Literatur, Review dan Resensi Buku

Surrounded by Idiots – Thomas Erikson (Review Buku)


Jadi menurut buku ini ada empat tipe perilaku manusia, jika dilihat bagaimana dia berkomunikasi, bersikap, dan berinteraksi. Si Merah, si Kuning, si Hijau, dan si Biru. Mereka semua memiliki gaya kepribadian yang berbeda-beda, dan bisa jadi setiap orang diwarnai oleh campuran beberapa kepribadian ini. At least, yang saya alami dan rasakan dari orang-orang sekitar, biasanya sih campuran ya. Walaupun dalam buku ini, Penulis menitikberatkan pada satu kepribadian bagi orang-orang ini.

Kenapa sih dibilangnya dikelilingi idiot? Sebenarnya bukan idiot dalam artian bodoh, tapi lebih karena kita tidak memahami kepribadian orang tersebut. Makanya dalam komunikasi dan interaksi dengan orang-orang ini, kita suka gak nyambung, merasa gak cocok, atau kok dia gak ngerti sih maksud saya apa.

Erikson menggunakan model kepribadian berdasarkan warna yang diadaptasi dari metode DISC:

  • Merah (Red): Dominan, tegas, fokus pada hasil
  • Kuning (Yellow): Optimis, sosial, komunikatif
  • Hijau (Green): Tenang, suportif, kolaboratif
  • Biru (Blue): Analitis, detail-oriented, struktural

Buku ini kemudian membahas bagaimana masing-masing tipe berkomunikasi, kelebihan serta tantangan yang ditimbulkan, dan strategi untuk menyesuaikan cara berbicara dan bertindak agar bisa berinteraksi secara efektif dengan tiap tipe.

Untuk saya ini jadi menarik karena saya jadi berkaca, eh saya tipe seperti apa. Dan orang lain menginginkan hal apa ya dari saya? Apa saya sudah cukup menyampaikan pendapat dengan baik, berkomunikasi dengan baik, atau bekerja dalam tim dengan sesuai. Saya jadi mengerti, oh saya tu seperti ini karena saya memiliki kepribadian ini. Jadi wajar.

Setelahnya saya kemudian meraba orang-orang di sekitar saya. Misalnya, kenapa ya saya kurang suka kalau bekerja sama atau berinteraksi dengan si A, oh karena sifat dia yang dominan membuat saya jadi kurang nyaman memberikan pendapat saya. Tapi kemudian ketika saya memang harus mengjadapi si A, saya tahu kepribadian saya yang mana yang bisa membuat saya nyambung dengannya. Jadi ya saya gak shuudzon dan baperan sama orang tertentu. Juga bisa dipakai sebagai framework untuk meminimlasisasi konflik. Saya jadi suka memindai, oh si ini kayaknya Hijau campuran Kuning deh. Si ini kayanya Biru benget. Si ini ya ada si Merahnya, tapi bisa juga dia jadi Hijau sesekali.

Dalam buku ini juga ada contoh kasus dan tabel-tabel ringkas yang membuat pembaca lebih mudah memahami empat tipe personalitas tadi. Buku ini bisa dibilang sebagai “pop psychology”. Jadi buat saya yang tertarik dengan ilmu psikologi dan hubungan sosial dengan orang, ini jadi bahan bacaan yang ringan dan jadi self-help. Kita jadi punya gambaran untuk memahami dinamika interpersonal, terutama dalam konteks kerja dan tim.

Leave a comment