Being Indonesian in the Netherlands, Pharmacisthings

Ramadhan tahun kedua di Groningen

Alhamdulillah bisa ketemu Bulan Ramadhan lagi, bulan mulia, bulan di mana setan-setan dibelenggu dan dilipatgandakannya pahala.

Ini puasa ke-2 saya dan Runa di Belanda. Ramadhan kali ini bertepatan dengan musim panas yang mana siangnya lebih puanjaangg. Dulu pas pertama kali menjalani puasa di sini saya agak khawatir, bisa gak yaa puasa 19-20 jam? Tapi ternyata sebulan itu terlewati juga dengan baik, bolongnya puasa hanya karena lagi ada tamu bulanan aja. Tahun ini? Saya merasa lebih santai.. Yowes jalani saja, pasti selalu ada hikmahnya, disyukuri. Meskipun tetap kangen dengan suasana Ramadhan di Indonesia, ada tarawih di mesjid deket rumah, kalau nunggu buka sambil denger kultum di tv, penjual ta’jil yang melimpah di mana-mana, sampai masakan mama yang lezat. Di sini harus masak-masak sendiri, hiks… *salim sama tukang nasi goreng tektek dan tukang martabak keju* Continue reading “Ramadhan tahun kedua di Groningen”

Advertisements