Bismillahirrahimaanirrahim.. Harus banget ini nulis, sebelum saya sibuk (sok banget) dan lupa sama apa yang mau ditulis. Sebab, tulisan yang jujur adalah ketika kita sedang on untuk curhat, mwahaha. Enggak sih, sebenarnya saya juga kangen nulis pakai bahasa kalbu dan bahasa Indonesia (sok banget banyakan nulis pakai bahasa enggres ya kamu Mon?). Bukannya mau, tapi… Continue reading My 1-year Assessment as a PhD
Category: Sekolahnya Bunda
A Roller-Coaster Relationship
Tiap hari Kamis, saya pasti gelisah dan deg-degan. Apa pasal, tiap kamis ada agenda merah bertengger di kalender saya: meeting pekanan dengan Ibuk supervisor. Dulu ketika saya masih memproses proposal S3 saya dan lanjut dengan proyek pendahuluan, saya juga sudah sering bertemu beliau secara rutin. Tapi tidak ada hal yang perlu saya cemaskan. Beliau masih… Continue reading A Roller-Coaster Relationship
Catatan Ramadhan 1439: Mubazir – sebuah Jalan Keluar dari Keraguan
Setiap bertemu hari Senin, pikiran saya sering gelisah, terutama ketika membuka hari. Setiap hari Senin jam 9 pagi, saya memang sudah ada jadwal untuk ke kampus. Setidaknya ada dua jadwal meeting yang harus dihadiri di kampus. Yaa.. gak wajib-harus sih. Tetapi itu sudah jadi agenda rutin di departmen saya, sebagai anak bawang PhD yang baru… Continue reading Catatan Ramadhan 1439: Mubazir – sebuah Jalan Keluar dari Keraguan
Hora Finita!
Attending a PhD public defense always brings chill for me. It is like watching all the hardwork, sacrifies, effort, tears, even blood, were paid in one day, with the word HORA FINITA! Untuk bisa meraih gelar doktor di University of Groningen (RuG), kandidat PhD harus melalui serangkaian proses yang panjang. Di akhir penganugerahan gelar, kandidat… Continue reading Hora Finita!
Akhirnya selesai! Tapi…
Alhamdulillah Oktober 2016 lalu akhirnya saya bisa menyelesaikan studi master saya di University of Groningen. Syukur tidak ada habisnya perjuangan selama dua tahun menempuh perkuliahan, research, dan tesis akhirnya berakhir juga. Eh, tapi benarkah berakhir begitu saja? Bukankah hidup itu adalah perjalanan menempuh tujuan yang tidak ada habisnya? Tentu akan berakhir di ujung usia kita.… Continue reading Akhirnya selesai! Tapi…
“Bad Experience” Akademis
Dapet himbauan dari admin LPDP NL untuk mengisi kuesioner mengenai Bad Experience di bidang akedemis yang dialami Awardee selama studi. Halo teman-teman, kami coba mengumpulkan pengalaman-pengalaman buruk dari teman-teman awardee di Belanda. Sederhana sekali tujuannya. Kami ingin generasi selanjutnya belajar dari pengalaman kita. Misalnya, gagal exam, revisi proposal, rejection paper, dll. Kita coba memberi gambaran… Continue reading “Bad Experience” Akademis
Tanya Jurusan (Schooltalk PPI Belanda) – FARMASI
Beberapa hari yang lalu, saya diajak temen untuk ikut ngisi Schooltalk bersama PPI Belanda. Jadi PPI Belanda memfasilitasi mahsiswa Indonesia yang ingin bertanya lebih lanjut mengenai jurusan di univ Belanda. Hampir semua jurusan ada.. Saya dan teman saya di Utrecht akan sharing mengenai perkuliahan S2 Farmasi. Formatnya berupa live chat di whatsapp. Peserta mendaftar dulu lewat… Continue reading Tanya Jurusan (Schooltalk PPI Belanda) – FARMASI
Perbedaan Kuliah di Indonesia dan di Belanda
Artikel ini dipersembahkan untuk Kang Ikhwan Alim, yang sejak Desember tahun lalu mengajak saya untuk barter tulisan, yang kemudian akan diposting di blog. Saya menyanggupi sesuai dengan rekues tema dari beliau. Janji adalah janji yang harus ditepati, meskipun terlambat, ini dia saya tuliskan juga. Perbedaan Kuliah di Indonesia dan di Belanda Kalau ditanya apa bedanya… Continue reading Perbedaan Kuliah di Indonesia dan di Belanda
Kelas
Saya suka di kelas. Saya suka mendengarkan dan terlibat dalam aktivitas kelas, tentunya kalau yang ngajarnya juga menarik sih, hehe soalnya saya suka ngantuk di kelas kalau isi kuliah/kelasnya monoton banget. Selama saya kuliah di sini saya jarang ngantuk di kelas, ya iyaalah bahasanya beda, kelasnya juga lebih sedikit orangnya. Kalau meleng dikit aja bingung tadi… Continue reading Kelas
Menjadi Mahasiswa Dulu dan Kini
Jadi mahasiswa lagi setelah punya anak, tentu rasanya dan perjuangannya beda. Tapi saya menikmati momen-momen di mana saya menjadi mahasiswa, baik dulu saat masih jomblo, dan sekarang saat sudah punya keluarga. Meskipun dulu mah pas jadi mahasiswa banyak labilnya, sekarang lebih stabil dong kan ada stabilisatornya si suami haha.. Perbedaan yang terasa menurut saya sih lebih… Continue reading Menjadi Mahasiswa Dulu dan Kini