Being Indonesian in the Netherlands, Cerita Runa

Our Time (Bunda Me time, Runa juga Me time)

Adalah hari Senin, di mana masih hari sambungan dari weekend bagi saya dan Runa. Saya ga ngampus, Runa juga ga sekolah *Maap ya Ayah, pas Ayah berangkat kerja kita masih ngulet-ngulet di kasur wkwk*. Senin adalah hari kerja yang bikin malas kerja. Tidak untuk saya karena saya gak ngampus di hari Senin. Di Belanda juga Senin masih hari pemalasan lho, soalnya beberapa toko di dekat rumah saya maupun di centrum baru buka jam 1 siang *penjaganya pada bangun siang kali ya*, dan tutupnya tetep jam 5 atau jam 6 sore. Enak banget yak jam kerja di hari Senin pendek gitu.

Tadinya saya dan Runa ga punya rencana apa-apa di hari senin ini, yaa.. paling belanja ke winkel, ngasih makan bebek, terus leha-leha di rumah. Kemudian melihat matahari bersinar cerah saya jadi tergoda untuk mengajak Runa main di speeltuin (taman bermain), sekalian saja ke speeltuin yang rada jauh sambil nyepeda. Eh tapi saya baru ingat, sepeda saya kan kemarin di tinggal di rumahnya Mbak Icha, sehabis pengajian anak. Memang kemarin saya dan Runa berangkat naik sepeda, tapi pas pulang ayahnya jemput naik mobil, jadi deh sepeda dititipkan di halamannya Mbak Icha saja. Continue reading “Our Time (Bunda Me time, Runa juga Me time)”

Advertisements
Travelling time!

Trip to Austria: Background Trip and Itinerary!

Libur paskah kali ini kami sekeluarga memutuskan mengambil libur seminggu sekalian. Liburnya sih cuma jumat dan senin, tapi lumayan kan sekalian dibablasin sampai jumat minggu depannya lagi. Dari dua bulan sebelumnya kami udah kasak kusuk merencanakan mau ke mana nih memanfaatkan momen liburan di tengah kegiatan yang padat.

Kebetulan Runa lagi suka nonton ‘Sound of Music’. Saya tidak sengaja menemukan DVD-nya di kringloop winkel (toko barang bekas), harganya cuma 1 euro pula. Ternyata begitu diputar Runa suka, terutama dengan adegan-adegan yang ada anak-anak Von Trapp yang sedang bernyanyi. Saya juga suka dong filmnya, saya nonton film itu udah lamaaa sekali, mungkin waktu SD atau SMP, yang paling diingat dari filmnya tentu lagu-lagunya yang easy listening dan long lasting, seperti ‘Do Re Mi’, ’16 Going on 17′, ‘My Favorite Things’, ‘Edelweiss’ dan banyak lagi. Film yang diluncurkan pada tahun 1965 ini populer sekali bahkan sampai menang lima Oscar di zamannya. Sampai sekarang pun orang pasti masih akan familiar dengan Jullie Andrews yang memerankan Maria dan kisah keluarga Von Trapp. Oiya katanya ini dikisahkan dari pengalaman nyata Maria dan George Von Trapp. Continue reading “Trip to Austria: Background Trip and Itinerary!”

Being Indonesian in the Netherlands, Cerita Runa

Buiten Spelen (Welcome Spring, part 2)

Sepertinya hawa-hawa spring sudah datang. Matahari terbit lebih cepat dari biasanya, ga kayak waktu winter ditungguin sampe jam 9 masih aja gelap. Suhu juga rada menghangat, meski kalau keluar rumah masih harus pake jaket tebel dan perlengkapan lengkap. Langit pun didominasi oleh  warna biru dan cerahnya matahari.. ga mendung mengundang lagi. Kuncup-kuncup bunga udah mulai kelihatan muncul malu-malu di rerumputan.

Berasa ada kehidupan dan semangat baru.

Hari Senin, hari saya dan Runa di rumah.. Cuaca bagus, kerjaan ga ada (ada tapi dilupa-lupain), lagi ga sibuk juga.

“Run, kita main ke speeltuin yuuk?” (speeltuin: playground)

“HAYUUU” sambut Runa

Maklum sejak winter kita jarang maen di luar. Setiap ngelewatin speeltuin yang menggoda, Runa pasti pengen main di sana. Tapi saya dan suami selalu beralasan: nanti ya Run, kalo udah ga dingin, udah ga hujan, kalau cuaca bagus Continue reading “Buiten Spelen (Welcome Spring, part 2)”

Being Indonesian in the Netherlands, Groningen's Corner

Welcome Spring

Hello, I need you dear sunshine

I really miss how the sun touches my skin with warm

That I rarely feel in here

Hello Spring,

Although you seem very warm and bright

You are still not comforting enough

Maap ik ga biasa bikin pupuisian romantis. Itu cuma seliweran geje diriku. Sekarang lagi Spring Break (libur ganti musin dari winter ke spring). Anak-anak sekolahan libur, ya kite yang kuliah sama kerja mah engga. *Eh kayanya anak kuliahan S1 libur juga sih, lupa*.. Yang pasti supervisor saya mah libur karena anak-anaknya libur sekolah, ya dia juga ikutan cuti.

Namanya mah aja ganti musim, tapi suhu tetep ga berganti. Tirisnya masih aja kerasa.

Sekali waktu tiba-tiba pagi hari turun salju tipis-tipis, tapi siangnya udah habis saljunya karena matahari muncul

Sekali lainnya ada hujan es di siang bolong, setelah itu sorenya cerah

Besoknya hari cerah banget, horee.. ada matahari, tapi angin kencengnya ga kira-kira

Langit dan matahari cerah di sini tak lain dan tak bukan hanyalah fatamorgana semata *tsaaah*, yang terlihat indah dari kejauhan, tapi ketika didekati dan dirasakan keberadaanya, sama sekali ga ada.. PHP* PISAN SIH KAMU MATAHARI.

*PHP = Pemberi Harapan Palsu

Tampak cerah. Padahal, brr... teuteup dinginnn
Tampak cerah. Padahal, brr… teuteup dinginnn
Jalan yang biasa dilewati Runa setiap ke sekolah
Jalan yang biasa dilewati Runa setiap ke sekolah

Tertanda,

Yang kangen matahari dan kehangatannya

Yang kangen cerahnya pagi Indonesia…. dan juga makanan-makanan enaknya..