Journey

Review Sang Pangeran dan Janissary Terakhir

Menamatkan buku setebal 631 halaman ini bukan sekadar menyelesaikan lembaran-lembarannya sampai halaman terakhir, tetapi juga membuat saya berpikir, menapaktilasi kembali sejarah bangsa Indonesia selama masa penjajahan Belanda, sampai menelusuri silsilah keraton Yogyakarta yang dipimpin oleh Sultan Hamengkubuwono.

Ternyata pelajaran Sejarah yang dulu sangat saya sukai sejak SD, tidak membekas di ingatan saya ketika saya membaca kisah Perang Diponegoro atau Perang Jawa yang disusun dalam bentuk fiksi sejarah oleh Ustadz Salim A. Fillah. Dulu saya cuma menghapal untuk ulangan bahwa Perang Diponegoro adalah perang yang terjadi di waktu menunaikan salat Maghrib (1825-1830) (ngerti kan ya maksudnya?) akibat dari pihak Belanda yang memasang patok-patok melintasi makam leluhur Diponegoro [Maapkan pengetahuan sejarah saya yang cetek ini].  Lebih dari itu Perang Sabil yang dikobarkan Sang Pangeran merupakan bentuk jihad fisabilillah melawan kebobrokan dan penurunan nilai-nilai Islam yang terjadi di keraton akibat pengaruh Belanda. Perang yang membangkrutkan Belanda ini menjadi pemantik bola salju kemerdekaan Indonesia (iya meski masih tahun 1945 resmi merdeka-nya). Continue reading “Review Sang Pangeran dan Janissary Terakhir”