Beberapa minggu ini ada hal yang menyentil saya untuk kembali menuliskan mengenai topik ini. Setelah sebelumnya pernah saya ceritakan secara singkat di sini. Dua tahun lebih menetap di Belanda membuat saya semakin banyak disiplin dan latihan mengatur jadwal dan waktu. Terutama jika berhubungan dengan orang lain atau kegiatan yang melibatkan orang lain di dalamnya. Tidak… Continue reading Me VS Dutch: Scheduling Agenda Appointments (part 2)
Category: Groningen’s Journal
So Long, Tetangga Tersayang!
*latepost*: To Keluarga Pak Taufiq, Mbak Tina, Mas Rayyan & Mbak Mayya Tinggal di LN, pastinya kadang dilanda rasa kesepian karena jauh dari keluarga, kerabat, dan sahabat. Tentu cemas juga, siapa yang bisa diandalkan di sini kalau tetangga pun bukan orang terdekat? Tapi tidak begitu di Groningen, Alhamdulillah sejak menginjakkan kaki di Groningen, saya selalu dipertemukan oleh… Continue reading So Long, Tetangga Tersayang!
Catatan Ramadhan (2) – yang tertunda
Note: Postingan ini berakhir di draft. Tapi sayang dibuang.. Ya udah diselesaikan saja yang sudah dimulai. Sekalian sebagai perekam jejak saya di Ramadhan 2016 kemarin. Minggu pertama Ramadhan meskipun puasa 19 jam tapi terasa lebih mudah dijalani daripada tahun kemarin. Karena kangen suasana Ramadhan dan masakan di Indonesia, saya mencoba menelurkan beberapa karya yang cukup niat di dapur. Semuanya… Continue reading Catatan Ramadhan (2) – yang tertunda
Ramadhan tahun kedua di Groningen
Alhamdulillah bisa ketemu Bulan Ramadhan lagi, bulan mulia, bulan di mana setan-setan dibelenggu dan dilipatgandakannya pahala. Ini puasa ke-2 saya dan Runa di Belanda. Ramadhan kali ini bertepatan dengan musim panas yang mana siangnya lebih puanjaangg. Dulu pas pertama kali menjalani puasa di sini saya agak khawatir, bisa gak yaa puasa 19-20 jam? Tapi ternyata… Continue reading Ramadhan tahun kedua di Groningen
Berbahasa untuk Berkomunikasi
Pernah gak terpikir tentang kok saya sudah belajar Bahasa Inggris dari kecil tapi ketika ngomong pakai Bahasa Inggris balelol (terbata-bata) minta ampun? Saya pernah. Saya merasa sudah cukup banyak mengenyam dan menelan pendidikan Bahasa Inggris sejak SD sampai kuliah. Sudah ikut toefl dan ielts beberapa kali, sudah menghafal struktur grammar dan punya banyak koleksi vocabulary, tapi begitu saya… Continue reading Berbahasa untuk Berkomunikasi
Operasi Gigi
Dari dulu saya gak suka ke dokter gigi. Soalnya tiap pulang dari dokter gigi pasti setelahnya jadi susah makan, susah tidur, dan ga enak ngapa-ngapain, hiks. Bukan salah dokter gigi memang, tapi salah saya yang kurang bisa merawat gigi, atau memang sudah suratan takdir gigi saya ada yang bermasalah. Duluuu banget pengalaman ke dokter gigi… Continue reading Operasi Gigi
Me VS My Husband: Upil War
Ini postingan sebenarnya berbau-bau gak penting campur rada tabu, tapi di antara proyek menulis yang sedang saya hadapi mulai dari yang menengah serius (travelling journal atau dan semacam essay) sampai super serius banget (ehem thesis), saya pengen sedikit leha-leha sama tulisan ringan. Kebetulan topiknya memang gak penting. Maaf sebelumnya kalau ini bisa jadi sesuatu yang… Continue reading Me VS My Husband: Upil War
Artikel untuk Groningen Menyapa
Beberapa waktu yang lalu, teman saya nanya, boleh tidak dua postingan saya di blog ini ditampilkan untuk PPIG. Jadi katanya PPIG ini punya divisi Ilmiah dengan beberapa program bikin buku dan majalah. *Haduh maklum saya gak aktif di kepengurusan di PPIG, jadi gak ngeh PPIG punya divisi Ilmiah. Cuma jadi tim hore ajalah* Dia tertarik… Continue reading Artikel untuk Groningen Menyapa
6 Hal yang Sulit Diubah Setelah Tinggal di LN
Sudah 1 tahun 9 bulan saya menetap di Groningen. Sebagai pure Indonesian dengan darah Minang-Jawa dan terdidik di tanah Sunda banyak adapatasi yang saya dan keluarga sesuaikan di sini. Tapi ada kebiasaan yang tidak bisa hilang juga lho setelah di sini. Saya yakin banyak Indonesian lain yang sependapat dengan saya. Berikut list 6 hal yang… Continue reading 6 Hal yang Sulit Diubah Setelah Tinggal di LN
Indonesian Day 2016
Akhirnya hari Sabtu kemarin bisa menikmati event Indonesian Day (ID) kedua saya di Groningen, Alhamdulillah. Oiya sebelumnya buat yang belum tahu, Indonesian Day adalah kegiatan PPIG yang diadakan setahun sekali dalam rangka memperkenalkan kebudayaan Indonesia. Kegiatannya dibagi dua, siang untuk bazaar kuliner dan kerajinan khas Indonesia, sambil ada performances seni dari pelajar Indonesia. Kegiatan malamnya lebih formal,… Continue reading Indonesian Day 2016