Manusia dibekali oleh nafsu, salah satunya emosi. Emosi yang kerap menghinggapi kita sehari-hari adalah emosi bernama marah. Semua orang pernah kesal, terus marah. Melampiaskan marah dengan bermacam-macam cara. Ada yang ngomel, ngambek, merutuk, bahkan menangis, atau menyimpan marah dalam hati. Tapi emosi itu katanya harus dikeluarkan, kalau tidak nanti tubuh kita sakit, jiwa kita sakit.… Continue reading Marah itu Gampang, Tapi …
Cerita Mudik di Kala Pandemi – Belanda to Indonesia
Nulis ini biar inget aja, kalau pernah mengalami pulang kampung ke Indonesia di masa pandemi. Melalui keribetan administrasi dan cek ini itu demi bisa menembus Indonesia. 2020 was not easy, 2021 was not easy either. Both years were struggle for everyone. Kami sudah menjadwalkan untuk pulang ke Indonesia sejak summer 2020 (Juni-Juli). Selain untuk mengunjungi… Continue reading Cerita Mudik di Kala Pandemi – Belanda to Indonesia
Review Buku Ancika – Dia yang Bersamaku 1995
Karena penasaran dari blooper-nya. Jadi aja buku ini yang pertama ditamatin di tahun 2022. Selalu seneng baca kalimat-kalimat khas @pidibaiq yang sederhana namun unik. Tentu di Ancika ini pun kerasa banget. Dari pertama baca deskripsi karakter Ancika, saya memang lebih jatuh hati sama Ancika Mehrunissa Rabu, dibandingkan dengan Milea Adnan Husain. Mungkin karena karakter Ancika lebih kuat,… Continue reading Review Buku Ancika – Dia yang Bersamaku 1995
Freedom
Sering banyak yang berkomentar ke saya "Gak kebayang punya anak sambil PhD, gimana repotnya." "Aku aja yang single repot ngurus ini itu, apa lagi kamu yang buntutnya dua, pastilah lebih banyak yang diurus." Couldn't agree more sebenernya, saya manggut-manggut. Saya ngerti sih dengan pandangan seperti itu. Dan saya merasakan juga ada hal-hal yang jadi terbatas… Continue reading Freedom
Surat dari Oma di Depan Jendela
Masih ingat cerita Oma di depan jendela? (Baca ini kalau belum https://monikaoktora.com/2021/03/09/sadari-hal-kecil-yang-bisa-berarti-besar/) Kami masih secara konsisten ngedadahin Oma ketika lewat depan rumahnya. Begitupun si Oma. Kalau pagi itu gak semangat, rasanya habis lihat senyum lebar Oma, ada rasa hangat nyelip di hati, dan saya bergumam, bisa, bisa, hari ini bisa dilalui. Pekan lalu adalah hari… Continue reading Surat dari Oma di Depan Jendela
Mawar yang Mekar
“Hari ini Juf bilang kalau Euis (bukan nama asli, ya kalik anak Londo namanya Euis) balik lagi ke grup 4,” kata Runa, saat kami sedang makan malam. “Eh gimana maksudnya?” saya dan suami yang tadinya asyik mengunyah jadi penasaran dengan cerita Runa. “Tinggal kelas gitu?” lanjut saya, “Kan belum akhir semester, baru juga setengah jalan.”… Continue reading Mawar yang Mekar
Pelajaran dari Sekolah
Menginjak usia 4 tahun, Senja sudah mulai masuk grup 1 basisschool (setara TK A). Jadi di sini waktu pertama masuk sekolah itu ditentukan dari H+1 dari hari lahir si anak. Anyway saya mau cerita lain sebenarnya, soalnya bertepatan dengan Senja masuk sekolah, pas juga dengan adanya oudergespreek (parents meeting dengan gurunya Runa). Biasanya di pertemuan… Continue reading Pelajaran dari Sekolah
Inferior
Tiga tahun lalu, saya memulai perjalanan PhD ini dengan rasa inferior parah. Merasa salah tempat, gak bisa membawa diri dan membaur dalam kelompok, takut salah, takut dianggap gak kompeten. Bahasa Inggris belepotan, bahasa Belanda apa lagi. Kalau mau ngejawab pake bahasa Inggris, untuk percakapan sederhana sekalipun, saya suka takut salah. Apalagi untuk obrolan saintifik, untuk… Continue reading Inferior
Resensi Buku Atomic Habits – James Clear
Buku ini yang beli suami, tadinya saya gak terlalu minat baca karena saya udah baca buku tentang habit juga sebelumnya, The Power of Habit oleh Charless Duhigg. Saya iseng aja baca introduction-nya, bagian My Story. Eh kok seru ya. Dapet nih pitch point-nya untukmengundang terus baca. Akhirnya saya lanjut. Dan ternyata banyak banget dagingnya, trik,… Continue reading Resensi Buku Atomic Habits – James Clear
Review Buku: Semangat, Tante Sasa!
Semangat, Tante Sasa! Dibaca dari Gramedia Digital Buku ini saya tamatkan kurang dari tiga hari, itu pun karena disela aktivitas lainnya. Kalau dilanjut terus, buku ini bisa selesai dalam sekali duduk, soalnya penasaraannn. Saya sampai lupa kalau baca buku ini lewat layar ponsel, dari aplikasi Gramedia Online. Biasanya saya gak betah baca buku dari ponsel,… Continue reading Review Buku: Semangat, Tante Sasa!