Trash = Relieved

Berfokus pada Hal Positif

Sudah lama banget saya gak nulis, jadi mungkin neuron-neuron otak saya dalam menulis bekerja lebih lambat dan gak sistematis.

Sebenarnya saya sediiihh banget udah lama ga cerita di blog. Saya merasa menulis tetap menjadi terapi saya yang utama, selain curhat sama Allah, baca surat cinta Allah, dan yang setelahnya curhat sama suami. Menulis itu bisa mengurai emosi saya, sehingga saya gak terlalu labil dan eksplosif kalau menghadapi masalah.

Terapi saya yang lain tentunya baca. (Jangan bilang baca paper ke saya ya, saya sudah mabok paper). Bacaan yang jadi terapi saya ya.. blog, wattpad, novel dan non fiksi ringan. Saya rindu banget nulis di blog. Rasa rindu saya nulis di blog terobati dengan baca postingan-postingan timeline wordpress saya. Ada cerita dari Mbak Dewi yang selalu seru dan bikin saya ngakak, curcol sederhana mengenai drama korea. Ada cerita sehari-hari dari Ceu Yunyun yang kocak, hanya sesimpel mengenai perjalanan dari Jetinenjer ke Bandung tapi bikin saya happy. Ada Mbak Imel yang selalu update resep dan cerita hariannya di kantor maupun di rumah, sederhana tapi bermakna. Dan terbaru yang baru join wp Teh Ghina yang selalu menyelipkan manfaat di setiap tulisannya. Saya ingin nulis lagi seperti mereka. Menulis yang LUBER, langsung umum bebas dan rahasia (berasa pemilu haha). Langsung karena gak pake mikir banyak tapi ngalir aja. Umum soalnya ye ini kan platform umum. Bebas.. ya lepas gitu ga terhimpit beban. Dan tentunya rahasia, soalnya yang baca postingan saya itu memang orang tertentu aja yang mau baca. Teman di lingkungan sehari-hari, keluarga, follower IG atau temen di FB bahkan sedikiiit yang baca juga.

Akhirnya pagi ini, sebelum saya berkutat dengan tugas saya di kampus, saya menyempatkan dirilah bersihin sarang laba-laba yang udah mulai bersarang di pojok blog saya. Sambil sedikit mau mengadu pada Mamaah Dedeeh, “Curhat dooonngg” hahaha.. *Kangen juga saya sama tontonan tiap subuh itu, dah lama banget ga ngikutin.

Beberapa bulan ini saya merasakan banyak sekali himpitan di pundak dan dada saya. Sampai saya susah bernapas rasanya. Lalu saya kemudian sadar.

Di beberapa akun sosmed selebgram, social influencer, atau apalah namanya. Saya sering membaca caption mereka yang kurang lebih isinya seperti ini:

Be grateful and stay positive.

Just ignore the negativity around me.”

“Gue sih ga peduli omongan dan komentar jelek dari orang lain, fokus aja sama hal positif yang ada.”

Keep the positive energy inside, and throw away the discouraging things.

Haters mah cuekin aja”

And so on.. Well, since I am only rakyat jelata, awalnya saya gak begitu ngerti kenapa mereka sering banget curcol tentang “hal positif” dan “hal negatif” yang melingkupi mereka. Tapi ternyata saya bisa mengerti juga di kemudian hari, alasan mereka bilang gitu. Eh bukan karena saya tiba-tiba jadi seleb ya terus jadi ngerti posisi mereka. Tapi mau kamu seleb atau bukan, rakyat jelata atau kaum kerajaan, dalam kehidupan ini pasti kamu akan menemukan hal-hal positif dan negatif di sekeliling kamu, adanya orang nyinyir dan orang suportif, adanya orang yang menyakiti kamu dan orang yang lembut hatinya padamu. Tapi karena mereka orang terkenal, tentu porsi “ada yang nyinyir dan komen negatif” lebih jelas dan sering terjadi pada mereka.

Himpitan di pundak dan dada yang saya rasakan itu tentunya adalah akumulasi dari hal-hal negatif yang ada di sekitar saya. Tapi kemudian … Setelah saya pikir-pikir, ada berapa banyak sih hal negatif yang mampir pada saya? Bisa dihitung dengan jari mungkin: Sebutlah supervisor dan bos yang seperti jelmaan JP. Coen (yang ga kenal JP. Coen buka lagi buku sejarahnya ye), atau teman yang suka memberikan komentar negatif tanpa mikir dulu dan mengerti kondisi, orang judes yang ditemui di jalan, kolega yang ngenyek banget, atau lainnya.

Lalu berapa banyak sih hal positif yang saya dapatkan? Wah malah gak bisa dihitung dengan jari. Oke ada supervisor atau bos yang berdarah penjajah, tapi saya punya banyak kemudahan, suami yang soleh dan suportif, anak-anak yang sehat dan gak banyak rewel sama bundanya. Oke ada teman yang mulutnya perlu sekolah lagi, tapi itu cuma satu di antara sahabat-sahabat saya yang baik: Ada yang menampung curhatan saya ketika saya stres dan pusing dengan kerjaan kampus, ada yang tanpa saya minta bantuan selalu menawarkan bantuan, ada yang selalu menyemangati saya untuk tetap ngaji dan menambah hapalan, Masya Allah.

Kata-kata mereka tertata dan membuat hangat dada saya: “Ambil positifnya saja”, “Yang sabar ya Mbak Monik, Insya Allah semuanya bernilai ibadah.”, “Semangat, Mbak!” dan lainnya, walau hanya sesimpel kata-kata itu.

Iya ada kolega yang ngenyek banget, tapi itu cuma satu di antara kolega-kolega lain yang warm-hearted dan suka menolong. Iya ada juga orang judes yang saya temui di jalan, bahkan mungkin memandang aneh jilbab dan gamis saya, tapi lebih banyak lagi orang ramah yang saya jumpai. Ada kasir toko, dia muslimah, yang tahu saya berjilbab, menyapa saya dengan: “Assalamu’alaikum”, instead of “Goede Morgen” atau “Hoi”. Ada orang yang tidak saya kenal di jalan, tapi mereka tahu saya muslim, mereka lalu memberikan salam. Ada orang-orang Belanda yang ramahnya juga ngalahin pelayan Pizza Hut Indonesia.

lntinya, kenapa hati saya harus susah dengan hal negatif yang cuma sedikit? Mungkin saya terlalu fokus pada hal-hal negatif tersebut sehingga lupa bahwa lebih buanyaaakk lagi hal baik dan luar biasa yang Allah berikan untuk saya. Allah Maha Adil, tanpa kita minta, Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita. Sometimes pain is not about you, but it’s about something better that you did not know. Indah kan?

Why don’t we just spread the positivism and say good bye to the negativism around us?” –> Udah kayak caption-caption social influencer belom? Haha.

Advertisements
Random Things

Mau Ngusir Stres? Gak Usah Jauh-jauh, Dufan Ternyata Punya Wahana Baru Andalan

“Pikniknya kurang jauh ya?”

Jargon ini sering dilontarkan untuk menyindir seseorang karena kudet, alias kurang update atau minim informasi pada topik tertentu. Nah, sebenarnya gak usah pikink jauh-jauh sih supaya gak dikatain kudet, hehe. Banyak tempat wisata di ibu kota untuk menghilangkan rasa jenuh dan bosan. Gak perlu ke luar kota atau ke luar negeri, cukup datang ke spot atraktif terdekat. Yang ini tentunya semua orang sudah kenal: Dufan, Si Dunia Fantasi.

Ternyata Dufan ini umurnya hampir sama dengan saya, haha … Tempat wisata ini dibuka sejak tahun 1985 dan sejak itu selalu sukses menarik minat pengunjung. Anak-anak, remaja tanggung, sampai dewasa semuanya senang ke sana, Bapak Presiden saja sampai ngajak cucunya main ke sana. Wahana yang sudah kita sangat kenal antara lain, Arung Jeram dan Halilintar. Tapi ternyata sekarang ada beberapa wahana baru yang siap jadi andalan Dufan. Apa aja coba?

Color of Kingdom

Foto: Inas Widyanuratikah/REPUBLIKA

Buat yang suka datang rame-rame ke Dufan, sama keluarga dan handai tolan, tentu bisa  menikmati pertunjukan seru ini, Color of Kingdom namanya. Wahana ini menyuguhkan cerita seru berisi misi penyelamatan putri dari tawanan naga raksasa. Buat para emak-emak nonton pertunjukan ini bareng anak-anak pasti jadi hiburan tersendiri. Wahana ini terletak di area Indoor Ice Age, pertunjukan diputar setiap hari di jam tertentu. Penasaran? Coba aja yuk dateng.. (Saya juga inginn.. tapi belum berkesempatan ke sana huhu)

Galactica

Foto: travel.kompas.com

Dari namanya saja kayaknya kita bisa nebak nih kalau wahana ini ada hubungannya dengan petualangan luar angkasa. Terutama untuk para penggenar film Star Wars atau Star Trek, pasti wahana ini akan terasa keren. Dijamin deh penonton akan terbius oleh permainan yang menceritakan misi penyelamatan Planet Mars dari alien jahat.  Nanti pengunjung akan dipandu oleh komandan misi bernama Garin untuk menaiki salah satu dari 16 kendaraan khusus. Kendaraan unik ini dibekali dengan pistol laser untuk menembak musuh yang ada di depan mata. Lalu akan ada skor bagi para pengunjung yang bermain. Skor permainan yang didapat akan terpampang di papan skor, bahkan untuk pengunjung yang memiliki skor tinggi dan tak terkalahkan, akan diberi predikat A Lifetime Score.

Dream Playground

Foto: travel.detik.com

Nah yang ini cocok untuk emak-emak rempong yang bawa balita. Terkadang kita ragu mau membawa anak balita ke Dufan, soalnya permainannya kebanyakan untuk anak yang sudah agak besar atau untuk orang dewasa. Lupakan dulu Halilintar atau Arung Jeram, ajak deh mereka menikmati wahana yang lebih kids-friendly. Ini salah satunya, Dream Playground.

Di tempat seluas 900 meter persegi ini ada beragam permainan yang ditawarkan. Mulai dari trampolin, soft play toys, climbing, futsal games, sliding ride, puzzle block, mini rides, sand pool, education toys, hingga soft playground. Selain ada permainan menarik, ada juga aktivitas edukatif seperti menggambar atau bermain lego yang bikin anak-anak lupa waktu. Kabar baiknya, untuk memanfaatkan wahana terbaru Dufan ini, kita tidak perlu membayar lagi. Cukup penuhi ketentuannya yang hanya memperbolehkan anak dengan tinggi badan kurang dari 145 sentimeter.

Time Adventures

Foto: wartakota.tribunnews.com

Kalau yang ini lebih cocok untuk anak yang lebih besar atau orang tua. Selama anak-anak balita bisa bersenang-senang di Dream Playground, anak yang lebih besar bisa menjajal wahana Time Adventures ini, soalnya areanya masih sama. Di wahana ini, kita akan diajak menjelajah waktu ke masa lampau. Selain memberikan sensasi yang menegangkan, tapi juga mewujudkan imajinasi anak-anak.

Gimana, tertarik untuk mencoba beberapa wahana baru di Dufan? Saran saya kalau mau beli tiket, gak usah repot untuk beli langsung di tempat, kadang perlu mengantri dan menghabiskan waktu.Buka aja aplikasi traveloka untuk mendapatkan tiket harian, weekend, hingga tahunan. Liburan jadi lebih hemat, dan tentunya bebas stres.

Catatan Haji 1437 Hijriyah, The Holy Makkah Al Mukarramah

Masya’ir Haji

Masya’ir adalah sebutan untuk hari-hari pada puncak  ibadah haji yang meliputi ibadah wukuf di Arafah, mabit di Mudzalifah dan melontar jumrah di Mina.

Saya tulis mengenai masya’ir haji di postingan terpisah dengan Masjidil Haram dan Makkah Al Mukarromah agar dalam postingan tersebut tidak terlalu padat. Sumber informasi dari postingan yang saya tulis di sini sebagian besar diambil dari buku Sejarah Mekah, karangan Muhammad Ilyas Abdul Ghani. Dari sana saya mendapatkan banyak informasi penting mengenai keseluruhan Mekah. Sayangnya saya baru membacanya setelah saya selesai haji. Buku ini saya beli di Mekah, dan berbahasa Indonesia. Meski bukunya kecil tapi padat sekali.

Mina

Mina adalah suatu tempat yang digunakan jamaah haji untuk bermalam (mabit) selama puncak haji 9, 11, dan 12 Dzulhijjah. Mina terletak di antara Makkah dan Muzdalifah, sekitar 7 km dari Masjidil Haram. Dinamakan “Mina” sebab di sanalah tempat manusia berkumpul. Mina adalah tempat di mana Nabi Ibrahim AS melempar jumrah dan menyembelih domba (sebagai ganti anaknya Ismail). Continue reading “Masya’ir Haji”

Catatan Haji 1437 Hijriyah, The Holy Makkah Al Mukarramah

The Masjidil Haram

Dari Abu Dzar RA diriwayatkan bahwa dia berkata, “Wahai Rasulullah, masjid apakah yang pertama diletakkan oleh Allah di muka bumi?”  Beliau bersabda, “Al-Masjid Al-Haram”. Abu Dzar bertanya lagi, “Kemudian apa?”.  Beliau bersabda, “Kemudian Al-Masjid Al-Aqsha”.  Abu Dzar bertanya lagi, “Berapa lama antara keduanya?”.  Beliau menjawab, “Empat puluh tahun”.

(H.R. Ahmad dari Abu Dzar)

Kalau ada tempat yang dirindukan oleh seluruh umat muslim di dunia, tentu adalah Masjidil Haram. Berjuta-juta manusia menunaikan ibadah umrah dan haji sepanjang tahun, Masjidil Haram tidak pernah sepi. Betapa tidak, di sebuah hadits Nabi disebutkan bahwa menunaikan salat di Masjidil Haram lebih utama 100 ribu kali daripada salat di masjid lainnya, Masya Allah.

Masjidil Haram sudah mengalami beberapa kali perluasan hingga sekarang ini, mulai dari zaman khalifah Umar bin Khattab RA, Utsman bin Affan RA sampai pada perluasan yang dilakukan di zaman Raja Abdul Aziz tahun 1955 M dan Raja Fahd tahun 1988 M. Tahun 2016 ketika kami ke sana, Masjidil Haram juga masih dalam proses renovasi. Banyak crane-crane besar dan alat berat yang mengelilingi Masjidil Haram.

Masjidil Haram selalu terbuka sepanjang hari bagi orang-orang yang ingin tawaf, itikaf, dan salat. Apa saja yang termasuk dalam Masjidil Haram? Tentunya Ka’bah, tempat tawaf di sekelilingnya, dan bangunan serta halaman untuk salat. Udara panas di Makkah tidak terasa ketika saya menginjakkan kaki di Masjidil Haram. Lantainya berupa ubin marmer yang dingin, ada AC yang terpasang di setiap sudutnya. Ada juga eskalator untuk naik ke lantai satu dan juga ke lantai atap. Air zam-zam tersedia di tiap lantai.

Tempat tawaf

Ada empat pilihan tempat tawaf di Masjidil Haram: di lantai dasar (yang berdekatan dengan Ka’bah), di lantai 1, lantai, 2, dan lantai atap. Waktu itu saya mencoba tawaf di keempat lokasi tersebut. Kelebihan di lantai dasar adalah tentunya dekat dengan Ka’bah (meski sulit mendekatinya karena arus manusia yang padat) dan jarak tempuh lebih dekat. Kondisi padat terutama terasa di titik-titik tertentu, seperti Hajar Aswad, Multazam, Hijr Ismail, dan Rukun Yamani. Sebab di tempat-tempat tersebut, jamaah berlomba-lomba untuk melakukan amalan-amalan sunah. Kekurangannya, ya itu tadi, padat sekali akan manusia. Kita akan terdesak dari kanan-kiri, depan dan belakang. Selain itu terik matahari lebih terasa karena tidak ada atap yang menaungi.

Sedangkan di lantai 1 dan lantai 2, terasa lebih adem dan tidak padat. Tidak ada sengatan matahari langsung ke kepala. Orang-orang yang memakai kursi roda pun bisa tawaf di sana. Kekurangannya, jarak tempuh menjadi lebih jauh daripada di lantai dasar. Sedangkan di lantai atap kesulitannya adalah panas menyengat (tidak ada atap, tapi kurang tahu apa sekarang sudah ditutup atau tidak). Terlihat juga banyak pengguna kursi roda melakukan tawaf di area itu.

Note: Tidak ada doa khusus untuk tiap putaran tawaf. Ketika tawaf diperbolehkan berbicara, namun hanya mengenai kebaikan dan bukan membicarakan masalah duniawi. Juga diwajibkan menjaga jamaah lain, tidak mendorong dan menyakiti sesama.  Continue reading “The Masjidil Haram”

Catatan Haji 1437 Hijriyah, The Holy Makkah Al Mukarramah

The Holy Makkah Al Mukarramah

Mecca, Mekah, Makkah, nama yang begitu membuat hati para muslim bergetar. Kota suci, tempat Rasulullah dilahirkan dan tumbuh. Kota di mana ada kiblat bagi ibadah seluruh muslim di dunia. Bagi saya, tidak pernah terbanyangkan bentuk kota Makkah seperti apa. Dalam pikiran saya Makkah adalah gurun pasir, tandus, ada pohon kurma, banyak debu berterbangan, dan ada unta. Mungkin dulu iya seperti itu, tapi sekarang … Makkah adalah kota yang sangat maju. Bahkan hampir sama dengan Jakarta atau Hongkong, Makkah bagai kota yang tidak pernah tidur. Orang-orang lalu-lalang untuk beribadah ke Masjidil Haram. Toko-toko sudah buka sejak subuh hari sampai tengah malam.

Satu yang membuat perasaan saya sangat damai adalah … mendengar suara adzan yang merdu lima kali sehari, Masya Allah.

Katanya, Makkah itu berada di tanah Hijaz dan dikelilingi gunung-gunung, meski saya tidak merasa ada gunung mengelilinginya. Mungkin fokus saya terlalu banyak terarah ke Masjidil Haram, mungkin juga gunung-gunung tersebut sudah tertutupi dengan bangunan tinggi pencakar langit, berupa hotel, mall, penginapan, perkantoran, dan lainnya.

Untuk kita, mungkin kita hanya akan bisa memasuki Makkah ketika akan umrah atau haji. Kota ini suci, tidak boleh dimasuki selain oleh umat muslim. Beberapa keutamaan kota Makkah adalah: (1)

  1. Tempat dibangunnya rumah Allah (Baitullah)
  2. Kota kelahiran dan kenabian Rasulullah SAW
  3. Tempat beribadah umat muslim di seluruh dunia
  4. Tempat yang dimaksudkan untuk menghapus dosa-dosa masa lalu
  5. Tempat yang diwajibkan oleh Allah untuk kaum muslim mengunjunginya (bagi yang mampu)
  6. Tempat yang di dalamnya banyak tempat-tempat mustajab untuk berdoa.

Rasulullah bersabda: “Tidak ada bumi yang lebih baik dan lebih aku sukai daripadamu (Makkah), seandainya kaumku tidak mengusirku darimu, maka aku tidak akan tinggal di selainmu.” Hadits Hasan Shahih Gharib

Makkah disebut berulang-ulang dalam Al Qur’an, dengan nama yang berbada: Al Balad (negeri), Ummul Qura (erkampungan tua), Bakkah, AL Baldah (negeri), Haram Amin (tanah suci yang aman), Ma’ad (tempat kembali), Qaryah (Negeri/ampung). (1)

Sebenarnya tidak banyak yang bisa saya ceritakan mengenai Makkah ini. Sebab, dalam seminggu yang kami habiskan di Makkah. Kegiatan kami hanya berpusat di Masjidil Haram dan Zam-zam Tower. Memang sedikit kekurangan ketika menjalankan haji/umrah dari Belanda adalah paket tur-nya tidak selengkap tur haji dari Indonesia. Bisa jadi karena waktu yang kami miliki cukup sempit. Kawan kami yang menghabiskan lebih dari dua minggu di Mekah (haji dari Indonesia) sudah berkeliling ke macam-macam tempat, Laut Merah, Museum Dua Masjid, atau bahkan masjid-masjid di sekitar Makkah lainnya seperti: Masjid Tan’im, Masjid Ji’ranah, Masjid Al Hudaibiyyah, dan lain-lain. Kalau mau pergi ke tempat-tempat tersebut ya harus mengurus sendiri, pihak biro kami tidak memfasilitasi. Tapi kelebihannya, ya kita di Makkah memang fokus pada Masjidil Haram, sebagai jantung Makkah, untuk beribadah sepuas hati.

Cerita lainnya akan saya kupas lebih lanjut di bagian Masjidil Haram. Sebab di sana banyak terpusat kegiatan kami selama haji dan setelah haji.

Masjidil Haram dan Zam-zam Tower

Sumber:
(1) Ghani, Muhammad Ilyas Abdul, Sejarah Mekah, Madinah Al-Rasheed, 2003

Catatan Haji 1437 Hijriyah, Diary Perjalanan Haji

Diary Haji 2016 – Minggu Terakhir di Makkah

Alhamdulillah postingan berantai mengenai manasik haji akhirnya mendekati ujungnya. Part 1 , part 2, part 3 bisa dibaca di tiga postingan sebelumnya. Dengan hampir selesainya semua prosesi haji, hampir beres juga perjalanan haji-umrah kami. Kami masih memiliki waktu sekitar seminggu untuk menikmati Makkah dan beribadah di Masjidil Haram.

Kamis, 15 September 2016

Pagi itu, pagi yang berbeda dari dua hari sebelumnya di maktab Mina. Dua hari yang lalu, Mina pun masih ramai dipadati jamaah haji yang menetap di tenda maupun yang lalu-lalang di sekitar jamarat. Tapi pagi itu sepi, jalanan sepi, tenda-tenda sudah mulai digulung. Ya, sebagian jamaah sudah berada di Mekah, mengambil nafar awal. Ada yang mengerjakan tawaf ifadhah dan sa’i. Ada yang sudah beristirahat di Mekah, melakukan ibadah sunah lainnya.

Tenda-tenda Mina. Yang katanya hanya dipakai setahun sekali. Kali ini mereka sudah selesai menunaikan tugasnya menaungi jamaah haji selama bermalam di Mina. Entah mengapa ada sedikit rasa sesak ketika hendak meninggalkan Mina. Campuran lega dan sendu.

Biasanya kami sudah bergegas jalan kaki menuju Aziziyah untuk beres-beres dan istirahat. Namun, pukul 08.30 kami dijemput bus menuju Aziziyah, membawa semua barang bawaan kami selama tiga hari sebelumnya. Pukul 09.00 kami sudah sampai penginapan Aziziyah. Zuhur kami sempat makan bersama di kamar Mas Ido dan Mbak Tasniem, botram. Perasaan lega terpancar dari masing-masing jamaah, inilah sore terakhir kami melakukan lempar jumrah.

Pukul 16.30 kami berangkat dari Aziziyah. Langkah kaki terasa lebih ringan, cuaca pun tidak sepanas kemarin-kemarin (apa perasaan saya aja ya?). Hanya sebentar saja kami sudah selesai dengan jumrah lalu kembali lagi ke Aziziyah. Selepas Maghrib ternyata ada makan-makan dari hadyu kambing sembelihan, sudah dimasak lengkap. Tapi saya gak ikut, nampaknya sudah agak eneg sama yang berbau kambing, heuheu.

Rombongan Haji Euromuslim, menjelang Maghrib, setelah lempar jumrah terakhir

Continue reading “Diary Haji 2016 – Minggu Terakhir di Makkah”

Catatan Haji 1437 Hijriyah, Diary Perjalanan Haji

Diary Haji 2016 – Manasik Haji part 3

Part 1 bisa dibaca di sini, part 2 bisa dibaca di sini

Senin, 12 September 2016

HARI IDUL ADHA – 10 Dzulhijjah

(Rangkuman) Amalan-amalan di hari Idul Adha

  1. Setelah salat Subuh di Muzdalifah dan langit terang, bersiaplah untuk berangkat ke Mina sambil bertalbiyah dan berzikir
  2. Melempar jumratul ‘aqabah dengan tujuh batu kerikil. Melempar kerikil dengan bertakbir: Allahu Akbar!
  3. Setelah selesai melempar jumrah, berhenti bertalbiyah
  4. Setelah selesai jumratul ‘aqabah, kenakanlah pakaian biasa dan minyak wangi. Semua larangan ihram sudah halal kecuali berhubungan suami istri
  5. Menyembelih hadyu di Mina (sudah diurus oleh pihak Euromuslim dan Diwan)
  6. Tahallul, untuk perempuan cukup menggunting seruas jari. Untuk laki-laki baiknya mencukur habis rambut. Rasulullah SAW mendoakan orang yang mencukur gundul rambutnya saat tahallul akhir.
  7. Menuju Makkah untuk tawaf ifadhah dan sa’i (tidak harus hari yang sama sih, pasti kan lelah ya setelah sebelumnya berada di Mina-Arafah-Muzdalifah). Banyak yang mengakhirkan tawaf ifadhah setelah menyelesaikan ibadah lempar jumrah di hari terakhir. Sementara saya, suami, dan beberapa rekan lainnya melaksanakan tawaf ifadhah di hari tasyriq.

… sambungan

Ketika muslim di seluruh dunia sedang merayakan Idul Adha, salat Id, makan ketupat dan opor, berkumpul dengan keluarga, dan siangnya memotong kurban. Ternyata di belahan bumi lain, di tanah suci, di padang pasir jazirah Arab, ada hampir dua juta jamaah haji sedang berjuang untuk menyelesaikan ibadah haji.

Saya terbangun-bangun malam itu sampai subuh. Badan terasa sakit-sakit. Tentunya hal ini gak ada apa-apanya. Terbayang orang yang gak punya rumah, setiap hari tidur tanpa kasur, di tempat terbuka. Ini cuma sehari aja, rasanya berat ya, Masya Allah. Subuh menjelang. Teringat kerikil untuk lempar jumrah, kami pun akhirnya menyempatkan diri memunguti kerikil-kerikil di sekitar. Mudah saja, banyak kok stoknya.

Kami siap-siap salat Subuh. Tapi akses ke kamar mandi atau tempat wudhu agak sulit. Memang ada WC/kamar mandi portable gitu, tapi hanya sedikit (atau mungkin di sekitar tempat kami tidak terlihat banyak). Kan kebayang ya WC terbatas dan dipakai sejuta umat. Untung saja saya gak kebelet pipis. Akhirnya wudu kami lakukan dengan air dari botol. Note: bawa botol air untuk wudu di Muzdalifah, takutnya tidak ada akses ke kamar mandi. Continue reading “Diary Haji 2016 – Manasik Haji part 3”