Being Indonesian in the Netherlands, School stuff

Perbedaan Kuliah di Indonesia dan di Belanda

Artikel ini dipersembahkan untuk Kang Ikhwan Alim, yang sejak Desember tahun lalu mengajak saya untuk barter tulisan, yang kemudian akan diposting di blog. Saya menyanggupi sesuai dengan rekues tema dari beliau. Janji adalah janji yang harus ditepati, meskipun terlambat, ini dia saya tuliskan juga.

Perbedaan Kuliah di Indonesia dan di Belanda

Kalau ditanya apa bedanya kuliah di Belanda dan Indonesia tentu akan BEDA. Akan banyak pula poin yang terurai dari tulisan saya ini mengenai perbedaan tersebut, tentunya itu subjektvitas saya pribadi. Perspektifnya akan sempit karena saya hanya mengambil merasakan kuliah di salah satu jurusan dan di salah satu univ di Belanda. Padahal banyaaak sekali jurusan/fakultas yang tersebar di kota-kota Belanda. Beda pengalaman, beda pribadi, beda komunitas, dan beda-beda lainnya akan menghasilkan respon yang berbeda.

Oleh karena itu, saya melemparkan pertanyaan singkat pada teman-teman saya di Belanda yang sedang/pernah menjalani perkuliahan di Belanda. Kemudian semuanya saya rangkum di sini. Continue reading “Perbedaan Kuliah di Indonesia dan di Belanda”

Advertisements
Mommy's Abroad, Motherhood

Mengatasi Kekacauan di tengan ke-multi-tasking-an

Menurut penelitian otak wanita memang dirancang untuk lebih bisa menyelesaikan beberapa pekerjaan dalam satu waktu, multi-tasking bahasa kerennya. Entah karena pengaruh otak kanannya yang lebih bekerja, pengaruh hormon yang lebih banyak memproduksi ‘ketenangan’ sehingga bisa menghandle banyak kegiatan, atau karena.. memang tuntutan hidup?

Entahlah. Bisa dicari alasan ilmiahnya.

Tapi saya yakin ibu-ibu semua punya kemampuan tersebut. Udah terbiasa.

Saya juga. Ketika banyak kerjaan melanda, saya sendiri yang men-set bahwa saya harus bisa multitasking urus ini itu.

Tapi kadang saya merasa cape juga ya.

Kenapa ya perempuan harus multitasking? Kadang saya iri sama bapak-bapak yang (katanya) memang lebih fokus untuk satu pekerjaan sampai selesai. Di suatu waktu saya ingin cuma fokus pada satu pekerjaan saja. Tapi memang dasar wanita, itu gak bisa.

Ya udah deh disyukuri aja.

Cuma yang pentingnya itu gimana memanajemen stres saat multitasking itu ternyata tidak berjalan dengan baik. Masakan gosong, anak nangis, tugas kuliah belom beres, rumah berantakan. Huwaaaa.. Continue reading “Mengatasi Kekacauan di tengan ke-multi-tasking-an”