Akhirnya selesai! Tapi…

Alhamdulillah Oktober 2016 lalu akhirnya saya bisa menyelesaikan studi master saya di University of Groningen. Syukur tidak ada habisnya perjuangan selama dua tahun menempuh perkuliahan, research, dan tesis akhirnya berakhir juga.

Eh, tapi benarkah berakhir begitu saja?

Bukankah hidup itu adalah perjalanan menempuh tujuan yang tidak ada habisnya? Tentu akan berakhir di ujung usia kita. Manusia akan “hidup” jika memiliki tujuan, apapun itu. Selama masih diberi umur oleh Allah, manusia akan selalu berusaha untuk menempuh hari-harinya. Hingga suatu saat akan terasa hasil dari yang diusahakannya.

Jika saya kilas balik dua tahun kemarin. Bisa dibilang itu adalah dua tahun yang menyenangkan sekaligus mendebarkan. Banyak tantangan, ada kesulitan, ada jatuh bangun. Tapi Alhamdulillah banyak juga senyum bahagia di sana.

Menjadi Student Mom

Continue reading

Advertisements

Is It Hard?

You’re doing a master while taking care of your family, is it hard?

Beberapa temen di kampus sempet melontarkan pertanyaan seperti itu. Hmm.. dan jawaban saya pun cuma.. “Yaaa.. it seems hard, but I’ll try”. Bukan jawaban yang menjanjikan.

Beberapa dari mereka cukup heran juga, oh are u already married? oh u have a daughter? Mungkin bukan sesuatu yg biasa gitu kali ya untuk mereka sekolah sambil mengurusi anak yang masih kecil. *Emang buat saya juga ini ga biasa*. Karena kebanyakan dari teman-teman saya yang lanjut master di sini itu masih fresh graduated dari bachelor-nya, ada juga yang udah beres masternya di bidang lain dan lanjut di bidang ini (rajin beut ya), atau memang lagi ambil short course. Kalo mahasiswa PhD di sini yang udah menikah dan punya anakĀ  cukup banyak, jadi mungkin terlihat lebih wajar.

Entah yang bikin herannya itu apakah poin saya sudah menikah (karena mereka pikir saya masih umur 20an *sok muda*, etapi bener lho orang Asia itu emang tampak lebih muda), saya sudah punya anak (untung ga disangka teen pregnancy), atau saya sekolah S2 sambil punya anak. What is your goal? Tujuan saya, ya belajar. Bukan cuma belajar dari bangku kuliah, tapi belajar hidup di sini, belajar membentuk pola pikir, dan belajar “memajukan” diri sendiri, karena ilmu ga ada batasnya (ceileh, sok asik banget kayanya ngemeng gitu) Continue reading

Monik lagi S2 di Belanda? Boleh Nanya-nanya ga?

Boleh bangeeeet.

Ini bukannya saya sok-sokan eksis ada yang nanya-nanya segala. Tapi memang beberapa orang teman nanya ke saya, bagaimana saya akhirnya bisa S2? beasiswanya apa? persiapannya apa? dan lain-lain. Saya seneng kok kalau bisa ikut bantu jawab pertanyaan temen-temen yang penasaran gimana caranya S2 di luar negeri dengan beasiswa. Saya juga soalnya dulu suka nanya-nanya, dan saya bersyukur kalau tiap saya nanya, orang merespon dengan hangat dan sabar. Jadiiii.. yaa apa salahnya saya rangkum jawaban saya di sini. Nanti kalo ada yang nanya, saya bisa langsung share link, dan kalo ada yang bingung bisa nanya lagi.

Monik sekarang S2, kok bisa??

Hahaha.. heran gitu ya? Kayak kok aku ga meyakinkan buat bisa lanjut S2 *becandaaa*. Iya, Alhamdulillah, Monik S2, bisa.. dengan pertolongan Allah, hehe..

Monik S2 jurusan apa, di mana?

Monik ambil jurusan farmasi juga, tepatnya MSc. Medical Pharmaceutical Science, di University of Groningen (Rijkuniversitet Groningen/RuG), Belanda. Nih kalau mau tau apa aja fakultas dan jurusan yang tersedia di RuG http://www.rug.nl/masters/by-faculty

Gimana bisa nemu jurusan dan universitas yang cocok sama kita?

Kalau untuk master, mau ga mau kita emang harus banyak cari informasi sendiri, bisa lewat education fair, googling, dan liat web universitasnya. Emang butuh effort untuk memilah-milah mana universitas mana yang jurusannya ada dan sesuai dengan minat dan background kita. Lalu juga memilah-milah negara mana yang kira-kira cocok untuk kita. Filter sebanyak-banyaknya opsi yang diinginkan, jangan cuma mentok sama satu pilihan aja. Saya pilih Belanda dan RuG sebenarnya karena beberapa faktor: Continue reading