School stuff

“Bad Experience” Akademis

Dapet himbauan dari admin LPDP NL untuk mengisi kuesioner mengenai Bad Experience di bidang akedemis yang dialami Awardee selama studi.

Halo teman-teman, kami coba mengumpulkan pengalaman-pengalaman buruk dari teman-teman awardee di Belanda. Sederhana sekali tujuannya. Kami ingin generasi selanjutnya belajar dari pengalaman kita. Misalnya, gagal exam, revisi proposal, rejection paper, dll. Kita coba memberi gambaran bahwa ke Belanda itu bukan hanya jalan-jalan dan foto-foto, tapi perjuangan dibalik itu dijelaskan. Mari berpartisipasi. Semoga bermanfaat terutama untuk awardee generasi selanjutnya. Salam, *LPDP NL*

Saya ikut ngisi juga dong, secara pernah mengalami GAK LULUS MATA KULIAH haha.. Sebenernya waktu S1 saya gak pernah gak lulus ujian, ujian jelek sih pernah, tapi belum pernah mengalami pressure yang seperti ini selama kuliah S1. Oiya kecuali pressure ujian apoteker ITB yah, itu mah gak ada duanya. Ujian terberat selain ujian melahirkan *lebaay maninngg*. Baca curhatan ujian saya di sini. *Panjang bok, tapi itu tulisan dibundel sekalian sama soal dan jawaban saya untuk diwariskan ke generasi berikutnya, semoga bermanfaat*

Yasud, sekalian saya tulis di sini saja yaa..

Jika Anda pernah tidak lulus mata kuliah, mengapa?  Continue reading ““Bad Experience” Akademis”

Advertisements
Journey, Project

Under Pressure

Ternyata orang (saya maksudnya) perlu targetan ya untuk bisa menyelesaikan sesuatu, kadang perlu tekanan juga, bahkan perlu deadline.

Kalau ga ada pressure untuk lulus 4 tahun tepat bulan Juli pas kuliah, mungkin saya ga akan “memaksakan” diri untuk lulus.

Kalau ga ada pressure gede untuk lulus ujian APOTEKER, mungkin saya ga akan berjuang sampai titik darah penghabisan untuk menghadapi 3x ujian itu.

Tekanan itu bisa berupa target, kewajiban, keinginan, atau dorongan dari lingkungan (teman, orang tua, dosen, dll).

Dulu saya selalu punya buku kecil atau notes yang saya bawa kemana-mana yang isinya: TO DO LIST TODAY dan rincian-rincian kerjaan/kegiatan yang harus saya selesaikan pada hari itu, atau pada waktu tertentu. I used to be a an organized person.

Saya lupa entah sejak kapan udah jarang nulis TO DO LIST lagi, apalagi targetan, kegiatan saya banyak random sih sekarang ini, hehehe..

Tapi ternyata pressure itu walau kecil tetep berlaku juga ya.. inget postingan pertama saya setelah balik lagi blogging di tahun 2013 ini, saya membuat targetan untuk menulis nonstop setiap hari di blog sampai 12 hari, dan berakhir tanggal 24 februari kemarin. Eh gatau gimana caranya.. I really did that. Di sela-sela keriweuhan sama si Kecil dan ketidakjelasan jadwal tidur dan ganti popok, saya bisa juga menyelesaikan itu proyekan kecil. Awalnya memang dimaksudkan biar saya tetep produktif dan mengasah otak sikit-sikit.

Tadinya saya pikir, setelah saya terbiasa nulis selama 12 hari, saya akan tetap istiqomah melanjutkan nulis di hari berikut-berikutnya. Eh ternyata enggak. Apa karena saya sudah lepas dari targetan saya? Sudah tidak ada pressure untuk forcing mysef? Mungkin.

Jadi kesimpulannya, saya harus punya targetan yang harus dicapai supaya bisa “memaksa” diri saya berbuat sesuatu untuk melaksanakannya. Making myself under pressure may be quite good for grown up process.

The point is.. what’s my target next?

Maunya sih ga cuma ecek-ecek nulis blog aja tiap harinya.

Maunya siihhh bikin iniii.. bikin ituuu..

Maunyaaa..