So Long, Tetangga Tersayang!

*latepost*: To Keluarga Pak Taufiq, Mbak Tina, Mas Rayyan & Mbak Mayya

Tinggal di LN, pastinya kadang dilanda rasa kesepian karena jauh dari keluarga, kerabat, dan sahabat. Tentu cemas juga, siapa yang bisa diandalkan di sini kalau tetangga pun bukan orang terdekat? Tapi tidak begitu di Groningen, Alhamdulillah sejak menginjakkan kaki di Groningen, saya selalu dipertemukan oleh saudara tidak sedarah yang menyenangkan. Kami punya perkumpulan pelajar, ada juga halaqah pengajian, juga tetangga setia yang ringan tangan.

Salah satu keluarga istimewa yang saya temui di Groningen adalah keluarga Mbak Tina dan Pak Taufiq. Rumahnya persis di depan rumah saya. Kalau Mbak Tina lagi masak dan buka jendela, bau masakan yang wangi aja tercium. Kalau Rayyan dan Mayya, anak-anaknya, lagi main di luar pasti suaranya sampai kedengeran ke rumah. Terus Runa pasti akan bilang: “Bun, Runa denger suara.. itu pasti Mas Rayyan dan Mbak Mayya!” Selanjutnya Runa pasti minta ikut keluar rumah buat main. Continue reading

One Day Trip to Bourtange

Menyambut weekend minggu kemarin, saya diajak Mbak Frita jalan-jalan ke Bourtange, salah satu obyek wisata di Provinsi Groningen. Letaknya sebenarnya cukup jauh dari pusat Kota Groningen, hampir ke perbatasan Jerman, ke arah selatannya Groningen. Saya yang lagi lowong pun mengiyakan saja, lumayan bisa sekalian cek lokasi kalau nanti mau ke sana lagi ngajak Mama dan Runa.

Ada beberapa cara untuk bisa sampai ke Bourtange. Kami memilih untuk naik bus. Kebetulan saat zomer vakantie ini ada promo dari Qbuzz Groningen, dagkaart 10€ (untuk 2 orang), bisa naik bus ke seluruh wilayah Provinsi Groningen seharian! Murah banget itu mah namanya. Kebetulan kami memang ber-4 (saya, Mbak Frita, Mbak Esmi, dan Laras), jadi pas beli tiketnya. Oiya ditambah Muti, anaknya Mbak Frita, tapi anak-anak sih masih gratis bayar transportasinya. Continue reading

KulWap ODOP Carolina Ratri

⁠⁠Resume Kulwap bersama Carolina Ratri di #ODOPfor99days 19 Agustus 2016
Credit to teh Shanty, yang sudah mengundang Mbak Cara dan sekalian merangkumkan kulwapnya
#1 Pertanyaan Anittaqwa – Surabaya
Akhir-akhir ini saya kok kehilangan gairah menulis bukan sekedar writing block tapi lebih parah lagi, just saya asyiik dengan kegiatannya Baru. Gimana ya cara mengembalikan semangat menulis?

Continue reading

Kenapa Cerpen Anak ?

Akhir-akhir ini proyek menulis saya lebih banyak saya fokuskan pada menulis cerpen anak. Semangat menulis cerpen anak ini kayaknya muncul setelah saya membaca bukunya Mbak Dian Kristiani, Momwriter’s Diary. Seneng banget ada ibu-ibu yang hobi menulisnya itu dari cerita anak. Saya kira awalnya cerita anak itu ya gak menantang, boring, dan jarang yang terkenal bukunya (mungkin saya yang gak gaul). Di sela-sela mengerjakan thesis kemarin, saya malah banyak dihinggapi ide-ide mengenai cerpen anak yang dari dulu pengen saya tulis, tapi gak pernah jadi. Pas saya bosen sama thesis saya selesaikan satu cerpen, lalu satu cerpen lagi, dan beberapa ide-ide cerita untuk ditulis.

Ternyata saya suka mengkhayalkan dunia anak, mwahaha..  Continue reading

KulWap #ODOP99days with Monica Anggen

Senengnyaa kedatangan tamu penulis keren dan beken di ODOP. Makasih Teh Shanty sudah mengundang Mbak Monica Anggen untuk berbagi ilmu di Kulwap kali ini.

Sebelumnya kenalan dulu dengan Mbak Monica yaa.. Ge er nih namanya sama-sama Monika, cuma saya mah pake ‘K’, semoga aja bisa menular ya suksesnya Mbak Monic ini.

Jujur saya baru “kenal” sama Mbak Monic ini belum lama, itu juga dari teman-teman ODOP yang suka banget ngasih rekomendasi buku-buku bagus. Bukunya pun yang saya punya dan baca baru satu: 9 Langkah Cepat Selesaikan Outline Fiksi dan Nonfiksi. Tapi saya suka bukunya, ringkas dan padat. Padahal ternyata Mbak Monic ini sudah banyak menelurkan buku-buku dan 5 di antaranya best seller. Jadi pengen beli buku lainnyaa..

Buku-buku Monica Anggen

Buku-buku Monica Anggen

Continue reading

Reminder #1

اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
“Ya Allah, hanya rahmat-Mu yang aku harapkan, maka janganlah Engkau menyerahkan aku kepada diriku sendiri meski hanya sekejap mata dan perbaikilah seluruh urusanku. Tiada Ilah Yang berhak disembah selain Engkau.” (HR. Abu Daud no. 5090 dan Ahmad no. 20430. Dinyatakan hasan oleh syaikh Syuaib Al-Arnauth dan syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani)

Kadang kita sering berusaha dan menggantungkan hasil pada usaha kita sendiri. Sedangkan nyatanya semua itu bermuara pada kehendak Allah..

Maka apakah tidak sepatutnya kita selalu menyerahkan sepenuhnya pada Allah dari permulaan usaha kita, bukan “hanya” berpasrah diri di akhir usaha kita? Bukankah hidup kita, mati kita hanyak milik Nya?

reminder for my self and my family

#ODOPfor99days (semester 2) is now officially started

ODOP Semester 2

ODOP Semester 2

Vakum, sebulan benar-benar vakum menulis di blog. Menulis di tempat lain sih iya, walaupun tidak setiap hari. Postingan di blog hanya mampir di draft dan masih menunggu untuk dilanjutkan. Meskipun akan ‘agak basi’ tapi saya tetap mengusahakan supaya bisa tetap publish, sayang soalnya daripada teronggok lesu di kotak draft.

Well, ada ODOP lagi bikin saya semangat nulis lagi. Seperti anak kecil yang antusias pada tahun ajaran baru di sekolah. Saya memang butuh semacam “pencetus nyata” yang bisa membuat saya bisa bergerak, kalau tidak saya pasti sudah berleha-leha selama beberapa bulan ke depan. Ternyata dorongan menulis dari diri saya sendiri saja belum cukup.

So, how I start this?

Apa yang berhasil dicapai dalam 99 hari sebelumnya?

Tentu ada 99 postingan saya selama periode Januari-Juni yang bisa diubek-ubek di blog saya ini. Beberapa diikutkan lomba dan dikirim ke media, tapi tidak seberapa sih.

Apa yang belum berhasil dicapai dan sebabnya?

Konsistensi dan kualitas kali ya. Untuk menuntaskan satu tulisan kadang membutuhkan waktu lebih dari sehari, tapi demi mengejar setoran harian seringkali kualitas tulisan jadi dikorbankan. Pokoknya asal ada yang “tertuang” aja.

Lalu saya juga belum fokus dalam menulis. Saya mau jadi penulis seperti apa? menulis apa? tema apa yang saya ingin angkat dalam menulis?

3. Apa target untuk 99 hari ke depan sebagai tolak ukur pencapaian selanjutnya?

Target ODOP kali ini sepertinya akan berbeda dari ODOP sebelumnya. Kalau sebelumnya saya seperti latihan menulis rutin. Apapun saya tulis di blog lalu saya posting. Kadang saya juga mencari lowongan lomba atau kompetisi yang bisa saya ikuti sekalian untuk mengisi ODOP. Kali ini saya ingin sedikit lebih terstruktur, hoho. Walaupun mungkin selama bulan September postingan di blog akan terhenti sementara. Saya coba maksimalkan di Agustus ini.

Kalau di ODOP dulu kan semuanya 100% tulisan saya publish di blog. Semester dua ini tulisannya ingin lebih punya tujuan aja. Pokoknya setiap hari nulis, tapi itu bisa untuk proyek pribadi seperti buku atau cerpen, atau juga curcolan di blog. Jadi untuk laporan ke grup ODOP ga strict harus link blog. Bisa berupa apa saja.

Target:

  1. Menyusun buku yang sudah saya outline-kan sebelumnya. Memulai bab demi bab dan menambah bab baru.
  2. Mengikuti setidaknya satu lomba menulis dalam 2 pekan sekali
  3. Menulis ide cerpen setiap hari. Menyelesaikan cerpen dalam 3 hari

Mungkin segitu dulu. Sudah lumayan membuat saya mengencangkan jadwal nih, dibagi dengan tugas lainnya. Semoga bisa dijalani dengan baik.

Aamiin!