Catatan Haji 1437 Hijriyah, The Holy Makkah Al Mukarramah

The Holy Makkah Al Mukarramah

Mecca, Mekah, Makkah, nama yang begitu membuat hati para muslim bergetar. Kota suci, tempat Rasulullah dilahirkan dan tumbuh. Kota di mana ada kiblat bagi ibadah seluruh muslim di dunia. Bagi saya, tidak pernah terbanyangkan bentuk kota Makkah seperti apa. Dalam pikiran saya Makkah adalah gurun pasir, tandus, ada pohon kurma, banyak debu berterbangan, dan ada unta. Mungkin dulu iya seperti itu, tapi sekarang … Makkah adalah kota yang sangat maju. Bahkan hampir sama dengan Jakarta atau Hongkong, Makkah bagai kota yang tidak pernah tidur. Orang-orang lalu-lalang untuk beribadah ke Masjidil Haram. Toko-toko sudah buka sejak subuh hari sampai tengah malam.

Satu yang membuat perasaan saya sangat damai adalah … mendengar suara adzan yang merdu lima kali sehari, Masya Allah.

Katanya, Makkah itu berada di tanah Hijaz dan dikelilingi gunung-gunung, meski saya tidak merasa ada gunung mengelilinginya. Mungkin fokus saya terlalu banyak terarah ke Masjidil Haram, mungkin juga gunung-gunung tersebut sudah tertutupi dengan bangunan tinggi pencakar langit, berupa hotel, mall, penginapan, perkantoran, dan lainnya.

Untuk kita, mungkin kita hanya akan bisa memasuki Makkah ketika akan umrah atau haji. Kota ini suci, tidak boleh dimasuki selain oleh umat muslim. Beberapa keutamaan kota Makkah adalah: (1)

  1. Tempat dibangunnya rumah Allah (Baitullah)
  2. Kota kelahiran dan kenabian Rasulullah SAW
  3. Tempat beribadah umat muslim di seluruh dunia
  4. Tempat yang dimaksudkan untuk menghapus dosa-dosa masa lalu
  5. Tempat yang diwajibkan oleh Allah untuk kaum muslim mengunjunginya (bagi yang mampu)
  6. Tempat yang di dalamnya banyak tempat-tempat mustajab untuk berdoa.

Rasulullah bersabda: “Tidak ada bumi yang lebih baik dan lebih aku sukai daripadamu (Makkah), seandainya kaumku tidak mengusirku darimu, maka aku tidak akan tinggal di selainmu.” Hadits Hasan Shahih Gharib

Makkah disebut berulang-ulang dalam Al Qur’an, dengan nama yang berbada: Al Balad (negeri), Ummul Qura (erkampungan tua), Bakkah, AL Baldah (negeri), Haram Amin (tanah suci yang aman), Ma’ad (tempat kembali), Qaryah (Negeri/ampung). (1)

Sebenarnya tidak banyak yang bisa saya ceritakan mengenai Makkah ini. Sebab, dalam seminggu yang kami habiskan di Makkah. Kegiatan kami hanya berpusat di Masjidil Haram dan Zam-zam Tower. Memang sedikit kekurangan ketika menjalankan haji/umrah dari Belanda adalah paket tur-nya tidak selengkap tur haji dari Indonesia. Bisa jadi karena waktu yang kami miliki cukup sempit. Kawan kami yang menghabiskan lebih dari dua minggu di Mekah (haji dari Indonesia) sudah berkeliling ke macam-macam tempat, Laut Merah, Museum Dua Masjid, atau bahkan masjid-masjid di sekitar Makkah lainnya seperti: Masjid Tan’im, Masjid Ji’ranah, Masjid Al Hudaibiyyah, dan lain-lain. Kalau mau pergi ke tempat-tempat tersebut ya harus mengurus sendiri, pihak biro kami tidak memfasilitasi. Tapi kelebihannya, ya kita di Makkah memang fokus pada Masjidil Haram, sebagai jantung Makkah, untuk beribadah sepuas hati.

Cerita lainnya akan saya kupas lebih lanjut di bagian Masjidil Haram. Sebab di sana banyak terpusat kegiatan kami selama haji dan setelah haji.

Masjidil Haram dan Zam-zam Tower

Sumber:
(1) Ghani, Muhammad Ilyas Abdul, Sejarah Mekah, Madinah Al-Rasheed, 2003

Advertisements
Catatan Haji 1437 Hijriyah, Pesona Madinah Al Munawarah

Keutamaan Madinah Al Mukarammah

Banyak sekali keutamaan Madinah sehingga dijadikan kota suci yang diharamkan selain muslim masuk ke dalamnya. Jika kita mengetahui keutamaan sesuatu, niscaya kita akan semakin mencintainya. Begitu juga jika kita mengetahui apa saja keutamaan kota Madinah.

1. Rasulullah banyak mendoakan Madinah

Madinah adalah kota yang penuh dengan keberkahan. Sampai Rasulullah SAW berdoa agar dapat mencintai Madinah seperti Mekah, atau lebih dari itu.

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha berkata, “Kami tiba di Madinah, kota tersebut adalah tempat bersarangnya penyakit. Lalu Rasulullah SAW berdoa: “Ya Allah, jadikanlah kami cinta kepada Madinah sebagaimana Engkau berikan kecintaa pada Mekah, atau lebih dari itu. Bersihkanlah lingkungannya, berkatilah kepada kami dalam makanan dan bekalnya, dan gantilah wabah penyakitnya dengan juhfah.” (Shaih Bukhari, Shahih Muslim).

2. Dajjal tidak akan Masuk ke Madinah

Di akhir zaman, akan muncul Dajjal, yang akan menyebarkan fitnah dan kemungkaran. Namun, hanya ada dua kota yang tidak akan bisa dimasuki oleh Dajjal, yaitu Mekah dan Madinah. Malaikat senantiasa menjaga kesucian kedua tempat tersebut.

Dari Anas bin Malik RA, Nabi SAW bersabda, “Tidak ada suatu negeri pun yang tidak akan dimasuki Dajjal kecuali Mekah dan Madinah, kerana tidak ada satu pintu masuk pun dari pintu-pintu gerbangnya kecuali ada para malaikat yang berbaris menjaganya. Kemudian Madinah akan bergoncang sebanyak tiga kali sehingga Allah mengeluarkan orang-orang kafir dan munafik daripadanya” (Shahih Bukhari)

3. Keutamaan meninggal di Madinah

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang mampu untuk mati di Madinah maka lakukanlah. Sesungguhnya aku akan bersaksi bagi mereka.” (Ibn Majah 3112)

4. Madinah dekat dengan keimanan

Madinah juga disebut dengan kota iman. Penduduk Madinah adalah orang-orang Anshar yang menyambut Rasulullah dan kaum Muhajirin

Kota ini disebut juga kota iman, karena penduduknya adalah orang-orang yang mau menerima ajakan untuk beriman kepada Allah SWT. Penduduk madiahlah yang menerima dan melindungi orang-orang mukmin dari kejahatan-kejahatan orang kafir ketika mereka hijrah ke madinah. sebagaimana firman Allah SWT. Dalam al-Qur’an surat al-Hasyr; 9 :

“dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang muhajirin), atas diri mereka sendiri, Sekalipun mereka dalam kesusahan. dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka Itulah orang orang yang beruntung.”

5. Tempat Rasullullah SAW hijrah, tinggal, dan wafat.

Rasulullah SAW hijrah di tahun ke-14 kenabian bersama para sahabat. Hijrah yang bertahap dan tentunya menguras harta, fisik, dan mental. Rasulullah SAW menetap di Madinah selama 10 tahun. Membangun Masjid Nabawi, membangun peradaban dan pemerintahan umat muslim, serta mengatur kehidupan beragama yang harmonis di dalamnya. Di Madinah pula Rasulullah menyusun rencana perang, melakukan peperangan, sampai kehilangan banyak sahabat di medan perang. Madinah menjadi tempat berpijak bagi dien Allah yang kemudian berkembang sampai ke seluruh Jaziarah Arab, daratan Eropa dan Afrika, sampai seluruh dunia. Di Madinah pula Rasulullah wafat. Dimakamkan di dekat rumahnya, yang saat ini sudah menjadi bagian dari masjid Nabawi. Rasulullah SAW dimakamkan di bersebelahan dengan Abu Bakar RA dan Umar bin Khattan RA.

Sebenarnya masih banyak lagi keutamaan Madinah. Tidak perlu disebutkan satu-persatu pun Madinah sudah memancarkan keutamannya sendiri. Rindu sekali dengan suasana Madinah dan Masjid Nabawi-nya.. Semoga masih ada kesempatan untuk ke sana atau bahkan menetap di sana. Aamiin ya Rabbal ‘alamiin