Just Learning, Only a Story

Alasan

Manusia memang makhluk yang hidup karena alasan, maksudnya ia menjadi tetap hidup karena bisa beralasan. A men can give make many excuses in their life, I do, u do, everybody does, right?

 Kadang dalam hidup kita selalu memikirkan alasan apa yang tepat untuk dilontarkan pada orang lain untuk tidak mengakui kesalahan, kekalahan, maupun ketidakmampuan diri sendiri. Ini yang sebenarnya jadi gak logis, tapi lagi-lagi karena kita adalah manusia yang merupakan makhluk Tuhan paling berakal, kita bisa membuatnya jadi logis.

Ketika hendak membeli hp baru, kita beralasan pada orang tua kalau hp kita yang sekarang udah ketinggalan jaman. Ketika terlambat masuk kelas, kita beralasan pada dosen atau guru lalu lintasnya macet parah (alasan klasik yang tidak pernah pudar). Ketika kita marah-marah sama si pacar, kita beralasan lagi PMS (that’s it girls). Ketika disuruh rapat kepanitiaan tertentu, kita beralasan harus jaga rumah. Ketika adik lelakiku yang remaja ditanya mama kenapa kok hari sabtu masih aja ke sekolah padahal kan libur, dia beralasan mau kerja kelompok (padahal kerja kelompok plus-plus, ya plus main game online, plus ngedate mungkin, heu..). Daaaaan… seterusnyaa..

Alasan yang paling banyak kita dengar salah satunya adalah alasan ketika terlambat datang pada suatu janji. Apalagi orang Indonesialah, jam karet udah jadi budaya, bisa jadi suatu saat jam karet karet akan terpajang di museum karena keawetan budayanya (literally :p)

Sebuah cerita tentang alasan, telat, dan janji. Peristiwa ini gak akan saya lupakan, dan kadang-kadang kalau inget-inget lagi suka bikin eike keuheul (peace ya Allah, ampuni saya kalau derajat emosi saya masih labil). Continue reading “Alasan”