tipe 737. Slogan mereka adalah: “Your Flying Partner, Sriwijaya Air siap menjadi partner perjalanan Anda ke 43 tujuan penerbangan”. Melihat kapasitas Sriwijaya Air ini tentu tidak perlu ragu untuk memakai jasa maskapai ketiga terbesar di Indonesia ini.

2. Lion Air

Sumber: boeing.com

Sumber: boeing.com

Lion Air merupakan maskapai penerbangan bertarif rendah terbesar di Indonesia. Maskapai swasta yang satu ini sudah memiliki banyak kepercayaan dari masyarakat Indonesia. Dengan total 100 armada pesawat, Lion Air siap mengantarkan para penumpangnya ke berbagai daerah di Indonesia.

Namun, belakangan ini maskapai berlogo singa ini sedikit kehilangan taringnya. Dengan sering terjadinya insiden dan beberapa kesalahan teknis seperti terlambat dalam jadwal penerbangan, membuat Lion Air kehilangan beberapa konsumennya. Meskipun begitu, Lion Air terus berkembang dan meluaskan pelayanannya sehingga menjadi maskapai yang sangat penting di Indonesia.

3. Citilink

Sumber: citilink.co.id

Sumber: citilink.co.id

Kesuksesan Garuda Airlines dalam mewarnai kancah bisnis penerbangan di Indonesia, diikuti oleh anak perusahaanya, yaitu Citilink. Citilink mulai beroperasi pada tahun 2001, lalu maskapai ini pernah vakum dalam melayani semua tujuan penerbangan pada tahun 2008. Tetapi delapan bulan selanjutnya, Citilink mulai beroperasi lagi dengan adanya kucuran dana sebesar 10 juta dolar.

Dengan diawasi langsung oleh Garuda Maintence Facility Aero Asia, Citilink menjadi salah satu pilihan masyarakat dalam menemani perjalanan penerbangan mereka. Ditambah pula Citilink merupakan maskapai bertarif rendah yang menyediakan 24 tujuan penerbangan domestik untuk kebutuhan para penggunanya.

Untuk pemesanan dan harga tiketnya, sebenarnya Citilink terbilang unik dalam hal ini. Para penumpang dapat memilih nomor kursi yang diinginkan, padahal di maskapai LCC jarang yang memberikan pelayanan seperti ini. Lalu untuk harga, mereka mematok sesuai dengan pesanan kursi di baris berapa. Baris pertama merupakan yang termahal, selanjutnya baris kedua hingga ke belakang harganya semakin murah, malah bisa sampai diberikan secara cuma-cuma alias gratis.

 4. Air Asia

Sumber: airportspotting.com

Sumber: airportspotting.com

Air Asia terkenal di kalangan penggunanya dengan seringnya memberikan promo penerbangan ke beberapa tempat menarik. Karena itu banyak para travellers sudah jauh-jauh hari sebelum liburan sudah memburu tiket di Air Asia. Air Asia memang memberikan promo dengan pilihan waktu penerbangan yang masih lama, tak jarang menjadi pilihan para pendamba liburan.

Air Asia merupakan perusahaan maskapai swasta terbesar yang berpusat di Malaysia. Tetapi sejak tahun 1999, maskapai ini mulai beroperasi di Indonesia dengan nama AWAIR yang selanjutnya diganti menjadi Indonesia Air Asia. Pada awal beroperasinya, Indonesia Air Asia melayani penerbangan ke beberapa tujuan domestik menarik, sehingga pas sebagai pilihan untuk berkeliling Indonesia dengan harga yang terjangkau.

 —

Itulah beberapa maskapai penerbangan yang dapat Anda pilih untuk menemani perjalanan mengudara Anda. Semuanya merupakan maskapai terpercaya dan sudah memiliki banyak pengalaman dalam mengantarkan para penggunanya.