2019. Pergantian tahun dirasa jadi saat yang tepat untuk sebagian besar orang menuliskan resolusi. Saya setuju, untuk mencapai sebuah cita-cita dan target, diperlukan momentum. Saya pun menuliskan list resolusi 2019, tentu suami juga turut serta, kan satu biduk. Separuh jalan, sebersit pikiran lewat. List resolusi kebanyakan seputar hal-hal yang bisa diukur, materi, fisik. Misalnya baca… Continue reading Inheart Resolusi
Category: Catatan Hati
A New Start: 2019
Bismillah.. Tadinya mau nulis sedikit (mudah-mudahan emang jadi sedikit, kebiasaan kalo nulis suka kemana-mana ga bisa berhenti). Besok udah mau mulai kerja lagi, kuliah lagi, baca paper lagi, mantengin laptop lagi, duduk di kursi panas lagi, anter-jemput anak lagi, masak kilat lagi, dst dst.. Intinya mamak kudu setrong lagi, setelah liburan "cuma" 2 minggu. Meski… Continue reading A New Start: 2019
Belajar Memaafkan dari Anak Kecil
Runa punya banyak teman. Ia senang sekali bermain sama teman-temannya. Tapi namanya juga bermain, kadang ada hal-hal yang bikin anak-anak ini berantem atau marah-marahan. Tipe anak emang beda-beda sih. Ada yang usilnya ga ketulungan, ada yang dominan dan suka ngatur-ngatur, ada juga yang cengeng. Ujungnya satu ada yang ngambek, satu ada yang nangis, atau satunya… Continue reading Belajar Memaafkan dari Anak Kecil
Berfokus pada Hal Positif
Sudah lama banget saya gak nulis, jadi mungkin neuron-neuron otak saya dalam menulis bekerja lebih lambat dan gak sistematis. Sebenarnya saya sediiihh banget udah lama ga cerita di blog. Saya merasa menulis tetap menjadi terapi saya yang utama, selain curhat sama Allah, baca surat cinta Allah, dan yang setelahnya curhat sama suami. Menulis itu bisa… Continue reading Berfokus pada Hal Positif
Penantian
Hari Kamis. Pagi itu saya terbangun lebih cepat, sebab hari itu banyak yang harus saya kerjakan. Saya pikir jika saya bangun lebih pagi, saya bisa mencicil pekerjaan sehingga hari itu tidak akan terlalu berat terasa. Rasanya saya ingin hari itu cepat-cepat berlalu, paling tidak jika saat salat zuhur sudah tiba, artinya setengah dari pekerjaan saya… Continue reading Penantian
(Lagi-lagi) Resolusi 2018
Dih bosen gak denger kata resolusi? Mainstream abis. Semua pasti masih berkutat dengan resolusi awal tahun ini itu deh. Daku juga sih. Tapi memang harus diomongin sih mau gak mau. Kenapa? Ya kenapa tidak? Walaupun targetan dari resolusi itu kadang di awang-awang, maksudnya ada yang kebayang ada yang enggak. Tapi begitu kita sudah menuliskannya, artinya kita sudah… Continue reading (Lagi-lagi) Resolusi 2018
Hiatus yang Terlalu Lama
Assalamu'alaikum! Halo my blog! Kemana aja atuh Neng?! Bulan Mei lho terakhir posting, itupun waktu masih ikutan 30 Days Challange Writing. Sekarang udah mau di penghujung Agustus aja. Maklumlah banyak berkontemplasi (sok asik) dan mengurus ini itu (sok sibuk). Kangen juga ya nulis di blog. Jari-jari jadi rada kaku kalau gak banyak dipakai ngetik. Waktu… Continue reading Hiatus yang Terlalu Lama
Berada di Tengah-tengah Komunitas yang Tepat
Kalau saya tidak berada di tengah-tengah komunitas yang "memaksa" saya untuk tetap menulis, pasti naskah saya tidak akan pernah jadi sampai 300 halaman. Kalau saya tidak nyemplung ke suatu lingkungan yang mensyaratkan saya untuk konsisten mempublish tulisan, pasti blog saya sudah lumutan dari zaman Fir'aun. Ternyata untuk saya, motivasi dan semangat pribadi saja tidak cukup. Saya harus… Continue reading Berada di Tengah-tengah Komunitas yang Tepat
Menunggu
Ruang tunggu boarding di gate M bandara Schiphol siang itu penuh dengan orang-orang yang akan terbang. Destinasinya macam-macam, Lisbon, Milan, Edinburgh, London, Malaga, dll. Semua calon penumpang menunggu dengan sabar. Sekitar 2-3 jam lagi calon penumpang baru akan dipanggil untuk boarding. Lumayan juga waktu yang dihabiskan untuk menunggu. Banyak cara yang bisa dilakukan selama menunggu. Mengobrol,… Continue reading Menunggu
Ketika Bunda Sakit
Selama tiga tahun di sini, ini adalah kali kedua saya merasakan sakit yang bener-bener sakit. Maksudnya yang 'benar-benar sakit' adalah tidak bisa mengerjakan apapun dengan baik, kecuali berbaring saja. Sakitnya ya sebenarnya standar, demam, sakit kepala, meriang, radang. Meskipun begitu, saat itu saya tidak periksa ke dokter dulu. Harus menunggu tiga hari jika kondisi tidak membaik,… Continue reading Ketika Bunda Sakit